H1Z1 Menjadi Free-to-Play Hanya 8 Hari Setelah Keluar dari Early Access

Posted on

H1Z1 adalah sebuah game yang memulai masa Steam Early Access pada awal tahun 2015. Game ini awalnya berfokus pada genre battle royale dan open world. Setelah selama kurang lebih 3 tahun di masa Early Access, game ini akhirnya mendapat versi 1.0 (dirilis) pada 28 Februari 2018. Menariknya, hanya 8 hari setelah dirilis resmi dan keluar dari Early Access, game ini sekarang digratiskan.

Saat masa-masa Early Access, developer DayBreak memiliki beberapa mode untuk H1Z1 seperti mode battle royale survival dan open-world survival seperti DayZ. Ditengah jalan, akhirnya game ini dipecah menjadi dua yaitu, H1Z1 : King of The Kill dan H1Z1 : Just Survive. King of The Kill berfokus pada mode battle royale survival dan dalam proses pembuatannya dibantu oleh Brendan Greene yang dikenal sebagai “PlayerUnknown”, desainer game dari PUBG. Sementara, H1Z1 : Just Survive berfokus pada mode open-world survival. Masih dalam proses pengembangan, H1Z1 : King of The Kill akhirnya berganti nama menjadi H1Z1 sementara H1Z1 : Just Survive kini hanya menggunakan nama Just Survive.

Selama 5 bulan terakhir (pertengahan 2017 – awal 2018), H1Z1 dilaporkan sudah kehilangan sekitar 90% pemain aktifnya. Tapi, hal ini tidak menghalangi sang developer untuk merilis H1Z1 ditambah dengan mode baru yaitu Autoroyale. Autoroyale merupakan mode battle royale menggunakan kendaraan, dimana satu kendaraan (satu tim) terdiri dari 4 pemain yang akan bekerjasama untuk mengalahkan kendaraan (tim) lain. Mode ini melibatkan beberapa elemen arcede seperti papan lompat dan sebagainya.

Bukan hanya mode baru, DayBreak pun merilis pengumuman mengenai H1Z1 Pro League (H1PL) yang akan dimulai pada bulan April 2018 dan akan berlangsung di Las Vegas dan bekerjasama dengan Facebook sebagai partner live stream.

Langkah DayBreak untuk menggratiskan H1Z1 hanya 8 hari setelah perilisan sebenarnya bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh Anthony Castoro, General Manager dari DayBreak pada situs berita Polygon yang mengatakan H1Z1 tidak akan bertransisi menjadi Free-to-Play dalam waktu dekat. Tentu hal ini juga mendapat respon negatif dari komunitas H1Z1 yang mendukung game ini selama masa Early Access dengan membayar sebesar $19.99, bahkan banyak pemain yang meminta refund.

Tapi, kenapa H1Z1 melakukan ini semua?

Diakui atau tidak, salah satu penyebabnya adalah kepopuleran yang didapatkan oleh PUBG dan mungkin Fortnite. Dalam deskripsinya di Steam, H1Z1 menuliskan deskripsi “Play the Battle Royale game that started it all.” yang seakan berusaha mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali memulai konsep Battle Royale yang kemudian digunakan sebagai mode game utama PUBG dan Fortnite.

Mereka juga bereksperimen dengan mode Autoroyale yang sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru pula. Tapi, apa yang terpenting sebenarnya adalah H1Z1 Pro League. Dengan keluar dari Early Access, H1Z1 bisa memulai liga esport profesional mereka dan bisa mengklaim menjadi yang game battle royale pertama yang memiliki liga profesional. Pencapaian inilah salah satu tujuan utama dari H1Z1 keluar dari Early Access dan mengapa digratiskan? Untuk membuat lebih banyak orang bisa memainkan H1Z1 dan mungkin meningkat jumlah penonton liga profesionalnya.

Gravatar Image
Seorang blogger, penulis cerita fiksi dan MAHASISWA (Jangan dipanggil "Pak") . Penikmat musik, pemain video game, penggemar jalan-jalan dan pemburu makanan enak berharga murah.