Review Warcraft, Sedikit Pengetahuan Sebelum Film Utama

Warcraft adalah sebuah franchise yang sangat besar, memulai debutnya dengan sebuah game berjudul Warcraft : Orcs & Humans pada tahun 1994 hingga game terbarunya (bukan ekspansi) yaitu Hearthstone : Heroes of Warcraft pada 2014. Kini, Blizzard selaku pemiliki franchise ini membawanya ke arah yang baru yaitu sebuah film.

Bukan rahasia lagi kalau film yang berasal dari adaptasi game biasanya selalu mendapat mixed review, yaitu ada yang puas dan ada pula yang tidak puas. Mereka yang puas biasanya adalah orang ‘awam’ yang menikmati filmnya sebagai sebuah film, sementara mereka yang kurang puas adalah para gamer yang mengharapkan adaptasi yang lebih baik. Berikut ini sinopsis Warcraft : The Beginning.

Sinopsis Warcraft (Spoiler Alert!)

 

Diceritakan dunia para Orc, Draenor sedang diambang kehancuran (alasannya tidak dijelaskan dalam film), sehingga mereka membuka portal sihir menuju dunia lain, dipimpin oleh Gul’Dan. Dunia yang mereka tuju adalah Azeroth, sebuah dunia dimana ras manusia dan ras lainnya hidup damai dan saling bekerjasama.

Kedatangan para Orc dan sihir Fel yang mereka bawa dirasakan oleh seorang penyihir muda bernama Khadgar. Dia memperingatkan komandan perang dari ras manusia, Anduin Lothar dan raja Stormwind. Raja pun akhirnya memerintahkan untuk memanggil Medivh, pelindung dunia Azeroth untuk membantu mereka.

Pasukan yang dipimpin Lothar dan dibantu oleh Medivh dan Khadgar berhasil menangkap seorang orc (setengah orc) bernama Garona dan mendapatkan banyak informasi darinya. Para manusia akhirnya mengetahui bahwa para orc datang melalui portal yang dibuka oleh Gul’Dan dan tujuan para orc adalah menguasai Azeroth karena dunia mereka diambang kehancuran.

Perjuangan mereka mendapat sedikit titik terang ketika salah satu suku orc dipimpin oleh Durotan ingin bekerjasama dengan manusia untuk mengalahkan Gul’Dan dan sihir Fel-nya yang dirasa hanya akan membawa kehancuran pada para orc. Tapi, hal itu sia-sia ketika Durotan mengorbankan dirinya untuk memperlihatkan siapa Gul’Dan yang sebenarnya pada para orc.

Azeroth semakin dalam bahaya ketika pelindung mereka, Medivh justru terpengaruh juga oleh sihir Fel. Khadgar dan Lothar berhasil menghentikannya, namun mereka gagal menyelamatkan sang raja yang berusaha menyerang para orc dan menyelamatkan orang-orang yang ditawan oleh Gul’Dan. Garona membunuh sang raja untuk bisa mendapat pengakuan sebagai seorang pahlawan dari para orc dan mendapat dukungan untuk menghentikan Gul’Dan, namun Lothar justru melihat Garona telah mengkhianatinya.

Dan begitulah semuanya dimulai, perang antara para orc dan para manusia di Azeroth. Para orc dipimpin oleh Gul’Dan. Di pihak manusia, Lothar akan memimpin Stormwind untuk mengalahkan para orc. Tapi, jangan lupakan Go’el, putra dari Durotan yang dipercaya akan menjadi pemimpin hebat bagi para orc.

Opini tentang Warcraft

Secara pribadi, saya memang tidak berharap banyak dari Warcraft : The Beginning. Harus diakui bahwa Warcraft universe adalah sesuatu yang sangat besar dan sulit mengubahnya menjadi sebuah tayangan yang tidak membosankan selama kurang lebih 2 jam. Tapi, bagaimana pun film pertama ini adalah sebuah pembuka yang memberikan pengetahuan seputar Warcraft.

Sebagai sebuah film fantasi, sulit tidak membandingkannya dengan Lord of The Ring, The Hobbit dan film fantasi lainnya. Secara grafis, saya acungi 2 jempol untuk film ini, terutama pada grafis para orc yang terlihat sangat sangar dan tampak nyata. Namun, secara cerita, film ini kekurangan unsur fantasinya terutama menjelang akhir film.

