X
    Categories: Lifestyle

Mengenali dan Menghentikan Information Overload

Kehadiran internet tidak hanya mempermudah kita dalam memperoleh informasi tapi juga membuat sebagian besar dari kita mengalami information overload. Semakin hari, informasi yang terdapat di internet semakin banyak. Setiap harinya, kita mendapat semakin banyak informasi berkualitas yang ujung-ujungnya membuat kita menginginkan lebih banyak informasi lagi. Dan, semakin banyak informasi yang kita konsumsi, kita semakin kelewat batas.

Waktu terbaik untuk mengenali dan menghentikan information overload adalah sekarang juga. Untuk itu, pertama-tama kita harus mengetahui apa itu information overload, apa dampaknya dan bagaimana menghentikannya.

Apa itu Information Overload?

Faktanya, tidak ada yang salah jika semakin hari, jumlah informasi yang dipublikasikan secara online bertambah banyak. Satu-satunya masalah ada pada kualitas dari informasi tersebut yang semakin baik. Saat kita ‘melihat’ informasi yang dibuat setengah hati dan tidak tertata, maka kita akan langsung menutupnya. Sebaliknya, saat kita melihat sesuatu (judul atau gambar) yang menarik bahkan luar biasa, tentu kita tertarik untuk mengetahui lebih jauh dan mengkonsumsi informasi tersebut.

Tidak peduli topik apa yang benar-benar kita pribadi sukai, selalu ada ratusan bahkan ribuan informasi baru yang dipublikasi di internet setiap harinya. Belum lagi informasi dari forum, media sosial dan bentuk lain seperti video YouTube. Jumlah informasi berkualitas di internet saat ini sangat banyak hingga hampir mustahil untuk mengkonsumsi semuanya.

Saat kita tidak waspada, suatu hari kita akan tanpa sengaja membaca artikel ke 30 dari sebuah blog tanpa alasan yang jelas.

Dampak buruk dari Information Overload

Information overload membuat kita berhenti melakukan hal lainnya, termasuk hal-hal produktif. Itulah masalah terbesarnya.

Saat kita berusaha mengkonsumsi sebanyak-banyaknya informasi setiap harinya, kita akan mulai menyadari bahwa sebanyak apapun waktu yang digunakan untuk membaca artikel, menonton video atau mendengarkan podcast selalu ada informasi baru yang muncul seakan tidak terbatas. Pada akhirnya, kita jadi mengkonsumsi terlalu banyak informasi dan melakukan terlalu sedikit hal lainnya.

Menghentikan Information Overload

Tetapkan Target

Jika kita tidak menetapkan target apapun, maka hidup ini hanya akan berjalan begitu saja dan menganggap hal-hal baru yang kita temui sebagai sebuah tujuan. Menetapkan target dalam hidup tidak hanya menghentikan information overload, tapi juga bisa bermanfaat bagi kehidupan kita secara menyeluruh.

Target yang dimaksud disini bukan sesuatu seperti “kaya raya”, “punya dua anak” atau “punya rumah sendiri”, melainkan target yang harus dicapai dalam waktu dekat, misalnya dalam sebulan atau dalam setahun paling lama. Dengan memiliki sesuatu yang ingin dicapai dalam hidup, kita akan lebih fokus dalam melakukan sesuatu untuk mencapainya dibanding melakukan hal-hal lainnya.

Lebih Selektif dengan Informasi

Dengan memiliki target, rencana dan kegiatan yang jelas, kita bisa menggunakan hal-hal tersebut dalam memilah informasi. Jika sebuah informasi dirasa tidak ada guna dan manfaatnya bagi target yang ingin dicapai, tutup! Informasi tersebut tidak diperlukan untuk saat ini.

Jika ternyata informasi tersebut memiliki manfaat untuk tujuan kita, tanyakan beberapa hal ini kepada diri sendiri:

  • Apakah saya bisa memanfaatkan informasi ini dalam waktu dekat?
  • Apakah informasi ini bisa mengubah usaha dan tindakan yang akan saya kerjakan?
  • Apakah informasi ini membuat saya harus melakukan sesuatu sekarang juga?

Jika informasi tersebut ternyata tidak bisa dimanfaatkan dalam waktu seminggu, maka tutuplah atau tandai saja untuk saat ini. Konsumsilah hanya informasi yang berguna dan bermanfaat bagi tujuan yang ingin dicapai. Konsumsilah informasi dalam dosis meminimal mungkin dan hanya yang bermanfaat saja.

Jangan Menunda dengan Mengkonsumsi Informasi Berlebihan

Salah satu alasan seseorang mengkonsumsi informasi berlebihan adalah karena dia ingin menunda-nunda. Dengan membaca artikel terkait atau menonton video berikutnya, kita sering merasa sedang ‘bekerja’ dan melakukan sesuatu yang bermanfaat – kita sedang belajar, kita merasa lebih pintar dengan mengkonsumsi lebih banyak informasi.

Itu hanya pembenaran yang kita lakukan pada diri sendiri. Padahal sebenarnya kita hanya sedang menunda-nunda. Kita sedang tidak ingin melakukan hal-hal yang harus diselesaikan, jadi kita memilih melakukan hal lain. Meyakinkan diri sendiri bahwa ‘hal’ tersebut sama pentingnya.

Kesimpulan

Information overload bisa menjadi masalah serius yang menurunkan produktivitas dan performa setiap orang yang tidak awas terhadap masalah ini. Cara mengatasinya pun sebenarnya cukup mudah, yaitu buatlah rencana dan target lalu fokus pada hal tersebut. Konsumsilah informasi yang penting bagi target tersebut dan lupakan sejenak hal lainnya.

Kapan kita boleh mengkonsumsi informasi lainnya? Saat kita tidak sedang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan target yang ingin dicapai. Jangan pula menggunakan waktu berlibur untuk mengkonsumsi informasi yang tidak penting, lebih baik, nikmati saja liburan Anda.

Ari Kurniawan :Seorang blogger, penulis cerita fiksi dan MAHASISWA (Jangan dipanggil "Pak") . Penikmat musik, pemain video game, penggemar jalan-jalan dan pemburu makanan enak berharga murah.