Ethereum Senilai 2 Triliyun Terancam Terkunci Selamanya

Crypto-currency dan teknologi Blockchain mungkin merupakan salah satu teknologi yang paling booming di tahun 2017. Nilai dari berbagai mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum meningkat hingga lebih dari 3000% hanya dalam satu tahun. Banyak orang optimis bahwa ini adalah mata uang masa depan, tapi ada pula yang pesimis bahwa ini hanyalah sebuah ‘bubble’ yang hanya perlu menunggu waktu untuk meletus.

Terlepas dari hal tersebut, berita kurang menyenangkan datang dari Ethereum, salah satu mata uang digital dengan nilai tertinggi setelah Bitcoin.

Ethereum Senilai 2 Triliyun Terancam Terkunci Selamanya 1

Jadi, cerita ini bermula pada 19 Juli 2017 dimana sekelompok hacker berhasil mencuri Ethereum senilai 400 Milyar Rupiah dari Parity, penyedia layanan wallet Ethereum. Beruntungnya, ada sekelompok hacker lain yang menyebut diri sebagai “White Hat Hacker” yang berhasil membantu mengamankan Ethereum dengan nilai lebih dari 1 Triliyun Rupiah dan mengembalikannya kepada Parity. Kejadian pencurian ini terjadi karena bug yang terdapat pada multi-sig wallet milik Parity, wallet yang memerlukan kode dari beberapa orang untuk bisa melakukan transaksi.

Parity telah menambal celah keamanan ini pada 20 Juli 2017, sayangnya, perbaikan ini ternyata juga memiliki bug. Pada 6 November 2017, seseorang, kemungkinan besar seorang developer, mungkin secara tidak sengaja memodifikasi beberapa baris kode yang dampaknya membuat kode yang seharusnya digunakan untuk membuka multi-sig wallet tidak bisa digunakan. Dampaknya, lebih dari 500.000 Ethereum senilai kurang lebih 2 Triliyun Rupiah terancam terkunci selamanya di dalam wallet tersebut dan tidak bisa dipindah atau digunakan.

Seorang user di Github yang memakai username “devops199” diduga merupakan ‘aktor’ dari kejadian ini. Dia mengaku sebagai seorang newbie (orang baru) dalam dunia Ethereum. Dia mengaku awalnya menemukan bug pada multi-sig wallet milik Parity yang justru berujung pada kejadian ini.

Ethereum Senilai 2 Triliyun Terancam Terkunci Selamanya 1

Saat dimintai keterangan, “Whiter Hat Hacker” mengatakan bahwa Ethereum yang berhasil mereka amankan pada bulan Juli 2017 lalu semuanya aman dari kemungkinan terkunci di wallet tersebut dan mengaku saat ini mereka sedang berfokus memeriksa blockchain sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Menurut beberapa pihak, ada sebuah cara untuk mengambil kembali dana tersebut yaitu melakukan hardfork, sebuah teknik ekstrim yang mengubah blockchain sehingga benar-benar berbeda dari versi sebelumnya. Sayangnya, masalah pada hardfork bukanlah secara teknologi, tapi secara politik. Hardfork sangat mungkin dilakukan, sayangnya, hal ini berpotensi mengancam nilai Ethereum itu sendiri. Melakukan hardfork memiliki kemungkinan membuat nilai Ethereum anjlok di pasaran karena dianggap tidak aman dan tidak stabil.

Ethereum pernah melakukan hardfork pada 2016 lalu saat terjadi peretasan pada “The DAO”. Sayangnya, banyak orang yang menyamakan tindakan tersebut seperti ‘bailout’ yang dilakukan bank sentral untuk menyelamatkan bank lain. Ethereum dianggap oleh banyak orang bukan merupakan sumber masalahnya, mata uang digital ini sudah berjalan sebagai mana mestinya, sehingga banyak orang yang tidak setuju jika Ethereum akan melakukan hard fork lagi untuk kejadian ini. Kejadian-kejadian seperti ini dianggap merupakan kesalahan dari pihak lain seperti Parity dan bukan Ethereum itu sendiri.

Kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh Ethereum Foundation, Vilatik Buterin selaku founder Ethereum dan komunitas Ethereum itu sendiri.