Dalam Dua Hari, Hampir 100 Ribu Akun Steam Dibekukan

Cheater adalah masalah yang dihadapi hampir setiap developer game. Untuk game single-player, persoalan cheater memang pada umumnya tidak berpengaruh banyak, karena saat pemain memilih untuk menggunakan cheat code, maka dia hanya akan mempengaruhi pengalaman bermainnya sendiri. Meski demikian, beberapa game seperti The Witcher dan Dark Souls tetap memberi ‘hukuman’ bagi mereka yang ketahuan memakai cheat saat bermain game pada mode single-player.

Masalah cheater menjadi lebih serius pada game online multiplayer karena penggunaan program cheat sangat mungkin merusak pengalaman bermain dari pemain lain yang tidak menggunakan cheat. Tidak heran jika banyak developer pada akhirnya mengimplementasikan software anti-cheat pada game mereka bahkan memberikan hukuman berat bagi pemain yang ketahuan melakukan cheating. Salah satu contohnya adalah Blizzard yang benar-benar tegas dengan melakukan ban permanen pada player yang ketahuan melakukan cheating.

Contoh lainnya adalah Valve, pemilik dari Steam, salah satu distributor game digital terbesar saat ini. Valve melengkapi Steam dengan software anti-cheat bernama Valve Anti-Cheat (VAC) sejak 2002 lalu dan sepertinya ‘cukup’ efektif. Awalnya, software ini hanya digunakan oleh game-game milik Valve saja namun belakangan beberapa developer yang mendistribusikan game mereka melalui Steam juga menambahkan perlindungan ini. Diketahui ada lebih dari 300 judul game di Steam yang kini terlindungi dengan VAC.

Akun yang sudah ‘terjaring’ oleh VAC akan mendapat hukuman berupa banned dari satu game maupun banned permanen, kecuali pemilik akun mengajukan banding dan alasannya diterima oleh Valve. Jika sebuah akun sudah di banned pada satu game, maka akun tersebut akan kesulitan untuk mengakses judul lainnya.

Pada 17 – 18 Juli 2018, Valve membekukan hampir 100 ribu akun Steam. Dengan lebih dari 60 ribu akun dibekukan pada 17 Juli dan hampir 30 ribu sisanya pada 18 Juli. Belum diketahui alasan mengapa banned massal ini tiba-tiba bisa terjadi. Apakah Valve baru saja menemukan celah keamanan yang digunakan banyak cheater dan berhasil menanggulanginya atau ada alasan lain dibalik banned massal ini.

Meski terbilang lambat dalam mengatasi cheater, setidaknya Valve memenuhi komitmennya untuk memberantas para pemain curang yang berkeliaran di platform miliknya. Walau para cheater ini masih akan tetap bisa membuka akun baru, setidaknya mereka harus membuat email baru, mendaftarkan nomor telepon baru dan membeli lagi game yang diinginkan sebelum bisa bermain.