5 Alasan Psikologis dari Kecaduan Facebook

Facebook memang sebuah sosial media yang sangat fenomenal, diakui atau tidak, penghuni 3 besar situs di dunia ini telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia modern. Tanpa disadari, banyak orang saat ini sedang mengalami kecanduan internet, atau dalam artikel ini kecanduan pada Facebook.

Bagi kalian yang merasa kecanduan pada Facebook, pertama-tama pahamilah apa yang menyebabkan hal tersebut. Karena, tanpa mengetahui penyebabnya, akan sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini. Berikut ini adalah 5 alasan psikologis dari kecanduan Facebook :

1. Facebook scrolling : Gejala suka menunda

Facebook secara ‘sengaja’ memperbesar kecenderungan seseorang untuk menunda dengan tampilan feed berita yang bisa di scroll secara tidak terbatas. Tak peduli sebanyak atau selama apapun kita melakukan scrolling, akan selalu ada meme, foto atauupdate status yang membuat seseorang teralihkan dari aktivitas yang sedang dilakukan.

Karena itu, ubahlah persepsi tentang Facebook mulai sekarang. Jangan pandang Facebook sebagai tempat meluangkan waktu dan bersosialisasi, tapi ubah Facebook menjadi musuh untuk produktivitasmu.

2. Facebook over-sharing : Gejala kesepian atau keragu-raguan.

Facebook mirip seperti sebuah reality show TV membosankan yang ditayangkan selama 24 jam penuh setiap harinya. Mulailah bertanya, apakah benar-benar penting memberitahu semua orang apa yang akan kita makan untuk makan siang? Saya sendiri ragu bahwa itu penting.

Baca juga  7 Air Terjun di Bali yang Super Indah

Manusia tidak berbagi hal-hal sepele untuk memberikan nilai tambah pada masyarakat. Manusia melakkannya karena dia sedang merasa kesepian dan putus asa serta memerlukan perhatian dari orang lain. Selalu meminta pendapat teman di Facebook adalah tanpa dari kebingungan atau rasa percaya diri yang rendah. Jika hasilnya buruk, maka kamu bisa menyalahkan orang lain demi melindungi ego mu.

3. Facebook stalking : Gejala kasih sayang salah alamat atau perbandingan diri yang tidak sehat

Facebook memudahkan seseorang untuk menjadi seorang stalker. Ada beberapa penyebab seseorang menjadi seorang stalker di Facebook. Jika seseorang melakukan stalking pada profil mantannya, artinya mungkin dia masih hidup di masa lalu. Mintalah bantuan psikiater jika rasanya tidak bisa lepas dari kebiasaan ini.

Ada pula yang menelusuri profil dari seseorang yang dia taksir, mulai mengirimkan pesan-pesan bijak atau segala cara untuk bisa memulai pembicaraan. Jika semua berjalan baik, maka kisah ini mungkin akan berakhir dengan indah.

Satu lagi, stalking dapat membuat kita merendahkan diri sendiri karena melihat profil orang-orang yang terkesan begitu hebat dan sempurna. Sebenarnya sulit untuk tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, tapi Facebook justru membuatnya makin mudah untuk dilakukan.

4. Selalu mengecek notifikasi : Gejala ketidaksabaran atau butuh hiburan

Facebook mengambil keuntungan dari keinginan dasar manusia untuk mendapat kepuasaan secara instan. Otak manusia akan memproduksi dopamin setiap kali mata melihat pemberitahuan merah menyala. Dopamin sendiri merupakan zat kimia yang menyebabkan manusia berkeinginan mencari kepuasan dari hal-hal seperti makanan, seks dan obat-obatan.

Baca juga  Cara Menghadapi Kendala dan Melunasi Tunggakan KTA & Kartu Kredit

Kepuasan mungkin terdengar bagus, secara teori. Tapi, dopamin bertanggungjawab dalam menghancurkan kontrol seseorang terhadap dirinya. Mengubah manusia menjadi “budak pemberitahuan”. Kurang buruk? Setiap kali kita menerima “Like”, otak memutuskan bahwa seseorang artinya menyukai kita, menyebabkan kita menjadi pecandu “Like”.

5. Selalu Refreshing Feed :Gejala Rasa Takut Ketinggalan (Fear of Missing Out / FOMO)

Facebook menghancurkan fokus kita dengan menggerogoti ketakutan kita pada kehilangan atau ketinggalan informasi. Selama beraktivitas, kita akan memeriksa feed Facebook agar tidak melewatkan sesuatu yang menarik. Bagaimana kalau kita justru mengecek Facebook saat sedang berkencan atau saat sedang berkendara, hasilnya justru bisa merusak hubungan atau lebih buruk membuat kita mengalami kecelakaan.

Kemungkinannya tidak terbatas dan benar-benar tidak sepadan dengan ‘ketinggalan sedikit informasi’ yang bisa di cek kemudian.

5 alasan diatas tidak hanya berlaku untuk Facebook, tapi hampir sebagain besar jejaring sosial yang ada saat ini seperti Twitter, bahkan hingga aplikasi sharing semacam Instagram juga memiliki potensi yang sama.

No Responses

  1. Pingback: Aplikasi Lari Terbaik di Android dan iPhone February 23, 2017

Leave a Reply

41 Istilah Penerbangan Ini Wajib Kamu Ketahui Sebelum Naik Pesawat
Rumah Dijual di Depok Harga Di Bawah 100 Juta
Rumah Dijual Di Bandung Harga Murah Tanpa Perantara
Mencari Iklan Rumah Dijual Di Jakarta Melalui Situs Urbanindo
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kecantikan
4 Minuman Diet Terbaik di Dunia
Beberapa Tips Yang Dapat Dilakukan Ketika Melakukan Sewa Apartemen
Review Nine Lives, Film untuk Keluarga Pecinta Kucing
Electro Swing, Perpaduan yang Terasa “Salah”
Tangan Midas Sutradara Anime Makoto Shinkai
Review Doctor Strange, Serasa Salah Minum Obat
Bedanya Suka, Cinta & Nafsu
Keseringan Chatting Bikin Hubungan Renggang?
Penulis Buku Harian Adalah Tipe Kekasih yang Baik
Kado Natal Unik Untuk Gamer Terkasih
KSKAS Malware Menyerang Android via Download APK Otomatis
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
IBM Berhasil Mengemas 30 Milyar Transistor Menjadi Seukuran Kuku Tangan
Sedikit Cerita tentang Ransomware WannaCry