Warcraft sebenarnya sebuah dunia yang menyenangkan, tapi filmnya kehilangan sentuhan itu. Walau ada unsur komedi di dalam film, tapi itu hanya ada di beberapa bagian film saja. Ya, tapi mau bagaimana lagi karena itu bukan tujuan utama dari film ini.

Menurut saya, film ini memang memiliki tujuan untuk mengenalkan dunia Warcraft (dalam film) ke semua level penonton, dari mereka yang memainkan game Warcraft, mereka yang mencintai film fantasi, hingga mereka yang awam. Dan itu berhasil, sebuah film pembuka yang sangat apik untuk film-film selanjutnya.

PS : Maaf bila ada kesalahan dalam penulisan seputar Warcraft dalam review diatas, karena saya bukan pemain Warcraft (kecuali memainkan Hearthstone). Bila ada yang harus diperbaiki, bisa sampaikan melalui kotak komentar.

  • Lukmanul Hakim

    Medivh kesepian karena sejak kecil seakan terpisah dengan keluarganya,,, lalu dia berkelana,,,, dan singkat cerita dia dapat ilmu sihir Fel,,, sialnya sihir Fel ini ilmu hitam yg menuntut tumbal nyawa sebagai bahan bakar nya,,,, sedangkan Medivh sebenarnya baik, jelas saja dia tidak ingin menuruti kemauan sihir Fel, tapi ketika sihir Fel menguasai dirinya, dia tidak bisa mengendalikan sihir Fel ke arah kebaikan, Fel ini yg menghubungi Gul’Dan yg dia seut Iblis, para orc gk pernah liat, cuma denger suara, padahal Iblis ini ya Medivh,, Gul’Dan pun gk bisa mengendalikan Fel, dia secara mutlak menerima Fel, sedangkan Medivh tidak,,, Medivh tidak tau kalau ada yg bisa mengendalikan Fel, yakni penyihir muda yg dia pikir kelak akan jadi Guardian menggantikan dirinya, Medivh ini tipikal orang tua yg meremehkan anak kecil,, ya Khadgar,,, sejak awal dia spesial, ada tato mantra di tangannya,,,, cuma dia yg bia mengendalian Fel,,, di Film pertama ini Khadgar belom duel dengan Gul’Dan, makanya Gul’Dan masih bisa hidup sampai sekuel selanjutnya 😀

    Ane paling suka visualisasi efek sihirnya,,, ada lingkaran-lingkaran yg dikelilingi mantra,, istilahnya “Circle Magic”, coba googling, bakal banyak Circle Magic yg memang bagus, karena termasuk Seni. Awalnya ane gk nyadar kalo itu Circle Magic,,, kesannya kayak Hologram,,, baru kali ini ane liat visualisasi sihir pakai Circle Magic,,, mantap,,,

    Trus saat sudut pengambilan gambarnya dari atas,,, wihhh war nya kayak di game nya,,,

    • Ari

      Terimakasih atas penjelasan lengkapnya, sangat mencerahkan sekali bagi non-gamer WoW seperti saya pribadi 😀

Kelebihan Investasi Online Di Trimegah
41 Istilah Penerbangan Ini Wajib Kamu Ketahui Sebelum Naik Pesawat
Rumah Dijual di Depok Harga Di Bawah 100 Juta
Rumah Dijual Di Bandung Harga Murah Tanpa Perantara
Tips Sukses Merintis Bisnis Barber Shop di Kota Besar
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Bahayanya Kencing di Kolam Renang
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
Review Dunkirk, Bukan Dokumentasi Battle of Dunkirk
Review Nine Lives, Film untuk Keluarga Pecinta Kucing
Electro Swing, Perpaduan yang Terasa “Salah”
Tangan Midas Sutradara Anime Makoto Shinkai
Bedanya Suka, Cinta & Nafsu
Keseringan Chatting Bikin Hubungan Renggang?
Penulis Buku Harian Adalah Tipe Kekasih yang Baik
Kado Natal Unik Untuk Gamer Terkasih
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Qualcomm dan Vivo Memamerkan Fingerprint Dibawah Layar
KSKAS Malware Menyerang Android via Download APK Otomatis
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
%d bloggers like this: