Review In the Heart of the Sea, Drama Perburuan Paus

Dalam beberapa kartun atau karya seni lain seputar laut, sering muncul sosok ikan paus raksasa yang mampu menenggelamkan kapal dan menjadi sebuah legenda. Kisah tersebut sesungguhnya benar-benar pernah terjadi pada tahun 1820 dan akhirnya menginspirasi salah satu novel tentang laut terbaik dan terlaris sepanjang sejarah, Moby Dick.

Buku biografi-drama berjudul In the Heart of the Sea yang ditulis oleh Nathaniel Philbrick tahun 2000 menceritakan bahwa Herman Menville, penulis dari novel Moby Dick sangat terinspirasi dari cerita seorang kru selamat yang kapalnya ditenggelamkan oleh seekor ikan paus sperma raksasa.

Sinopsis In the Heart of the Sea

(spoiler alert!)

Tahun 1850, Herman Menville mendatangi Thomas Nickersen, menawarkan sejumlah uang ditukar dengan cerita yang dia miliki. Nickersen awalnya menolak, tapi karena desakan sang istri, dia akhirnya mau bercerita.

Tahun 1820, sebuah perusahaan perburuan paus di Nantucket akhirnya telah selesai memperbaiki salah satu kapal mereka yang dianggap paling beruntung, sebuah kapal tua bernama Essex. Perusahaan ini memerintahkan George Pollard Jr. untuk menahkodai kapal ini dibantu oleh Owen Chase sebagai kru utama (kepala para kru kapal). Dalam kapal tersebut juga ikut seorang kru kabin berusia 14 tahun bernama Thomas Nickersen.

Walau Pollard dan Chase awalnya tidak akur, mereka mengenyampingkan ego demi reputasi yang telah dimiliki masing-masing. Sayangnya, setelah berhasil pada perburuan pertama, mereka menghadapi 3 bulan tanpa hasil. Akhirnya, mereka berpindah dari Samudra Atlantik menuju Samudra Pasifik demi hasil yang lebih baik.

Di wilayah Atacames, Ekuador, Pollard dan Chase mendengarkan sebuah cerita dari seorang kapten kapal yang menemukan sebuah wilayah penuh paus, 2000 mil dari pesisir di Samudra Pasifik. Sayangnya, kapal sang kapten dihancurkan oleh seekor paus dan menyebabkan 6 kru kapalnya meninggal.

Mendengar kabar itu, Essex akhirnya menuju tempat yang dimaksud dan berjudi dengan nasib. Tapi, nasib baik berpihak pada mereka, cerita sang kapten ternyata benar. Sayang, saat mereka sedang berburu paus, kapal mereka ditabrak dan akhirnya dihancurkan oleh seekor ikan paus raksasa.

Essex pun harus ditinggalkan dan dibiarkan tenggelam, sementara para kru-nya berjuang untuk bertahan hidup menempuh ribuan mil menuju daratan. Ternyata sang paus masih belum puas dan terus mengejar kru yang tersisa, saat itulah mereka sampai di sebuah pulau kecil.

Awalnya mereka ingin menunggu hingga ada kapal yang lewat, namun Chase menemukan tengkorak dari orang-orang yang sudah terdampar di pulau tersebut lebih dulu. Sebagian dari mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan apa yang tersisa, tapi sebagian lagi memilih untuk tinggal.

Nickersen menghentikan ceritanya dan terbawa sedih, istrinya meyakinkan dia untuk melanjutkan cerita. Ada tiga sekoci kecil yang memilih untuk meninggalkan pulau. Dua sekoci terus bersama, sementara satu lagi hilang dan demi bertahan hidup, mereka melakukan kanibalisme.

Sang paus rupanya masih mengejar, tapi kali ini, Chase tidak melakukan apapun dan paus itu pun akhirnya meninggalkan mereka. Sekoci milik Pollard diselamatkan oleh sebuah kapal yang melintas, sementara sekoci Chase berhasil sampai di sebuah pelabuhan, total selama lebih dari 90 hari mereka mengambang di lautan.

Saat kembali ke Nantucket, perusahaan meminta Chase dan Pollard merahasiakan penyebab tenggelamnya kapal. Chase menolak hal tersebut dan membuat Pollard berubah pikiran dan ikut serta menolak. Pada akhirnya, Chase menjadi nahkoda kapal dagang, Pollard kembali memburu paus raksasa tersebut hingga pensiun dan Nickersen pindah ke kota lain demi mengadu nasib.


 

Film ini berhasil menghadirkan adegan pemburuan paus tahun 1800-an yang sangat epik dan penggambaran kapal pemburu paus yang keren, namun hanya dua hal itulah yang keren dari gambar/adegan di film ini. Sisanya terlalu dipenuhi oleh CGI yang berlebih dan menghilangkan keasliannya.

In the Heart of the Sea sebenarnya diisi oleh nama Chris Hemsworth, pemeran Thor di film-film Marvel. Walau aktingnya juga keren di film ini, tapi ‘kutukan’ Mjolnir sepertinya masih melekat padanya. Sang Sutradara pun, Ron Howard, bukanlah nama sembarangan dan pernah bekerjasama dengan Hemsworth pada film Rush tahun 2013 lalu.

Buat kamu yang suka dengan film bernuansa laut, atau mau tau kisah yang menginspirasi novel Moby Dick, film ini bisa menjadi jawaban yang tepat. Untuk para pecinta kapal-kapal layar pun sepertinya akan cukup terhibur dengan film ini.

%d bloggers like this: