The Imitation Game

“Sebuah film biografi yang patut ditonton” itulah yang bisa saya ungkapkan setelah menonton film The Imitation Game. Sebuah film biografi tentang Alan Turing dan timnya yang memecahkan salah satu mesin penyandi paling kompleks pada Perang Dunia II, Enigma.

The Imitation Game dibintangi oleh Benedict Cumberbatch yang berperan sebagai Alan Turing serta Keira Knightley yang memerankan Joan Clarke. Diangkat dari buku karangan Andrew Hodges, Alan Turing : The Enigma, film ini memasukan banyak unsur kehidupan Alan Turing, termasuk kehidupan seksualnya.

Sinopsis The Imitation Game :

Alan Turing datang ke sebuah tempat yang disebut sebagai Bletchley Park, dari luar, tempat tersebut dikenal sebagai pusat komunikasi dan pemecahan kode selama Perang Dunia II, di tempat tersebut, Inggris sedang berusaha memecahkan mesin penyandi Enigma sehingga mereka bisa memenangkan perang melawan Jerman.

Disana, dia bekerja bersama para pemecah kode lainnya termasuk Peter Hilton, John Cairncross dan Hugh Alexander. Jerman melakukan setting ulang pada Enigma setiap tengah malam dan Inggris menyadap pesan radio Jerman setiap jam 6 pagi, artinya, para pemecah kode ini hanya memiliki waktu 18 jam untuk memecahkan ribuan pesan bersandi yang disadap setiap harinya. Ada sekitar 159.000.000.000.000.000.000 kemungkinan yang bisa dibuat oleh Enigma dan perlu 20 juta tahun untuk memecahkan semuanya dengan otak manusia.

Alan tidak berpikir untuk memecahkan setiap kode yang berhasil mereka sadap setiap harinya, dia memikirkan untuk membuat sebuah mesin untuk memecahkan kode-kode tersebut. Mesin dilawan dengan mesin. Sayangnya, idenya ditolak mentah-mentah, baik oleh anggota timnya maupun atasannya.

Hingga akhirnya, Alan ditugaskan memimpin tim tersebut menggantikan Alexander sekaligus diberikan 100.000 pounds untuk mewujudkan mesinnya. Dia pun merekrut beberapa orang baru, termasuk Joan Clarke, gadis muda yang jenius dalam teka-teki.

Alan dan timnya tidak bisa bekerja dengan baik, hal ini karena Alan adalah orang ‘aneh’ bagi lingkungannya. Tapi, Joan mengajari Alan bagaimana cara bersosialisasi dan disukai oleh anggota tim lainnya. Pada akhirnya, semua anggota tim tersebut termasuk Alexander, yang awalnya membenci Alan, mau membantunya menyelesaikan mesin yang diberinama Christoper tersebut.

Masalah muncul ketika orangtua Joan meminta dia untuk kembali, Joan Clarke adalah gadis muda yang seharusnya punya masa depan cerah. Untuk membuat Joan tetap tinggal, Alan pun melamarnya untuk dijadikan tunangannya.

Alan pun melakukan sedikit perubahan pada Christoper berkat lelucon teman kerja Joan tentang isi pesan Nazi, walau sekedar lelucon, hal tersebut menginspirasi Alan untuk membuat sedikit perubahan yang membuat mesin tersebut bisa memecahkan sandi Enigma dalam waktu sangat singkat.

Sayangnya, walau tim ini berhasil memecahkan Enigma, tapi mereka harus merahasiakannya. Jika militer tau, mereka akan langsung mengubah arah pasukannya, Jerman pun akan curiga dan kemungkinan akan melakukan setting ulang pada Enigma lagi.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, Alan dan timnya melakukan hitung-hitungan agar militer bergerak secara efektif namun tidak membuat Jerman curiga. Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai “Ultra” pada Perang Dunia II.

Setelah tugas mereka selesai, berkas-berkas militer dari Alan Turing dan timnya harus dimusnahkan karena mereka termasuk dalam proyek yang sangat rahasia. Sayangnya, dimasa-masa akhir hidupnya, Alan Turing dihukum karena homoseksual, padahal, di masa itu, homoseksual adalah kejahatan di Britania Raya.


Selain menceritakan kehidupan Alan Turing pada Perang Dunia II serta bagaimana perjalanannya memecahkan Enigma. Film ini juga menunjukan masa-masa sekolah dari Alan serta hubungan spesialnya dengan Christoper, teman sekaligus cinta pertamanya.

Beberapa kritikus mengatakan jika film ini memiliki kekurangan, yaitu tidak menunjukan bagaimana homoseksualitas dari Alan Turing.

Pada masa sekarang, Alan Turing dikenal sebagai Bapak Ilmu Komputer Modern. Apa yang dia hasilnya menginspirasi para ilmuwan untuk membuat “Mesin Turing” atau sekarang lebih dikenal dengan Komputer.

 

 

%d bloggers like this: