Review To All the Boys I’ve Loved Before, Komedi Romantis ala Remaja

Novel percintaan remaja memang menjadi langganan adaptasi film, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Novel, apalagi yang sudah mendapat predikat “Best Seller” biasanya memiliki cerita dan karakter yang sudah dibangun dengan sangat baik. Namun, hal ini tidak berarti bahwa akan mudah mengadaptasi sebuah novel untuk menjadi film, apalagi menjadi film yang bisa menyenangkan para pembaca novel tersebut sekaligus yang tidak pernah membacaranya. To All the Boys I’ve Loved Before merupakan film yang ditayangkan oleh Netflix, diadaptasi dari novel dengan judul sama yang ditulis oleh Jenny Han.

Jenny Han adalah penulis kelahiran Amerika Serikat keturunan Korea yang lebih sering menulis buku anak-anak dan novel remaja. Sebelum menulis To All the Boys I’ve Loved Before, Han sempat menulis trilogi The Summer I Turned Pretty yang kabarnya akan diadaptasi menjadi serial TV oleh Lions Gate. Kembali ke To All The Boys I’ve Loved Before, novel ini pertama kali dipublikasikan pada 2014 dan sudah diterjemahkan ke 30 bahasa. Setahun kemudian, Han melanjutkan cerita dari novel tersebut dengan sekuel berjudul P.S. I Still Love You pada 2015 dan trilogi ini ditutup dengan Always and Forever, Lara Jean pada 2017 lalu.

Sinopsis To All the Boys I’ve Loved Before

Spoiler Alert

Review To All the Boys I've Loved Before, Komedi Romantis ala Remaja 1

Lara Jean adalah seorang gadis berusia 16 tahun yang tinggal bersama ayah dan dua saudarinya. Kakaknya, Margot, akan segera pergi untuk berkuliah di Skotlandia. Namun, di malam sebelum Margot pergi, kekasihnya, Josh memberi kejutan bahwa dia juga akan ikut berkuliah di Skotlandia. Margot tidak setuju dengan ide tersebut karena dia sudah berjanji pada mendiang ibunya bahwa dia tidak akan pergi ke kampus yang sama dengan kekasihnya. Margot dan Josh pun akhirnya memutuskan hubungan mereka di malam tersebut.

Hal yang tidak diketahui Margot adalah Lara Jean, sahabat Josh sejak kecil sebenarnya menaruh hati pada kekasih kakaknya tersebut. Namun, Lara Jean tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya. Dia menulis lima surat pada lima laki-laki yang pernah dia sukai sejak masih di sekolah menengah. Tanpa diketahuinya, surat-surat yang seharusnya tidak pernah terkirim tersebut justru diterima oleh Peter, Josh dan Lucas yang masih satu sekolah dengan Lara Jean.

Konflik pun terjadi ketika Peter dan Josh hampir di waktu yang bersamaan ingin menanyakan Lara Jean seputar surat tersebut. Pada akhirnya, Lara Jean berpura-pura berpacaran dengan Peter agar bisa menghindari Josh dan Peter setuju melakukannya agar membuat mantan pacarnya, Gen, cemburu dan mau kembali padanya. Untuk Lucas, dia mengungkapkan pada Lara Jean bahwa dia sebenarnya penyuka sesama jenis dan pada akhirnya berteman baik dengan Lucas.

Sayangnya, konflik antara Peter, Josh dan Lara Jean belum berhenti sampai disana, terutama antara Peter dan Lara Jean. Sebuah hubungan yang awalnya hanya berpura-pura dan sekedar mengulur waktu agar keduanya bisa bersama orang yang diinginkan, justru membuat keduanya merasa terikat satu sama lain.

Review To To All the Boys I’ve Loved Before

Sebenarnya “Biasa Saja”

Bagi orang-orang yang gemar membaca novel percintaan remaja, apa yang disugguhkan dalam film ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru dan bahkan bisa disebut “biasa saja”. Hal yang membuatnya unik adalah bagaimana surat-surat yang ditulis Lara Jean bisa sampai terkirim dan pada akhirnya mengubah kehidupannya dari seorang gadis yang hampir tidak dipedulikan menjadi seorang gadis yang ‘terkenal’. Film ini juga memiliki jalan cerita dan akhir yang mudah ditebak karena tidak berisi banyak plot twist dan kejutan-kejutan. Hal yang membuatnya terasa lebih ‘biasa saja’ karena ceritanya yang sangat akrab dengan kehidupan percintaan banyak orang, mulai dari jatuh cinta pada sahabat sejak kecil, putus namun masih saling mencintai hingga tidak bisa mengungkapkan perasaan karena berbagai alasan.

Karakter yang Kuat

Review To All the Boys I've Loved Before, Komedi Romantis ala Remaja 1

Lara Jean adalah salah satu tokoh dengan karakter yang kuat. Dia seorang gadis yang tidak bisa disebut ‘periang’ namun tidak bisa dikategorikan dalam kategori gadis menyendiri. Karakternya dibuat begitu kuat sehingga tidak bisa dikotakan ke dalam kategori dengan keterangan yang terlalu spesifik. Tokoh lainnya pun dalam film/novel ini memiliki karakter yang kuat, sebut saja Peter, walau awalnya terlihat sebagai karakter ‘biasa’ dengan ciri-ciri atlet, idola di sekolahnya dan gaul, namun dibelakangnya, dia memiliki latar belakang yang dibuat dengan sangat apik dan berpadu manis dengan karakter Lara Jean.

Sekuel

Diangkat dari sebuah trilogi novel dan mendapat respon positif saat perilisannya membuat saya pribadi berharap bahwa film ini akan mendapat sekuel. Film To All the Boys I’ve Loved Before mengangkat cerita yang berasal dari novel pertama dan sedikit bagian dari novel keduanya. Di novel kedua dan ketiganya terdapat karakter-karakter baru yang sepertinya akan membuat kehidupan cinta Lara Jean semakin menarik.