Bedanya Suka, Cinta & Nafsu

Bicara tentang cinta secara emosional mungkin tidak akan relevan dan sama untuk semua orang, tapi bagaimana kalau kita bicara cinta menurut sains? Dalam ilmu psikologi, secara umum, manusia akan jatuh cinta pada ‘diri sendiri’, dalam artian, kita akan jatuh cinta pada seseorang yang memiliki kesamaan minat, nilai dan keinginan dengan kita, atau dengan kata lain, seseorang yang menjadi refleksi diri kita.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Psychological Science, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang merasakan”cinta”, maka dia akan memfokuskan mata pada wajah seseorang sementara jika dia merasakan “nafsu”, maka dia akan memfokuskan mata pada tubuh. Biasa bukan? Jatuh cinta pada paras, nafsu pada fisik.

Suka, Cinta & Nafsu adalah Spektrum Emosional

Suka, cinta dan nafsu sebenarnya tidak bisa ditukar-tukar, walau kita sering menggantikan satu sama lainnya dalam sebuah percakapan.

Suka

Suka adalah sesuatu atau seseorang yang bisa memberikan kita perasaan puas. Tapi, kita tetap bisa merasakan kepuasan yang sama walau orang atau barang tersebut tidak ada dalam kehidupan kita lagi. Contohnya, kita menyukai tetangga kita saat ini karena mereka punya selera musik yang bagus dan masakan yang enak. Tapi, jika tetangga tersebut memutuskan untuk pindah, kepergian mereka tidak akan meninggalkan lubang dalam kehidupan kita.

Cinta

Cinta adalah kerinduan tanpa henti yang bisa berdampak pada fungsi tubuh dan pikiran seseorang (menurut sains). Dengan kata lain, cinta adalah sebuah titik tanpa bisa kembali. Setelah kita jatuh cinta pada seseorang, kehidupan kita tidak akan pernah sama lagi.

Ketika kamu menemukan seseorang yang membuat kamu kehilangan pendirian, dia yang selalu kamu pikirkan, obrolan dan lihat. Tentu saja, apa yang kamu rasakan bisa saja bukan cinta sejati. Tapi, kuncinya adalah perasaan itu akan bertahan hingga beberapa bulan.

Nafsu

Nafsu adalah sebuah bentuk emosi yang sering menyamarkan dirinya sebagai cinta, tapi tentu saja sangat memiliki keinginan yang sangat berbeda. Ada 3 hal yang bisa membedakan cinta dan nafsu :

  • Nafsu itu bersifat sementara
  • Nafsu adalah emosi dangkal yang digerakan oleh karakter fisik seseorang seperti penampilan
  • Nafsu mudah dilupakan, sementara cinta bisa meninggalkan dampak yang langgeng

Nafsu cenderung fokus pada sex, lebih menekankan pada kesenangan fisik dan bukan hubungan yang lebih dalam. Contohnya, seseorang yang minum beberapa minuman beralkohol mungkin menemukan seseorang lebih menarik saat dia sedang mabuk, tapi saat efek alkohol tersebut sudah luntur, maka kehidupannya akan berlanjut seperti biasa saja.

Banyak orang menganggap bahwa suka dan nafsu adalah ‘pendahulu’ sebelum munculnya cinta, mungkin benar bahwa suka dan nafsu pada akhirnya akan luntur. Tapi, jika kamu masih tertarik pada seseorang setelah nafsu dan suka itu luntur, mungkin kamu sudah menemukan ‘dia’.