4 Tahap Tumbuh Kembang Bayi yang Wajib Diketahui Orangtua

Anak adalah salah satu anugerah terindah bagi setiap orangtua. Melihat seorang anak tumbuh dari bayi mungil menjadi sosok dewasa yang matang adalah suatu pengalaman yang tidak ternilai harganya. Tapi, sebelum bisa melihat anak tumbuh menjadi orang dewasa, ada tahap-tahap tumbuh kembang yang harus dilaluinya, dimulai dari sejak bayi.

Tumbuh kembang bayi adalah sesuatu yang sangat penting secara jangka panjang, tidak heran jika banyak orangtua begitu fokus dan mencurahkan perasaannya secara penuh ada tahap tumbuh kembang ini. Tidak salah memang, karena dengan perhatian yang tepat, anak bisa tumbuh menjadi sosok yang hebat di masa mendatang.

Berikut ini adalah tahap-tahap tumbuh kembang bayi

tumbuh kembang bayi

Usia 0 – 3 Bulan

Pada usia ini, bayi biasanya baru akan mulai belajar mengontrol otot-otot yang ada di tubuhnya, dengan kata lain, mulai belajar begerak. Beberapa bagian tubuh yang biasanya menunjukkan perkembangan pesat pada tahap ini adalah otot leher, tangan dan kaki. Si kecil akan mulai belajar dan berusaha mengangkat dan menopang kepalanya dengan lehernya sendiri, bayi tentu akan banyak memerlukan bantuan orangtua terutama ibu pada tahap awal ini.

Selain itu, bayi akan memberikan sinyal-sinyal ketika menginginkan untuk meraih sesuatu dengan tangannya. Si kecil juga akan mulai berusaha menggenggam dan meraih benda-benda kecil di sekitarnya, terutama yang ‘diberikan’ oleh orangtua, seperti rambut sang ibu. Otot kakinya juga akan menunjukkan sinyal-sinyal mulai aktif bergerak.

Usia 3 – 9 Bulan

Pada tahap ini, orangtua harus punya pengetahuan yang baik mengenai apa itu perkembangan motorik halus dan motorik kasar. Istilah ini mungkin sudah sering dibaca atau didengar oleh banyak orangtua di artikel seputar parenting atau bahkan iklan susu formula.

Motorik kasar biasanya ditunjukkan dengan si kecil yang sudah mampu mengangkat dan menahan kepalanya sendiri selama beberapa saat, dia juga mulai belajar merangkak dan mungkin saja aktif berguling-guling ke kanan dan ke kiri. Motorik kasar sangat penting untuk ‘dilatih’ agar si kecil tidak malas untuk belajar berjalan kelak. Cara melatihnya tentu bisa berbeda-beda untuk setiap anak dan orangtua, tapi usahakan agar ‘latihan’ tersebut terasa menyenangkan seperti bermain.

Untuk motorik halus, satu kebiasaan yang ditemui hampir di semua bayi yaitu mulai memasukkan benda-benda ke dalam mulut. Hal ini menandakan bahwa si anak sudah mulai pintar menggunakan kedua tangan dan jari-jarinya untuk meraih dan menggenggam. Memasukkan benda tersebut ke dalam mulut adalah salah satu cara dia untuk ‘mengenali’ benda tersebut. Pada tahap ini, peran orangtua sangat penting agar si anak tidak memasukkan benda-benda yang tidak diinginkan ke dalam mulutnya.

Menjelang akhir masa tumbuh kembang ini, si kecil akan menunjukkan semangat untuk mulai belajar berjalan dan mulai aktif belajar mengenali benda-benda yang ada di sekitarnya, biasanya dimulai dengan mengenali makanan yang diberikan padanya.

Usia 9 – 12 Bulan

Tahap tumbuh kembang ini biasanya yang paling melelahkan bagi orangtua, karena si kecil ‘tidak akan bisa diam’. Dia akan sangat semangat untuk merangkak dan belajar berjalan dengan kedua kakinya. Peran orangtua sangat penting untuk menemani sekaligus mengajari cara berjalan pada si anak.

Secara motorik halus, bayi tidak hanya bisa menggenggam benda saja, tapi sudah mulai lihai mengontrol otot jari-jari tangannya, misalnya menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk benda berukuran kecil. Jangan heran jika pada tahap ini, si bayi juga akan sering mengambil, membuang dan menjatuhkan benda-benda yang bisa diraihnya. Jadi, sekali lagi, peran orangtua untuk mengawasi sangatlah diperlukan.