Bermodal Uang Hasil Jual Mainan, Bocah Ini Sukses Bisnis Snow Cones

Sebagian besar anak-anak akan ngambek dan menangis ketika orangtua menolak untuk membelikan sesuatu yang si anak inginkan. Tapi, terkadang orangtua memang tidak boleh selalu menuruti permintaan dan terlalu memanjakan anak agar kelak dia tidak tumbuh menjadi anak yang manja. Hal inilah kira-kira yang menjadi pandangan dari orangtua Emmett, seorang bocah yang baru berusia 6 tahun asal Inggris.

Saat Emmett menginginkan sepeda baru, orangtuanya tidak mengabulkan permintaan tersebut namun malah menyemangati sang anak untuk membeli sepeda dengan uangnya sendiri. Nah, kisah Emmett yang kemudian menjadi penjual snow cone yang sukses bermula dari sini.

Bermodal Uang Hasil Jual Mainan, Bocah Ini Sukses Bisnis Snow Cones 1

Orangtuanya mengatakan bahwa sang anak memiliki banyak mainan lama yang sudah jarang dimainkan lagi. Emmett pun mulai dengan menjual mainannya sendiri hingga berhasil mengumpulkan uang sekitar USD 70 atau sekitar 1 juta Rupiah. Jumlah ini sebenarnya sudah cukup untuk membeli sepeda baru yang diinginkan oleh Emmet.

Namun, alih-alih meminta dibelikan sepeda, Emmett justru meminta pada orangtuanya agar dibelikan sebuah mesin pembuat snow cone sehingga dia bisa menghasilkan lebih banyak uang. Walau harga mesin pembuat snow cone sebenarnya lebih mahal, kedua orangtuanya tetap mengabulkan permintaan sang anak dengan syarat khusus yaitu Emmett hanya boleh berjualan setiap hari Sabtu selama 1 jam sehingga dia masih bisa fokus untuk belajar dan tentu saja, bermain dengan teman sebayanya.

Snow cone yang dijual Emmett sebenarnya sangat sederhana, bahkan mirip dengan es serut atau es kepal di Indonesia. Es batu diserut hingga teksturnya mirip dengan salju lalu ditambahkan dengan sirup gula. Orangtuanya mengatakan bahwa mula-mula, Emmett hanya menghasilkan sekitar USD 12 atau 150 ribu Rupiah, namun kini dia bisa menghasilkan hingga USD 25 atau sekitar 300 ribu Rupiah dalam sekali berjualan selama satu jam.

Tidak hanya semata-mata berjualan, Emmett juga diberikan tanggungjawab penuh untuk mengecek stok bahan-bahan yang diperlukan untuk berjualan snow cone seperti es batu, sirup gula dan lainnya. Emmett juga bertanggungjawab untuk membeli bahan-bahan tersebut, namun tentu masih dibantu oleh kedua orangtuanya. Kini, snow cone Emmett memiliki 21 pilihan rasa dan akan terus bertambah di masa mendatang.

Selain berjualan dan mengurus stok, Emmett juga diajarkan untuk membayar ‘pajak’ kepada orangtuanya. ‘Pajak’ ini merupakan uang yang disisihkan oleh kedua orangtuanya untuk sekolah dan kuliah Emmett di masa depan. Kedua orangtua Emmet mendukung penuh usaha yang dilakukan oleh sang anak. Sang ayah sudah berkonsultasi dengan pemerintah kota setempat agar usaha sang anak tidak ditutup, warga sekitar pun ikut mendukung usaha Emmett dengan membeli dan mengundangnya untuk berjualan di acara-acara lokal setempat.

Cerita Emmett, si penjual snow cone cilik ini adalah contoh yang baik bagaimana orangtua bisa mendidik anaknya tentang bisnis, usaha dan kerja keras bahkan sejak usia yang masih sangat belia.