3 Game Online yang Sangat Populer di Luar Negeri tapi Kurang Populer di Indonesia

Beberapa game online sangat terkenal di Indonesia dan memiliki banyak pemain, sebut saja game seperti DOTA 2, Point Blank dan Ayo Dance. Setiap datang ke warnet atau internet cafe, kita akan disuguhi dengan pemandangan bilik-bilik yang diisi oleh orang yang bermain salah satu dari game tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa game online yang sangat populer di luar negeri sana namun anehnya justru kurang populer di tanah air. Padahal, Indonesia sebenarnya merupakan salah satu pasar yang sangat potensial. Jumlah penduduk Indonesia sangat besar, di dominasi oleh kaum muda serta jumlah pengguna internetnya terus bertambah setiap tahun. Jadi, apapun genrenya, entah itu FPS, MOBA, RTS atau game online seperti 12BET yang ingin ‘menguasai’ dunia, game tersebut juga harus mampu ‘menguasai’ Indonesia.

Berikut ini adalah tiga game online yang sangat populer di luar negeri, tapi anehnya, kurang populer di Indonesia

League of Legends

League of Legends Teemo

League of Legends (LOL) dirilis oleh Riot Games pada 2009 lalu yang terinspirasi dari mod untuk game Warcraft 3 berjudul DotA All Star. Sampai saat ini, genre game MOBA di PC hanya didominasi oleh LOL dan juga DOTA 2 dari Valve. Kedua game ini memiliki keunikannya masing-masing. Misalnya, LOL dianggap sebagai game yang lebih ramah terhadap pemain baru dibandingkan DOTA 2. Namun, di sisi lain, DOTA 2 terkenal mampu menyajikan momen-momen yang lebih seru.

Jika bicara tentang statistik, jumlah pemain aktif bulanan dari LOL pernah mencapai 100 juta pemain dengan rata-rata berada diatas 90 juta. Hal ini cukup berbeda jauh dengan DOTA 2 yang pemain aktif bulanannya hanya ada diangka 13 juta pemain. Sementara, untuk urusan kompetisi, DOTA 2 selama beberapa tahun terakhir memang dikenal selalu memberikan hadiah dalam jumlah besar pada setiap kompetisinya dan angkanya pun berbeda jauh dengan turnamen LOL.

Untuk alasan mengapa LOL kalah populer di Indonesia dibandingkan DOTA 2 adalah karena LOL termasuk ‘telat’ dalam masuk ke pasar Indonesia dan masih belum berhasil untuk mengakuisisi para pecinta MOBA untuk move on dari DOTA 2. Walau LOL sudah dirilis pada 2009, namun game ini baru resmi masuk ke Indonesia (punya server sendiri) pada tahun 2013 lalu. Sementara, DOTA 2 sudah ada di Steam sejak 2011.

World of Warcraft

3 Game Online yang Sangat Populer di Luar Negeri tapi Kurang Populer di Indonesia 1

World of Warcraft (WoW) disebut sebagai MMORPG paling populer di dunia. Di puncak kejayaannya, game ini memiliki jumlah pemain mencapai 100 juta akun. Walau hanya didominasi oleh pemain dari Amerika Utara dan Eropa, tapi WoW juga memiliki pemain hampir dari seluruh dunia yang berpartisipasi dalam berbagai event yang diselenggarakan Blizzard selama lebih dari 10 tahun. Yap, WoW adalah satu dari sedikit game online di PC yang bisa bertahan selama lebih dari 10 tahun. Sejak dirilis pada 2004 lalu, game ini telah memberikan banyak momen-momen tidak terlupakan dalam sejarah game online.

Mengapa WoW kurang populer di Indonesia? Pertama, tentu saja karena game ini adalah game berbayar. Apalagi, sistem pembayarannya bukan hanya sekali bayar, tapi juga berlangganan, sebuah konsep yang belum umum untuk para gamer di Indonesia. Berbeda dengan LOL yang berusaha menembus pasar Indonesia dengan melakukan pelokalan pada konten gamenya, Blizzard tidak pernah berfokus untuk masuk ke pasar Indonesia dan itulah faktor lain yang menyebabkan game ini tidak populer di Indonesia.

Warframe

3 Game Online yang Sangat Populer di Luar Negeri tapi Kurang Populer di Indonesia 1

Warframe adalah sebuah anomali di industri video game. Game ini dipublikasikan secara indie dan hampir setiap tahun selalu memberikan konten-konten yang lebih baik. Bahkan, komunitasnya cukup besar hingga bisa menyelenggarakan konferensi tahunan yang disebut sebagai TennoCon. Sama seperti WoW, Warframe memang didominasi oleh pemain asal Amerika Utara dan Eropa, tapi di Indonesia sendiri, komunitas pemain untuk game ini terbilang cukup banyak.

Hal yang aneh sebenarnya melihat Warframe tidak populer di Indonesia. Pertama, game ini gratis dan sudah bisa dimainkan baik di konsol maupun PC. Kedua, game ini tidak memiliki mekanisme Pay-to-Win, semua item yang bisa dibeli dengan uang sungguhan hanya bersifat kosmetik yang tidak mempengaruhi permainan secara keseluruhan. Digital Extreme selaku developer dan publisher memang tidak punya banyak sumber daya untuk fokus memasuki pasar tertentu, jadi tidak heran jika Warframe belum begitu populer di Indonesia saat ini. Tapi, dengan dukungan dari komunitasnya, siapa tau apa yang bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Itulah tiga game online yang begitu populer di luar negeri namun masih belum begitu populer di Indonesia. Ada banyak alasan mengapa game tersebut tidak populer di Indonesia. Mulai dari kalah bersaing dengan game dari genre sejenis, ketidakcocokan dengan pasar Indonesia hingga memang developer dan publishernya yang tidak berfokus untuk menembus pasar Indonesia.