Cara Tidur Nyenyak Dalam 120 Detik Bahkan Kurang!

Bagi orang biasa, tidur merupakan sesuatu yang ‘biasa saja’. Namun, bagi beberapa orang yang bekerja di bidang tertentu seperti kegawatdaruratan dan militer, tidur merupakan sesuatu yang ‘mewah’. Jadi, ketika seseorang yang bekerja di bidang-bidang tersebut tidak bisa tertidur dalam jangka waktu singkat, waktu tidur mereka akan berkurang dan hal-hal buruk bisa saja terjadi saat mereka bertugas nantinya.

Pada Perang Dunia II, banyak pilot pesawat tempur Amerika Serikat tidak mendapatkan tidur yang cukup. Hasilnya, banyak pilot akhirnya mengambil keputusan yang buruk dan melakukan kesalahan yang bisa dicegah. Efeknya tentu saja lebih fatal, para pilot yang mengalami stres karena kurang tidur ini tanpa sengaja menembaki rekannya sendiri dan membuat pesawat jatuh pesawatanya sendiri. Bahkan, saat pilot-pilot ini sedang cuti, mereka tidak bisa tidur dengan tenang dan santai hingga hasilnya stres dan kelelahan mereka menumpuk dan menghasilkan kesalahan yang fatal.

Sekolah Pilot Angkatan Laut Amerika Serikat pada akhirnya menciptakan metode untuk bisa tertidur berdasarkan studi ilmiah baik pada siang maupun malam hari, di kondisi apapun, dalam dua menit. Setelah berlatih selama enam minggu, 96% pilot pesawat tempur Amerika Serikat bisa tertidur dalam waktu dua menit bahkan kurang. Walau sebelum tidur mereka meminum kopi maupun suara senapan mesin terdengar saat mereka tertidur.

Cara Tidur Nyenyak Dalam 120 Detik Bahkan Kurang! 1

Memulai dari ‘Tempat’ Tidur

Para pilot tersebut bukan hanya dilatih untuk tertidur diatas kasur, karena jika saat berada di medan perang, tempat apapun yang tersedia harus dimanfaatkan. Mereka dilatih untuk bisa tidur di kursi dalam kondisi duduk, posisi yang sulit untuk tidur nyenyak saat sedang merasa kelelahan. Para pilot akan duduk di kursi, dimana telapak kaki mereka seluruhnya menyentuh lantai dan membiarkan kedua tangan mereka rileks diatas kedua paha mereka.

Nah, jika kursi saja sudah cukup untuk metode ini, maka tidur diatas matras atau kasur adalah sebuah bonus.

Memperlambat Wajah

Wajah adalah pusat dari emosi, mulailah dengan menutup mata dan bernafas secara perlahan dan dalam. Buatlah 43 otot yang ada di wajah menjadi rileks, tanpa menyipitkan mata maupun mengerutkan dahi. Bernafaslah sambil merasakan otot-otot pipi, di sekitar mulut dan rahang menjadi rileks. Ada enam otot yang mengontrol bagian mata, jadi pastikan mata tertutup secara rileks tanpa dipaksakan.

Nah saat wajah dan bagian mata sudah merasa rileks, maka hal ini akan mengirim sinyal ke bagian tubuh lainnya bahwa ini sudah waktunya untuk tidur.

Lanjutkan dengan Bagian Tubuh Atas

Untuk bagian tubuh atas, mulailah dengan merilekskan bagian pundak. Rasakan bagian belakang leher menjadi rileks. Lakukan semua itu sambil bernafas yang dalam dan pelan, biarkan segala ketegangan lepas. Berikutnya adalah bagian lengan, mulailah dengan lengan dominan. Fokus pada otot bisep dan buat rileks. Jika tidak berhasil, tegangkan dahulu otot ini sebelum membiarkannya lepas. Lalu lanjutkan ke bagian tangan hingga ke jari-jari, buatlah seluruh otot terasa rileks.

Jika sudah selesai melakukannya pada bagian yang dominan, lakukan pula hal yang sama pada bagian satunya.

Tubuh Bagian Bawah juga Harus Rileks

Sama seperti otot bagian atas tubuh, mulailah dari bagian dominan. Misalnya, mulailah dengan merilekskan otot-otot paha dan betis. Lakukan pula hal yang sama pada bagian pergelangan kaki dan jari-jari. Setelah selesai membuat bagian kanan rileks, lakukan pula hal yang samada bagian kaki kiri. Pada akhirnya seluruh otot tubuh seharusnya sudah merasa benar-benar rileks dan tinggal satu langkah lagi untuk memasuki fase tidur nyenyak.

Heningkan Pikirkan

Jika sudah terlatih, langkah satu ini seharusnya bisa dilakukan hanya dalam 10 detik. Cukup dengan tidak memilikirkan apapun, jangan pikirkan hal yang membuat risau hari ini, atau jam berapa harus bangun atau kapan harus mengirim pesan ke pasangan. Memikirkan hal-hal tersebut kemungkinan justru akan membuat otot kembali berkontraksi.

Biarkan pikiran menjadi gelap dan dipenuhi dengan statik, bayangkan saja sedang berada di kasur yang nyaman, di sebuah ruangan yang gelap dan sejuk. Pertahankan bayangan ini selama setidaknya 10 detik. Jika tidak berhasil juga, coba untuk mengucapkan “jangan berpikir… jangan berpikir.. jangan berpikir” berulang-ulang selama 10 detik agar otak berhenti untuk ‘menjelajah’ ke hal-hal tidak penting.

Saat tubuh dan pikiran sudah merasa rileks selama setidaknya 10 detik, maka seseorang akan mudah sekali tertidur.


Teknik tidur dalam 120 detik ini memang memerlukan latihan. Namun, saat sudah dikuasai, seseorang bisa tertidur bagaimana pun kondisi di sekitarnya. Latihan teknik ini memungkinkan seseorang untuk memperlambat tubuhnya, menghentikan pikirannya dan membiarkan dirinya untuk melakukan ‘reset’. Membuat tidur lima menit menjadi sangat berharga.

Mendapat tidur yang berkualitas akan membuat pikiran lebih jelas dan membuat lebih baik dalam pengambilan keputusan.