OG Menjadi Juara The International 2018 Setelah Pertandingan Sengit Melawan PSG.LGD

Memperebutkan hadiah utama senilai lebih dari 162 milyar Rupiah, tidak heran jika tim-tim dari penjuru dunia berjuang habis-habisan untuk menjadi juara di The International 2018 (TI8). Belum lagi kebanggaan tidak ternilai jika nama tim mereka terukir di Aegis of Immortal. Grand Final TI8 yang berlangsung di Canada mempertemukan tim asal Eropa, OG dengan tim asal Tiongkok, PSG.LGD. Kedua tim ini sebelumnya sudah bertemu di babak final upper-bracket dimana OG berhasil ‘membuang’ PSG.LGD ke lower-bracket, namun PSG.LGD berhasil keluar dari lower-bracket untuk kembali menantang OG di babak grand final dalam sebuah misi balas dendam.

OG selama ini dikenal sebagai “raja tanpa mahkota” karena tim ini sudah berhasil menjuarai banyak kejuaraan DOTA 2 di seluruh dunia, terutama di level Major. Sayangnya, selama 7 tahun, tim ini tidak pernah mencicipi gelar juara The International. Pada 2015, OG beranggotakan pemain berpengalaman n0tail dan Fly, ditambah talenta-talenta muda berbakat seperti Miracle-, Cr1t- dan MoonMeander. Tim baru ini berhasil mengalahkan tim-tim besar Eropa seperti Team Secret dan Na’Vi dan menjadi kandidat favorit juara The International 2016.

Singkat cerita, OG tidak pernah berhasil menjadi juara The International sebelum tahun 2018. Belum lagi di luar pertandingan, OG mengalami banyak pergantian pemain, bahkan salah satu member perdana dan kapten OG, yaitu Fly, memilih untuk meninggalkan tim ini. Pada akhirnya, Fly dan mantan pemain OG lainnya, s4, bergabung dengan tim Evil Geniuses (EG). Sebelum ajang TI8, OG mengalami beberapa pergantian roster dan performa yang naik-turun selama setahun belakangan.

OG Menjadi Juara The International 2018 Setelah Pertandingan Sengit Melawan PSG.LGD 1

Di sisi lain, PSG.LGD tampil sangat kuat pada beberapa kompetisi sebelum TI8. LGD Gaming merupakan salah satu tim esport besar di Tiongkok dan memiliki tim untuk DOTA 2 dan League of Legends. Pada April 2018 lalu, salah satu tim DOTA 2 LGD Gaming menandatangani kontrak dengan tim sepakbola asal Perancis, PSG dan mengubah nama tim mereka menjadi PSG.LGD.

Pada Mei 2018, PSG.LGD berhasil mengalahkan juara bertahan The International 2017, Team Liquid pada ajang EPICENTER XL di babak grand final dengan skor 3-1. Tidak lama berselang, tim ini mengalahkan salah satu tim kuda hitam, VGJ.Storm di babak grand final MDL Changsha Major dengan skor 3-0. Tidak heran jika hal ini menjadikan PSG.LGD menjadi salah satu favorit juara untuk ajang TI8.

Sejarah Baru dan Patahnya Satu Kutukan

Keberhasilan OG menjadi juara TI8 mengukir beberapa sejarah baru, diantranya:

  • Untuk pertama kalinya, babak grand final berlangsung selama 5 pertandingan. OG dan PSG.LGD harus saling beradu strategi dan skill pada 5 babak yang sangat seru namun juga menegangkan. Pada ajang-ajang sebelumnya, pemenang ajang The International sudah bisa ditetapkan hanya melalui 4 pertandingan bahkan Team Liquid hanya perlu 3 pertandingan untuk memastikan juara mereka pada 2017 lalu.
  • OG mematahkan kutukan mereka sendiri yang tidak pernah mencicipi gelar juara The International.
  • Sejak TI pertama hingga TI7, gelar juara selalu bergantian antara West (Amerika & Eropa) dengan East (Tiongkok). Dan tahun genap biasanya menjadi milik tim asal Tiongkok. Namun untuk dua tahun berturut-turut, gelar juara tersebut jatuh ke tim asal belahan dunia barat dengan Team Liquid pada 2017 dan OG pada 2018.

Kini, yang perlu dilakukan OG adalah mempertahankan performa mereka dan mencoba untuk mematahkan kutukan The International lainnya yaitu belum pernah ada tim juara The International yang berhasil menjadi juara selama dua tahun berturut-turut.