Team SoloMid Memutuskan Untuk Meninggalkan Vainglory

Setelah perilisan Vainglory 5v5, mobile MOBA satu ini seakan kehilangan daya tariknya. Apalagi munculnya saingan baru seperti Arena of Valor (AOV) yang memiliki sumber daya lebih besar dibandingkan Super Evil Mega Corp (SEMC) yang sampai hari ini masih bisa disebut sebagai startup dengan sumber daya yang terbatas.

Pada awal tahun 2018, beberapa tim besar seperti Cloud9 dan Mouse Esport memutuskan untuk meninggalkan Vainglory esport. Namun, beberapa pihak mengatakan bahwa tim-tim tersebut bukannya keluar namun diberhentikan kerjasamanya oleh SEMC karena tidak memberikan kontribusi apapun pada Vainglory.  Terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi, Vainglory esport pada akhirnya kedatangan tim-tim baru dengan beberapa wajah lama dan bisa memulai Vainglory Premiere League (VPL) Pre-Season pada Mei 2018 lalu.

VPL Pre-Season ini memiliki format yang mirip dengan Vainglory 8 dimana 8 tim saling bertarung secara bergantian setiap akhir pekan. Sayangnya, VPL Pre-Season tidak menuai sukses besar bahkan dikritik komunitas Vainglory karena production value yang dianggap rendah. Harapan bagi Vainglory esport sebenarnya kembali saat SEMC mengumumkan kerjasama dengan ESP Gaming dan mengatakan bahwa untuk wilayah Amerika Utara, VPL akan diadakan di Las Vegas.

Team SoloMid Memutuskan Untuk Meninggalkan Vainglory 1

Sayangnya, VPL yang kabarnya akan mempertandingkan 24 tim dalam format liga justru diundur ke tanggal yang belum ditentukan. VPL pada awalnya akan dimulai pada musim panas (sekitar bulan Juni 2018). SEMC mengumumkan bahwa sudah ada 105 tim yang mendaftar dan akan memilih 24 tim terbaik dari para pendaftar tersebut untuk bertanding di liga mereka. Sayangnya, VPL justru diundur “selama beberapa bulan” dan belum mendapat tanggal pasti akan dimulai.

Hal inilah yang sepertinya pada akhirnya ‘memaksa’ tim seperti Team SoloMid memutuskan untuk keluar dari Vainglory esport. Alasannya sudah sangat jelas, dengan liga yang telat dari jadwal dan belum bergulir, maka organisasi tidak memiliki pemasukan untuk membayar dan menggaji pemain mereka yang ‘tidak bekerja’. Team SoloMid yang awalnya mengatakan bahwa mereka akan bertahan bersama SEMC dan ikut membangun Vainglory pada akhirnya harus menyerah pada keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk melakukan hal tersebut.

Menurut pendapat penulis, Vainglory esport saat ini memang belum siap, apalagi untuk menjadi ajang bertarungnya tim-tim besar seperti Vainglory esport pada format 3v3 dahulu. SEMC memerlukan waktu untuk membangun ulang esport mereka dari awal sehingga bisa bersaing dengan mobile MOBA lainnya dan membuat Vainglory terus berkembang ke depannya.