12 Years A Slave, Perbudakan Amerika di Masa Lampau

Perbudakan orang kulit hitam oleh orang kulit putih di Amerika memang menjadi noda hitam dalam sejarah Amerika, bahkan hingga kemerdekaan Amerika pada 4 Juli 1776, hal ini masih terjadi.

Banyak film yang telah mengangkat kisah tentang perbudakan di Amerika misalnya seperti “Django Unchained” dan “Lincoln”, tapi salah satu yang saya anggap terbaik adalah “12 Years A Slave”.

12 Years A Slave, Perbudakan Amerika di Masa Lampau 1

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata dari seorang Solomon Northup ini memang film yang bagus, terbukti dari banyaknya nominasi dan penghargaan yang diraihnya dalam ajang bergengsi. Serta banyaknya para kritikus film yang menyatakan film ini sebagai film terbaik tahun 2013.

Sedikit sinopsis  film 12 Years A Slave.

Solomon Northup adalah warga kulit hitam Amerika yang merdeka, dalam artian dia memiliki hak-hak atas dirinya dan bukan budak siapapun. Dia memiliki rumah, istri dan dua orang anak. Keluarganya tinggal dengan damai dan bahagia di New York.

Suatu hari, Solomon yang pandai bermain biola ditawari bekerja di sebuah pertunjukan di Washington D.C selama beberapa minggu. Bayaran yang diberikan pun cukup besar. Sayangnya, hal itu hanyalah omong kosong.

Setelah terlalu mabuk setelah makan malam, Solomon dijual sebagai budak oleh orang yang menawarinya pekerjaan. Solomon yang tidak terima pun berusaha untuk terus mempertahankan hak-haknya sebagai warga merdeka.

Lalu, seorang temannya di perbudakan memberitahunya untuk tidak memberitahu siapapun bahwa Solomon sebenarnya bisa membaca dan menulis. Karena, seorang budak yang bisa membaca dan menulis akan dihukum mati sebelum bisa menuliskan surat kemerdekaannya.

Karena ketakutan tersebut, Solomon akhirnya menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya. Dia kemudian lebih dikenal dengan Platt, seorang budak yang bisa bermain biola.

Memang dasar dia adalah orang yang berpendidikan, beberapa kali dalam film ini dia hampir terbunuh,disiksa maupun mendapat masalah karena pengetahuannya. Dia juga hampir dibunuh ketika berusaha mengirimkan surat kepada teman dan keluarganya supaya bisa menyelamatkannya.

Setelah 12 tahun diperbudak, berpindah-pindah majikan dan mengalami siksaan. Akhirnya Platt, alias Solomon Northup berhasil keluar dari perbudakan berkat bantuan temannya, yaitu Mr. Bass (Brad Pitt) yang mengirimkan surat pada teman dan keluarga Solomon serta Mr. Parker yang datang menyelematakannya.

12 Years A Slave, Perbudakan Amerika di Masa Lampau 3

Film ini dipenuhi adegan-adegan yang akan membuat siapapun akan mengetahui bagaimana ngerinya perbudakan. Film ini juga mengajarkan kita berhati-hati pada orang yang baru dikenal dan menjanjikan hal yang “Too good to be true”.