When Marnie Was There, Satu Lagi Karya Mengesankan Studio Ghibli

Studio Ghibli merupakan salah satu studio animasi yang bisa dikatakan terbaik di Jepang, mengapa? Hal ini karena 8 dari 15 film anime dengan pendapatan terbesar, diproduksi oleh studio ini. Dengan pendapatan tertinggi diraih oleh Spirited Away (2001).

Tahun 2014 lalu, Studio Ghibli merilis film terakhirnya sebelum memutuskan untuk “hiatus” sementara dalam memproduksi animasi. Hal ini juga berkaitan dengan pensiunnya salah satu pentolan mereka, Hayao Miyazaki. Banyak yang beranggapan kalau Miyazaki tidak akan benar-benar “pensiun”, tapi dia sendiri sudah mengungkapkan bahwa dia sudah terlalu tua untuk bisnis ini dan ingin memberi ruang pada animator dan sutradara muda.

Oke, cukup membahas tentang Ghibli dan to the point menuju film terakhir Ghibli sebelum mereka memilih hiatus sementara.

When Marnie Was There, Satu Lagi Karya Mengesankan Studio Ghibli 1

Judulnya adalah When Marnie Was There, diambil dari novel remaja karangan Joan G. Robinson. Novelnya sendiri sudah diterbitkan pada 1967. Hayao Miyazaki sendiri memasukan novel tersebut dalam 50 buku anak-anak yang direkomendasikannya.

(!Spoiler Alert!)

Tokoh utama dalam anime ini adalah seorang anak gadis berusia sekitar 12 tahun bernama Anna Sasaki. Dia tinggal di Sapporo bersama orangtua angkatnya, Yoriko dan suaminya. Pada suatu hari, Anna pingsan karena asmanya kambuh di sekolah. Jadi, orangtuanya memutuskan agar Anna menghabiskan musim panasnya di Kushiro bersama kerabat dari Yoriko, yaitu Setsu dan Kiyomasa Oiwa. Hal ini sekaligus sebagai terapi untuk Anna karena udara disana masih cukup bersih.

anna sasaki

Sampai disana, Anna sangat tertarik dengan sebuah rumah yang tampak terbengkalai. Entah mengapa, rumah tersebut sangat tidak asing baginya. Saat dia mencoba mencari tau, dia justru terjebak di rumah itu karena air pasang. Untungnya, seorang nelayan pendiam bernama Toichi menyelamatkannya dan mengantarnya ke sebrang.

Saat Anna kembali, paman dan bibinya mengatakan kalau rumah itu sudah lama ditinggalkan dan dulunya dimiliki oleh orang asing. Di malam yang sama, Anna bermimpi melihat seorang gadis berambut pirang sedang disisir oleh seorang wanita tua.

Pada malam hari saat festival Tanabata, Anna melakukan “suatu kesalahan” pada teman barunya, dia pun berlari menuju pantai dan mendayung menuju rumah tersebut. Disanalah, Anna bertemu dan bicara pada Marnie. Awalnya, Anna mengira bahwa itu hanyalah mimpi, tapi Marnie meyakinkan bahwa itu bukan mimpi. Keduanya pun berjanji untuk saling menjaga rahasia tentang keberadaan mereka.

Suatu malam, Marnie mengundang Anna ke pesta di rumahnya. Untuk pertama kalinya, Anna melihat rumah itu penuh dengan orang. Marnie menyamarkan Anna sebagai seorang gadis penjual bunga. Saat Marnie asyik menari dengan anak lelaki bernama Kazuhiko, Anna tidak sengaja meminum wine dan menjadi agak mabuk.

When Marnie Was There, Satu Lagi Karya Mengesankan Studio Ghibli 1

Saat pesta sudah usai, Marnie menemui Anna dan mengajaknya berdansa untuk menghiburnya. Anna kemudian ditemukan oleh salah satu tetangganya di samping kantor pos. Keesokan harinya, Anna berusaha kembali ke rumah itu tapi dia tidak bisa menemukan Marnie atau sisa-sisa dari pesta semalam.

Seminggu lamanya, Anna tidak bisa bertemu dengan Marnie. Dia duduk di rawa sambil menggambar rumah yang tampak sangat indah. Dia kemudian bertemu Hisako, seorang wanita tua yang juga menggambar rumah dan rawa tersebut. Hisako mengatakan bahwa salah satu gambar Anna (gambar wajah Marnie) mirip dengan seseorang yang pernah dia kenal. Hisako juga mengatakan bahwa dia harus segera menyelesaikan gambarnya karena rumah tersebut sudah akan selesai di renovasi.

