Review Suicide Squad, Menggila tapi Buat Kecewa

Suicide Squad adalah film dengan inti cerita sangat sederhana, para penjahat dengan kekuatan super “dipaksa” oleh pemerintah untuk melakukan misi-misi berbahaya dengan bayaran pengurangan masa hukuman dan sebagainya. Pemerintah adalah pihak yang paling diuntungkan, karena meskipun jika misi yang dilakukan oleh pasukan penjahat ini gagal, pemerintah “hanya” akan kehilangan seorang penjahat.

Film ini bukanlah film pertama dengan inti cerita penjahat yang kemudian menjadi “pahlawan”, dulu pernah ada film Hancock yang juga dibintangi oleh Will Smith serta Deadpool. Suicide Squad sendiri diisi nama-nama besar seperti Will Smith, Jared Leto, Margot Robbie atau yang suka pendatang baru dengan sentuhan Asia, ada nama Karen Fukuhara.

Berikut ini sinopsis singkat Suicide Squad (Spoiler Alert!)

Amanda Waller ingin membentuk sebuah pasukan tempur yang terdiri atas para penjahat super, hal ini untuk mempersiapkan kemungkinan jika manusia-manusia super yang akan datang berikutnya tidak punya hati sebaik Superman. Pasukan itu akhirnya terbentuk yaitu Harley Quin, Deadshot, Killer Croc, Captain Boomerang, El Diablo, Slipknot, Katana dan Enchantress.

Masalah mulai muncul ketika Waller berpikir bisa mengendalikan Enchantress karena memiliki jantungnya. Enchantress terus mencari cara dan kesempatan untuk bisa lolos dan sekali lagi, menguasai dunia. Dia melepaskan saudaranya yang terperangkap untuk membantunya membuat sebuah mesin kiamat.

Tentara tidak bisa mendekati area dimana Enchantress membangun mesin kiamat miliknya, akhirnya proyek “Suicide Squad” pun diaktifkan. Para penjahat super “dipanggil” dari masing-masing bilik penjara mereka dan dipasangkan chip peledak di leher untuk mencegah mereka kabur atau berbuat macam-macam.

Dipimpin oleh Rick Flag, mereka melakukan misi penyelamatan Amanda Waller yang terjebak di gedung dekat dengan mesin kiamat Enchantress. Saat mereka hampir berhasil, helikopter penyelamat mereka ternyata dibajak oleh Joker dan pasukannya untuk menyelamatkan Harley Quin. Helikopter tersebut akhirnya ditembak jatuh oleh misil yang dikirimkan oleh pemerintah melalui perintah Waller.

Waller dijemput oleh helikopter penyelamat baru, namun heli tersebut dijatuhkan oleh pasukan Enchantress yang kemudian menangkapnya. Misi pasukan penjahat pun kembali berlanjut. Sayangnya, kini mereka tau bahwa apa yang mereka lawan bukanlah “teroris” melainkan manusia super yang sudah hidup beribu-ribu tahun, ditambah fakta bahwa Enchantress memiliki hubungan dengan Flag yang selama ini tidak beritahukan pada mereka.

Flag berusaha menyakinkan mereka untuk membantunya, dimulai oleh Deadshot, semua penjahat yang tersisa akhirnya mau membantu. Pertempuran antara Suicide Squad dan Enchantress tidak bisa dibilang epik, namun cukup seru, terutama pada bagian El Diablo menunjukan kekuatan penuhnya.

Pada akhirnya, Enchantress dan saudaranya berhasil dikalahkan, mesin kiamat berhasil dihentikan, kekasih Flag kembali, Waller masih hidup dan para penjahat kembali ke sel tahanan namun dengan sedikit tambahan fasilitas sesuai permintaan mereka, kecuali Captain Boomerang, dia masih suka berteriak-teriak di dalam selnya.

Masih ingat tentang helikopter yang dibajak oleh Joker namun ditembak jatuh? Apakah Joker tewas dalam peristiwa itu? Tidak! Dia datang kembali untuk menyelamatkan sang ratu pada akhir film.

-Post Credit-


Suicide Squad mendapat hasil yang kurang baik dari para kritikus film, dan walaupun saya jarang setuju dengan situs-situs review film seperti Rotten Tomatoes, kali ini saya setuju bahwa Suicide Squad, bukannya film yang buruk, tapi mengecewakan.

Pemilihan art dan soundtrack untuk film ini adalah bagian terbaik yang dimilikinya, selain Margon Robbie sebagai Harley Quin. Dan sebagai orang dengan selera humor yang tidak bagus-bagus amat, saya cukup terhibur dengan “kegilaan” baik berupa tindakan maupun kata-kata dari sang ratu.

Bagian paling buruknya? Secara keseluruhan, film ini mengecewakan! Cerita yang dimiliki tidak begitu kuat untuk membuat kita terus terfokus pada layar dan alur dari film ini seperti tidak memiliki tujuan yang cukup jelas. Bagi saya pribadi, film ini merupakan salah satu cara DC dan Warner Bros untuk menjaga “hype” dari brand film-film superhero mereka.

Kelebihan Investasi Online Di Trimegah
41 Istilah Penerbangan Ini Wajib Kamu Ketahui Sebelum Naik Pesawat
Rumah Dijual di Depok Harga Di Bawah 100 Juta
Rumah Dijual Di Bandung Harga Murah Tanpa Perantara
Tips Sukses Merintis Bisnis Barber Shop di Kota Besar
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Bahayanya Kencing di Kolam Renang
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
Review Dunkirk, Bukan Dokumentasi Battle of Dunkirk
Review Nine Lives, Film untuk Keluarga Pecinta Kucing
Electro Swing, Perpaduan yang Terasa “Salah”
Tangan Midas Sutradara Anime Makoto Shinkai
Bedanya Suka, Cinta & Nafsu
Keseringan Chatting Bikin Hubungan Renggang?
Penulis Buku Harian Adalah Tipe Kekasih yang Baik
Kado Natal Unik Untuk Gamer Terkasih
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Qualcomm dan Vivo Memamerkan Fingerprint Dibawah Layar
KSKAS Malware Menyerang Android via Download APK Otomatis
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan