Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memakai Tabir Surya

Sinar matahari memang diperlukan oleh tubuh manusia untuk menghasilkan vitamin D. Namun, sebagian besar ahli dan pakar menyarankan bahwa sinar matahari ‘terbaik’ untuk hal tersebut adalah sebelum pukul 9 pagi. Nah, setelah pukul 9 pagi, sinar matahari cenderung menyengat dan bahkan bisa merusak jika kulit tidak dilindungi dengan tabir surya. Risiko yang bisa ditimbulkan mulai dari kulit yang menghitam, iritasi bahkan mungkin kanker kulit dalam jangka panjang.

Tinggal di daerah tropis seperti Indonesia dimana matahari cenderung bersinar sepanjang tahun dan terasa benar-benar dekat membuat masyarakatnya harus sadar dengan risiko yang bisa diakibatkan oleh terpapar sinar matahari secara terus menerus. Maka dari itu, pada artikel ini akan dibahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui sebelum memakai tabir surya sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap teriknya sinar matahari.

Memilih Tabir Surya yang Tepat

tabir surya

Sinar matahari sebenarnya memiliki dua gelombang radiasi yaitu UVA dan UVB. Perlindungan terhadap UVA dikenal dengan nama Protection Grade of UVA (PA) dan memakai tanda tambah (+) sebagai indikasi tingkatnya. Jadi, PA++ lebih melindungi kulit dibandingkan dengan PA+. Sementara, perlindungan dari UVB dikenal dengan nama Sun Protection Factor (SPF) yang dibagi ke dalam tiga kategori yaitu SPF15, SPF30 dan SPF50, dimana SPF15 bisa menangkal 93% UVB dan SPF50 bisa menangkal hingga 98% UVB.

Untuk daerah seperti Indonesia, tabir surya yang disarankan untuk dipakai sehari-hari adalah yang memiliki SPF15 dan PA+. Namun, untuk kegiatan di luar ruangan dalam waktu lama seperti di pantai atau di kolam renang, disarankan menggunakan tabir surya dengan SPF30.

Pilih pula tabir surya yang tahan terhadap air atau water resistant, baik untuk digunakan sehari-hari apalagi jika ingin menggunakannya saat berenang atau sedang di pantai. Kegiatan sehari-hari pun dapat menyebabkan seseorang berkeringat dan berpotensi menghapus tabir surya yang sudah diaplikasikan, jadi tidak ada salahnya memilih dan memakai tabir surya yang tahan air.

Mengaplikasikan Tabir Surya pada Kulit

Banyak orang sering terburu-buru mengaplikasikan perlindungan ini dan mengoleskannya pada kulit yang masih berdebu maupun berminyak. Padahal, agar bisa mendapatkan perlindungan maksimal, kulit harus dibersihkan terlebih dahulu sehingga tabir surya bisa meresap dengan sempurna.

Kesalahan lainnya yang sering dilakukan banyak orang adalah tidak mengaplikasikan tabir surya secara merata di seluruh kulit yang terpapar dan berpotensi terpapar sinar matahari. Daerah kulit seperti sekitar mata juga sebenarnya sangat penting untuk dilindungi dengan tabir surya, namun hati-hati dalam pengaplikasiannya agar tidak terkena mata langsung karena dapat menyebabkan iritasi.

Tabir surya memang membuat beberapa orang kurang nyaman saat digunakan ke kulit, selain karena teksturnya yang cenderung lengket, beberapa tabir surya juga kurang bersahabat dengan kulit sensitif dan bahkan bisa membuat riasan menjadi luntur dan menyebabkan jerawat. Jadi, tidak heran jika banyak orang yang hanya mengaplikasikan tabir surya hanya sedikit saja. Akibatnya, perlindungan yang bisa diberikan pun jadi tidak maksimal. Solusinya bagi yang ingin mengoleskan tabir surya yang tidak begitu banyak, gunakanlah produk dengan SPF50 dan PA++ sehingga walau tidak digunakan terlalu banyak namun tetap bisa memberikan perlindungan yang diperlukan dari UVA dan UVB.

Jangan Hanya Dioleskan Sekali

Krim tabir surya dengan SPF dan PA tertinggi pun tidak bisa melindungi sepanjang hari. Sangat disarankan untuk mengulang mengaplikasikan tabir surya setelah 2-3 jam atau lebih baik lagi setiap 80 menit. Tapi, sebelum mengaplikasikan ulang, ada baiknya, basuh dulu kulit dari debu dan minyak yang menempel dan keringkan. Kemudian, baru aplikasikan tabir surya kembali dan tunggu sekitar 30 menit sebelum melanjutkan aktivitas kembali.