Mengenal Standar Telekomunikasi 5G

Teknologi semakin hari semakin cepat, salah satunya dapat dilihat dari perkembangan standar telekomunikasi seluler yang jarak antar generasinya semakin pendek. Saat Generasi Kedua (2G) hadir pada 1991, butuh waktu hingga 1998 untuk kehadiran Generasi Ketiga (3G). Apalagi kehadiran Generasi Keempat (4G) bahkan baru hadir 10 tahun sejak generasi sebelumnya. Tapi, kini belum 5 tahun sejak smartphone 4G pertama dirilis, standar Generasi Kelima (5G) sudah siap menggebrak pasar.

Pertengahan Juli 2016, Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan mengucurkan dana investasi lebih dari 400 juta Dolar AS untuk mendukung riset nirkabel 5G untuk mempertahankan posisi mereka sebagai salah satu pemimpin dunia di teknologi mobile.

Proyek penelitian tersebut bernama “Advanced Wireless Research Initiative” yang dipimpin oleh lembaga National Science Foundation (NSF) akan meluncurkan empat platform pengujian skala kota untuk penelitian nirkabel 5G selama 10 tahun mendatang. Selain dari pihak pemerintah, dana penelitian ini juga akan berasal dari perusahaan dan asosiasi sektor swasta termasuk Intel, Samsung dan AT&T.

Tapi, sebenarnya seperti apa teknologi 5G tersebut?

Teknologi atau lebih tepatnya Standar Telekomunikasi Seluler Generasi Kelima (5G) saat ini masih berupa konsep namun diprediksi akan dirilis kepada konsumen pada tahun 2020. Namun, dari konsep-konsep tersebut dapat diambil beberapa poin yang membuat 5G lebih baik dari 4G :

  • Kecepatan transfer data lebih signifikan dibanding 4G, diprediksi bisa mencapai 800Gbps (setara dengan mendownload 33 film HD dalam beberapa detik saja).
  • Transfer data dari satu telepon ke telepon lainnya bukan lagi dengan kecepatan detik melainkan milidetik.
  • Dan yang paling penting, 5G akan mendukung teknologi masa depan lainnya seperti mobil pintar dan rumah pintar.

Namun, 5G bukannya tanpa masalah. Dalam beberapa uji coba 5G, ilmuwan menggunakan frekuensi yang sangat tinggi, yaitu 73.000 MHz, sementara kebanyakan ponsel saat ini memancarkan sinyal di rentang 700 – 3.500 MHz. Signal berfrekuensi tinggi memang mampu menghadirkan kecepakatan data yang lebih tinggi namun jarak yang bisa ditempuh oleh sinyal jenis ini sangat pendek bahkan sulit untuk menembus tembok. Diharapkan seiring dengan pengembangan 5G, ditemukan solusi untuk masalah tersebut.

Di Indonesia sendiri, sebagian besar operator telekomunikasi sudah menyelesaikan tata ulang jaringan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz. Pihak Menkominfo sendiri menyatakan bahwa sebelum Indonesia menerapkan teknologi 5G, diperlukan persiapan model bisnis untuk para operator telekomunikasi.

Sampai saat ini, memang belum pasti tanggal perilisan untuk 5G, namun diprediksi bahwa standar baru ini akan membawa perubahan besar pada dunia teknologi secara keseluruhan. Teknologi 5G bukan hanya soal kecepatan transfer data, namun juga soal bisnis yang mampu menarik investasi, termasuk investasi di Indonesia.

 

Kelebihan Investasi Online Di Trimegah
41 Istilah Penerbangan Ini Wajib Kamu Ketahui Sebelum Naik Pesawat
Rumah Dijual di Depok Harga Di Bawah 100 Juta
Rumah Dijual Di Bandung Harga Murah Tanpa Perantara
Tips Sukses Merintis Bisnis Barber Shop di Kota Besar
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Bahayanya Kencing di Kolam Renang
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
Review Dunkirk, Bukan Dokumentasi Battle of Dunkirk
Review Nine Lives, Film untuk Keluarga Pecinta Kucing
Electro Swing, Perpaduan yang Terasa “Salah”
Tangan Midas Sutradara Anime Makoto Shinkai
Bedanya Suka, Cinta & Nafsu
Keseringan Chatting Bikin Hubungan Renggang?
Penulis Buku Harian Adalah Tipe Kekasih yang Baik
Kado Natal Unik Untuk Gamer Terkasih
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Qualcomm dan Vivo Memamerkan Fingerprint Dibawah Layar
KSKAS Malware Menyerang Android via Download APK Otomatis
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan