Spare Parts, Bagaimana Mengalahkan MIT

Massachusetts Institute of Technology (M.I.T) adalah salah satu sekolah teknik terbaik di Amerika Serikat, bahkan mungkin di dunia. Mereka sudah sering menghasilkan berbagai penemuan baru di bidang elektro dan teknologi serta memenangkan berbagai perlombaan yang terkait dengan itu.

Tapi, bagaimana bisa sekolah teknik ini dikalahkan oleh 4 orang anak SMA yang bermodal $800 dalam sebuah kompetisi robot bawah air???

Spare Parts, Bagaimana Mengalahkan MIT 1

Cerita ini benar-benar terjadi dan pertama kali ditulis di majalah Wired oleh Joshua Davis pada tahun 2004 dimana 4 orang anak SMA dari Carl Hayden High School berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi robot bawah air, dan kalian tau siapa yang diposisi kedua? Ya, M.I.T

Sinopsis Spare Parts (2015) (Spoiler Alert!)

Fredi Cameron adalah seorang teknisi yang melamar pekerjaan sebagai guru pengganti sementara di Carl Hayden High School, dia juga bertanggungjawab atas klub komputer di kelas tersebut. Carl Hayden diceritakan sebagai sebuah sekolah yang “penuh masalah” dimana banyak siswanya merupakan imigran gelap dari Mexico serta tidak fasih berbahasa Inggris.

Oscar Vazquez adalah salah satu siswa di Carl Hayden, sejak kecil dia punya mimpi untuk menjadi tentara. Sayangnya, permasalahan dokumen imigrasi membuatnya kesulitan untuk bergabung dengan tentara Amerika Serikat. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah cara, kompetisi robot bawah air.

Dia menemui Dr. Cameron dan menceritakan tentang ide-idenya. Dia pun mulai merekrut anggota tim. Cristian Arcega, seorang ahli komputer yang sangat pintar. Lorenzo Santillan, si jago elektro yang selalu berpikir out-of-the-box serta Luis Aranda, pekerja keras dan bagian tak terpisahkan dari tim.

La Vida Robot - Spare Parts

Perjalanan awal tim ini tidaklah mulus, selain mereka tidak punya pengalaman ikut lomba serupa sebelumnya, sumber pembiayaan mereka sangatlah terbatas.

“Stinky” pun lahir dengan tubuh yang tersusun kebanyakan dari pipa PVC, sebuah kamera biasa yang diberi pelindung sebagai pengganti kamera bawah air, meteran biasa sebagai pengganti laser pengukur bawah air, serta kotak perkakas sebagai pelindung CPU dan “otak” robot.

Saat hari perlombaan pun tiba, mereka awalnya ingin bersaing di kelas anak SMA. Tapi, mereka kemudian berpikir. “Jika menjadi peringkat terakhir di kelas anak SMA, itu akan memalukan. Tapi, jika menjadi peringkat terakhir di kelas Mahasiswa, itu tidak akan terlalu buruk.”

Siapa sangka, saat demonstrasi robot yang mempengaruhi 70% penilaian, Stinky berhasil menyelesaikan misi terakhir yang tidak berhasil diselesaikan oleh robot M.I.T, walau demikian, nilai mereka masih berada di peringkat keempat.

Spare Parts, Bagaimana Mengalahkan MIT 1

Saat sesi wawancara, kebanyakan dari mereka (anggota tim Carl Hayden) kesulitan, terutama Lorenzo, karena dia tidak fasih berbahasa Inggris serta Luis, karena dia bukanlah tipe yang cepat mengerti. Para juri cukup kaget ketika mendengar bahwa “Stinky” hanya dibuat dengan biaya $800, sementara robot-robot lain menghabiskan lebih dari $5000

Pada malam penganugrahan, Carl Hayden menerima penghargaan istimewa berkat kerja keras mereka. Semua anggota tim berpikir bahwa itu adalah satu-satunya penghargaan yang akan mereka dapatkan. Tapi, ternyata mereka juga mendapatkan peringkat pertama dan mengalahkan M.I.T


Cerita di film Spare Parts memang dibuat lebih dramatis daripada cerita aslinya, tapi namanya juga untuk film. Salah satunya adalah bahwa Fredi Cameron sebenarnya adalah 2 orang yaitu Allan Cameron dan Fredi Lajvardi. Walaupun demikian, cerita aslinya masih tetap kuat tentang bagaimana perjuangan 4 orang siswa SMA ini memenangi kompetisi robot bawah air.

Spare Parts, Bagaimana Mengalahkan MIT 1

Dalam film ini, kita bisa menyaksikan penampilan beberapa aktor dan aktris dengan nuansa latin, seperti George Lopez (sebagai Fredi Cameron) serta pasangan Alexa PenaVega ( sebagai Karla) dan Carlos PenaVega (Oscar). Oh iya, Alexa PenaVega pasti tidak asing bagi kalian yang sering nonton seri film Spy Kids, karena dia berperan sebagai Carmen Cortez.