Tipe-Tipe Teman di Kampus

Di awal-awal masa perkuliahan, biasanya banyak mahasiswa baru yang akan berusaha mencari teman-teman baru untuk menemani masa studi mereka selama beberapa tahun ke depan. Tapi, tolong garis bawahi, teman pertama yang kamu ajak kenalan di masa kuliah, belum tentu akan menjadi sahabatmu. Di sisi lain, teman yang baru kamu ajak kenalan saat menjelang akhir masa studi bisa saja menjadi sahabatmu untuk puluhan tahun ke depan.

Hampir di kampus manapun, kamu bisa menemukan tipe-tipe teman kampus seperti dibawah ini. Kehidupan kampus tentu berbeda dengan masa-masa di sekolah menengah, kini kamu sudah lebih dewasa dan sudah seharusnya lebih bijak lagi dalam pertemanan. Oke?

Si Tukang Belajar

Mahasiswi Belajar

Tipe teman yang satu ini akan paling susah kalau mau diajak hang out, dia selalu punya saja alasan, ngerjain tugaslah, mau belajarlah, mau beli bukulah. Terkadang, alasan tersebut memang benar adanya, tapi tidak jarang alasan tersebut hanya karena dia malas hang out.

Mereka juga biasanya punya visi dan misi yang sangat jelas untuk kehidupan akademisnya. Misalnya, mendapatkan nilai A++ untuk mata kuliah Neuromuskuloskeletal. Tapi, jika kamu memiliki masalah dalam memahami materi perkuliahan atau sekedar mau mencari referensi copy-paste tugas, mereka adalah teman yang paling bisa diandalkan.

Si Tukang Main

Party Girl

Mereka yang termasuk dalam golongan ini sangat cocok jika kamu tanyakan referensi tugas tempat hang out yang seru. Berkebalikan dengan si tukang belajar, tipe si tukang main ini sangat menyenangkan untuk diajang hang out bahkan terkadang mereka akan mengajakmu bolos kuliah untuk hang out bareng.

Anggota si tukang main biasanya memiliki beberapa alasan untuk tidak mengutamakan kuliah, seperti sudah mapan sejak awal, ingin menikmati masa muda atau memang dasarnya malas kuliah. Nah, disinilah kamu harus bijak, hang out boleh banget, tapi ingat kewajibanmu untuk menyelesaikan kuliah demi orangtua dan terutama demi dirimu sendiri. Oke?

Teman Bule

jannina w

Kalau kamu pernah punya kesempatan untuk mengikuti program beasiswa atau pertukaran mahasiswa ke luar negeri atau kuliah di Universitas yang menerima mahasiswa asing, maka kamu akan punya kesempatan untuk memiliki teman mahasiswa asing (bule).

Jika kamu memiliki teman mahasiswa asing ini karena alasan pertama, maka kalian bisa saja menjadi teman seumur hidup dan akan saling mengunjungi jika situasi memungkinkan. Jika kamu memiliki teman bule karena alasan kedua, maka kamu bisa menjadi tuan rumah yang baik dan mengenalkan daerahmu padanya.

Memiliki teman mahasiswa asing akan memberi manfaat pada pribadimu, wawasanmu tentang dunia akan semakin luas, dan semakin sering kamu berbincang dengan dia (atau mereka), selain skill bahasa asingmu akan semakin baik, pikiranmu juga akan semakin terbuka.

BFF

Sahabat

Beruntunglah kamu jika bisa menemukan seorang sahabat saat masa kuliah, seorang sahabat yang akan selalu ada entah kapanpun kamu membutuhkan dia. Sahabat bisa saja kamu temukan saat awal masa kuliah atau bahkan hanya beberapa hari sebelum wisuda. Dia bisa saja merupakan teman satu fakultas yang kebetulan satu rumah kost dengan kamu, atau seseorang dari fakultas lain yang berasal dari luar kota.

Persahabatan saat masa kuliah biasanya akan berlangsung sampai puluhan tahun lamanya, karena pada masa kuliah, secara umum seseorang sudah menemukan jati dirinya dan bisa mengatasi segala masalah dengan lebih bijak dibanding saat masa sekolah.

Teman yang Enggak Asyik

Kekasih Joker

Mereka yang masuk dalam kategori ini biasanya bersifat relatif, terkandung tipe teman seperti apa yang paling tidak kamu sukai. Beberapa orang tidak menyukai teman yang selalu terlambat di setiap perkuliahan, beberapa tidak menyukai teman yang tidak tau batasan-batasan pribadi (over-kepo), adapula beberapa orang yang tidak suka dengan teman yang selalu copy-paste tugas dan sebagainya.

Bagaimana menyikapinya? Mau tidak mau, minimal selama 4 tahun kamu akan sering melihat dia, apalagi jika kamu memiliki banyak jadwal kuliah yang sama dengan dia. Sebenarnya mudah menyikapinya, cuek saja. Tapi, kalau kamu rasa sudah keterlaluan, bicaralah. Ingat, kamu adalah mahasiswa, ada kata “Maha” di depan kata “Siswa” dalam sebutanmu. Bicara dengan sopan, sikapi dengan bijak.

%d bloggers like this: