4 Sifat Lelaki yang Membuatnya Tidak Pantas Punya Pasangan

Mencari pasangan yang tepat bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan terkadang kita harus melakukan banyak ‘investasi’ sebelum bisa menemukan ‘the one’. Misalnya berinvestasi ke penampilan agar tampil lebih baik, investasi di bidang pendidikan dan keterampilan dan investasi waktu dan tenaga tentunya. Namun, saat kita merasa sudah menemukan ‘the one’ pun, terkadang hal itu bisa saja salah dan hubungan berakhir di tengah jalan.

Menjalin hubungan asmara adalah sebuah proses yang dijalani berdua, jika hanya satu pihak yang berusaha untuk menjadi lebih baik sementara pihak satunya tidak mau berubah, maka lebih baik hubungan itu diputuskan saja. Untuk para perempuan yang membaca tulisan ini, berikut ini adalah beberapa sifat laki-laki yang seharusnya membuatnya pantas tidak memiliki pasangan.

Tidak Menghargai Janji dan Banyak Alasan

4 Sifat Lelaki yang Membuatnya Tidak Pantas Punya Pasangan 1

Janji adalah kesepakatan yang dilakukan berdua, saat seseorang sudah berjanji, maka dia sudah bersedia kehilangan waktunya untuk melakukan hal lainnya demi memenuhi janji tersebut. Jika seorang lelaki sering mengingkari janji yang sudah dibuat sebelumnya, apalagi demi hal sepele seperti mabar Fortnite atau nobar sama tetangga, maka sudah seharusnya dia ditakdirkan sendiri hingga bisa mengubah sifat tersebut.

Datang terlambat saat sudah berjanji atau tidak mau menunggu ketika pasangan hanya sedikit terlambat juga sifat buruk lelaki yang tidak pantas memiliki pasangan. Jika janji sederhana seperti makan malam bersama atau nonton film di bioskop saja sudah tidak dihargai, bagaimana dengan janji suci pernikahan nantinya?

Lelaki yang suka banyak alasan juga sebaiknya tidak dipertahankan. Umumnya, secara alam bawah sadar, lelaki yang banyak alasan selalu ingin diperlakukan bagai raja yang setiap kemauannya harus dituruti dan tidak mau mendengarkan pendapat apalagi kemauan orang lain, termasuk pasangannya.

Pelit

4 Sifat Lelaki yang Membuatnya Tidak Pantas Punya Pasangan 1

Selalu memanjakan pasangan dengan materi terkadang memang membuat hubungan jadi tidak sehat, tapi tidak pernah memanjakan dan membahagiakan pasangan juga bukan pertanda hubungan yang baik. Lelaki yang pelit biasanya juga punya banyak alasan untuk tidak menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang dianggapnya ‘tidak penting’. Padahal, kadang-kadang hal ‘tidak penting’ itu bisa membuat pasangan jadi bahagia.

Memang, kebahagiaan tidak selalu bisa diukur dengan materi dan seberapa sering kita dan pasangan menghabiskan waktu berdua di luar. Namun, laki-laki tidak semestinya terlalu perhitungan dengan wanitanya, apalagi jika di sisi lain dia dengan begitu mudahnya mengeluarkan uang untuk hal-hal lainnya.

Di sisi lain, poinhal ini tidak bisa dijadikan pembenaran oleh wanita ketika kekasihnya jarang memanjakan mereka. Lihat juga apa pekerjaannya, apa saja pengeluarannya, apalagi jika dia merupakan tulang punggung keluarga. Intinya, kenali dan pahami pasanganmu dengan sebaik-baiknya, bukan hanya sifat dan sikapnya, tapi juga ekonominya.

Membuat Hubungan ‘Jauh’ dari Keluarga

4 Sifat Lelaki yang Membuatnya Tidak Pantas Punya Pasangan 1

Saat lelaki mengajak jalan keluar dan hanya menjeput sampai dengan rumah apalagi hanya sampai depan gang, dan saat pulang pun hanya diantar sampai tempat yang sama, maka dia adalah tipikal laki-laki pengecut. Apapun alasannya, lelaki yang baik akan dengan senang hati datang ke rumah, menemui orangtua, memperkenalkan diri dan minta ijin untuk mengajak pergi. Saat pulang pun, dia akan mengantar sampai rumah, memberi penjelasan jika memang pulang terlalu malam dan pamit dengan baik-baik. Itu baru laki-laki gentle.

Sebaliknya, lelaki yang baik juga akan dengan senang hati memperkenalkan kekasihnya pada keluarganya. Memperkenalkan kekasih pada keluarga bukan serta merta berarti meminta restu untuk menikah tapi ini adalah bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap pasangannya.  Kalau misalnya sedang tinggal jauh dari keluarga bagaimana? Jaman sudah canggih, kan bisa pakai video call!

Egois

4 Sifat Lelaki yang Membuatnya Tidak Pantas Punya Pasangan 1

Bukan karena “Perempuan selalu benar” sehingga laki-laki tidak boleh egois. Baik itu laki-laki maupun perempuan, dalam sebuah hubungan, sudah seharusnya untuk tidak egois dan mau mendengarkan pasangannya. Egois adalah salah satu sifat buruk yang ada baiknya untuk ditekan oleh kedua pihak saat sudah membuat komitmen. Egois akan membuat urusan sepele menjadi berkepanjangan dan benar-benar merugikan.

Setiap wanita juga tentu ingin dinomorsatukan oleh pasangannya, tapi jika lelaki justru menomorsatukan orang lain seperti temannya atau bahkan wanita lain, lebih baik hubungan diakhiri saja. Lelaki egois seperti itu tidak akan memprioritaskan pasangannya dan akan meninggalkan pasangannya untuk melakukan hal sepele yang menurutnya penting bersama orang yang diprioritaskannya.

Tapi, sama seperti poin sebelumnya, hal ini tidak bisa dijadikan pembenaran oleh para perempuan untuk menuntut seluruh waktu dan perhatian dari pasangannya hanya untuk dia. Laki-laki juga harus diberikan ruang dan waktu untuk bersama keluarga, menjalankan hobinya dan tetap bersosialisasi bersama teman-temannya. Minta prioritas boleh, posesif jangan!


Kesimpulan untuk wanita yang membaca tulisan ini, jadikan ini sebagai bahan pertimbangan sebelum atau saat menjalani hubungannya. Sifat buruk seseorang tidak bersifat mutlak dan bisa diubah dengan pendekatan yang baik dan perlahan-lahan. Namun, jika hanya satu pihak saja yang berusaha, mungkin sudah saatnya untuk hubungan itu untuk dikandaskan.

Untuk para laki-laki yang membaca tulisan ini, evaluasi diri! Jika saat ini sedang sendiri dan merasa memiliki salah satu dari poin diatas, maka perbaiki diri. Jika sudah memiliki pasangan, maka sadari apa yang dilakukan, jika memang ada yang bisa diubah menjadi lebih baik, ubahlah diri pelan-pelan dan jadikan diri pantas untuk dimiliki dan memiliki.