Setelah mendengar hal itu, Anna langsung berlari menuju rumah tersebut, disanalah dia bertemu seorang gadis bernama Sayaka. Sayaka menemukan buku harian Marnie yang ada di salah satu rak di kamarnya, awalnya dia mengira bahwa Anna adalah Marnie. Buku harian tersebut berisi tentang kehidupan Marnie hingga saat dia mengajak seorang gadis penjual bunga ke pesta, lalu sebagian halaman lagi menghilang.

Keesokan harinya, Marnie muncul lagi. Anna memberitahu Marnie tentang “rahasia” yang membuatnya selalu bersedih. Marnie pun mengungkapkan bagaimana dia merasa kesepian karena orangtuanya selalu pergi, bagaimana dia ditinggalkan sendiri bersama pengasuh dan pembantu yang selalu ¬†mem-bully-nya, Marnie juga mengatakan tentang ketakutannya pada lumbung tua diatas bukit.

When Marnie Was There, Satu Lagi Karya Mengesankan Studio Ghibli 1

Anna pun akhirnya ingin membantu Marnie mengatasi ketakutannya akan lumbung tua itu. Saat itulah, Sayaka memberitahu Anna bahwa dia telah menemukan bagian dari buku harian Marnie yang hilang. Sebuah kejadian terjadi di dalam lumbung yang membuat Anna mengira Marnie meninggalkan dan mengkhianatinya.

Sayaka sedang asyik membaca sisa buku harian Marnie saat badai, ketika dia membaca bagian tentang lumbung tua. Dia bergegas mengajak kakaknya untuk menuju lumbung tersebut dan menemukan Anna disana dalam keadaan tak sadarkan diri dan demam.

Anna pun akhirnya sembuh, Sayaka membawakan bagian yang hilang dari buku harian Marnie dan sebuah lukisan yang diberikan oleh Hisako pada Marnie. Mereka pun mencari Hisako yang menceritakan kisah tentang Marnie.

Marnie akhirnya menikah dengan Kazuhiko dan memiliki anak bernama Emily. Kazuhiko meninggal karena sakit saat Emily masih kecil, Marnie yang sedih dan mulai sakit pun akhirnya memilih menyekolahkan Emily di luar negeri. Saat Emily kembali, dia adalah orang yang berbeda. Dia tidak bisa memaafkan Marnie yang dianggap telah mencampakannya.

When Marnie Was There, Satu Lagi Karya Mengesankan Studio Ghibli 1

Emily akhirnya kabur dari rumah dan menikah serta memiliki seorang anak gadis. Sayangnya, Emily dan suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Marnie akhirnya berusaha merawat cucunya yang baru berusia setahun itu, sayangnya, Marnie meninggal setahun kemudian.

Akhir musim panas pun tiba, Yoriko datang untuk menjemput Anna. Yoriko menceritakan tentang dirinya yang menerima uang untuk membesarkan Anna, tapi dengan ataupun tanpa uang tersebut, dia dan suaminya tetap akan menyayangi Anna. Anna sangat senang mendengar hal tersebut karena hal itulah yang selama ini sangat menganggunya.

Yoriko juga memberikan sebuah foto yang merupakan foto dari rumah dipinggir rawa dimana Marnie tinggal. Yoriko berkata bahwa foto tersebut adalah milik nenek dari Anna. Saat Anna melihat tulisan dibalik foto tersebut, dia menyadari bahwa Marnie adalah neneknya.

Setelah saat itu, Anna kembali menjadi gadis yang ceria bahkan memanggil Yoriko sebagai ibunya, bukan sebagai bibi seperti selama ini.


When Marnie Was There, Satu Lagi Karya Mengesankan Studio Ghibli 1

Walaupun bukan benar-benar karya “terakhir” Studio Ghibli, tapi anime ini sangat berkesan. Memiliki pesan-pesan mendalam seperti kebanyakan karya mereka serta petualangan yang sangat menarik. Mungkin dasar ceritanya sederhana, seorang gadis berusia 12 tahun dengan teman imajinasinya. Tapi, When Marnie Was There bukan hanya soal itu.

Jika didalami, film ini mengajarkan bagaimana pentingnya berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana “curhat” bisa sangat membuatmu menjadi orang yang berbeda dan bagaimana persahabatan tidak mengenal batasan.

Kalau boleh berpendapat, penggambaran Marnie dalam film ini sangatlah berhasil. Dia terlihat seperti gadis Eropa yang cantik dan anggun yang tinggal di mansion mewah, bukan sekedar teman imajinasi dari sebuah mansion terbengkalai.