All About Fast & Furious

Fast & Furious bisa disebut sebagai franchise film balap mobil paling sukses sepanjang sejarah, bayangkan saja, sejak film pertamanya di tahun 2001 hingga saat ini, franchise ini sudah memiliki 7 film dan semuanya sangat berkesan.

Salah satunya adalah mobil Nissan Skyline GT-R berkelir perak dengan stripping biru yang muncul dalam 2 Fast 2 Furious pada 2003. Mobil ini seakan menjadi ‘kiblat’ para modifikator waktu itu, bahkan sampai di Indonesia.

Menyambut film ketujuh dari Fast & Furious, berikut ini adalah serba-serbi Fast & Furious

The Fast & The Furious (2001)

All About Fast & Furious 1

Film ini adalah asal mula semuanya, menceritakan pertemuan 2 tokoh utama dari Fast & Furious yaitu Dominic Toretto (Vin Diesel) dan Brian O’Conner (Paul Walker). Diceritakan bahwa Toretto adalah salah satu raja di dunia balap jalanan, sementara O’Conner adalah seorang polisi yang sedang menyamar untuk memecahkan sebuah kasus pencurian. Entah kebetulan atau tidak, kasus tersebut dilakukan oleh Toretto dan kawan-kawannya.

O’Conner dan Toretto pernah melakukan balapan dimana O’Conner memakai Mitsubishi Eclipse dan Toretto dengan Mazda RX7 merahnya. Tentu saja, O’Conner kalah. Kemudian, O’Conner berganti memakai Toyota Supra namun kemudian diberikan pada Toretto agar dia bisa lari dari polisi.

Dalam film ini juga ditunjukan bahwa O’Conner mulai menaruh perhatian pada adik Toretto, Mia. O’Conner juga akhirnya bergabung dalam dunia balap jalanan dan dimulailah persahabatan sekaligus persaingan Toretto dan O’Conner.

2 Fast 2 Furious (2003)

All About Fast & Furious 3

Film kedua dari franchise ini menghadirkan banyak mobil-mobil keren yang menginspirasi pada modifikator. Misalnya Nissan Skyline GT-R yang sudah diceritakan diawal, Mitsubishi EVO VII kuning dan Honda S2000 pink.

Sayangnya, di film ini, Toretto tidak muncul. Film ini hanya mempertontonkan petualangan O’Conner dengan Roman Pierce (Tyrese Gibson) dan Tej (Ludacris) dalam mengungkap kejahatan gembong narkoba di Miami. Bisa dibilang, film ini mengenalkan Pierce dan Tej yang pada akhirnya akan bergabung dengan keluarga besar Toretto.

Pada akhir film, terlihat O’Conner mengendarai muscle car, film ini juga penuh dengan unsur komedi.

The Fast & The Furious : Tokyo Drift (2006)

All About Fast & Furious 5

Banyak yang bilang kalau film ini adalah yang paling tidak pas dalam rangkaian Fast & Furious. Pertama, cerita dalam film ini tiba-tiba saja melompat dan sama sekali tidak berhubungan dengan 2 film sebelumnya. Alur cerita juga terbilang lambat dan dipaksakan. Tapi, film ini memiliki cerita yang original dan segar, ya walau tanpa kehadiran Toretto dan O’Conner sepanjang film.

Selain itu, Tokyo Drift mencoba menghadirkan balapan gaya baru yaitu drifting.  Film ini berhasil membuat dunia demam drifting bahkan sampai di Indonesia. Sayangnya, tidak ada muscle car dalam film ini, digantikan oleh mobil bergaya JDM-style. Akhir cerita dari film ini juga cukup ‘menggantung’, pentonton cuma diberikan cuplikan kehadiran Toretto dengan muscle car-nya di akhir film.

Setting dari film ini adalah setelah kejadian di Fast & Furious 6. Han (Sung Kang) kembali ke Tokyo setelah kehilangan sang pacar, Giselle (Gal Gadot). Diakhir-akhir film, Han meninggal dan cerita berlanjut pada Furious 7.

Fast & Furious (2009)

All About Fast & Furious 7

Melihat film ketiga yang kurang sukses, tim produksi akhirnya mengambalikan “winning team” dari franchise ini yaitu keluarga besar Dominic Toretto.

Film ini menghadirkan kembali mobil-mobil keren, termasuk si primadona dari film kedua yaitu Nissan Skyline GT-R. Selain itu, ada juga Subaru Impreza STI Hatchback, Chevrolet Camaro, Dodge Charger, Ford Grand Torino, Honda NSX-R dan Honda Integra Type-R serta Buick Grand National yang dikendarai Toretto.

Fast & Furious menceritakan kematian Letty (Michelle Rodrigues), kekasih Toretto. Mengetahui hal itu, Toretto jadi marah besar dan mencari dalang kematian Letty. Pencariannya berakhir di gembong narkoba berbahaya dan pada akhirnya semakin merepotkan keluarga besarnya.

Fast Five (2011)

All About Fast & Furious 9

“This is Brazil…!” itulah kalimat paling tak terlupakan dari film ini. Adegan dimana Toretto menantang Hobbs (Dwayne “The Rock” Johnson) yang dikepung oleh pembalap jalanan Brazil. Hobbs adalah polisi yang ingin menangkap Toretto, tapi Toretto kemudian merentangkan tangannya diikuti dengan kalimat tersebut lalu semua pembalap jalanan yang mengelilingi mereka menodongkan senjatanya ke Hobbs dan anggotanya.

Film ini adalah tonggak dimana Fast & Furious mulai berubah dari sekedar balapan di jalan raya menjadi pencurian skala besar dengan mobil-mobil keren.

Keluarga besar Toretto ingin mencuri 100 juta dollar AS dari seorang pebisnis korup, Hernan Reyes (Joaquin de Almedia).  Yang bikin nyusahin adalah Reyes menggunakan kekayaannya untuk mengendalikan kepolisian Brazil. Dalam film ini juga memperkenalkan Hobbs yang akan menjadi salah satu karakter penting dalam seri Fast & Furious.

Diakhir film, ditunjukan tanda-tanda bahwa Letty belum meninggal dan inilah yang menjadi dasar cerita berikutnya.

Fast & Furious 6 (2013)

All About Fast & Furious 11

Dalam film ini, Hobbs muncul lagi, tapi bukan untuk menangkap Toretto dan kawan-kawannya melainkan menawarkan pekerjaan dengan imbalan menghapus catatan kejahatan mereka. Pekerjaan yang diberikan Hobbs adalah menangkap organisasi jahat yang dipimpin oleh Owen Shaw (Luke Evans).

Terdapat plot twisting dalam film ini yaitu kenyataan bahwa Letty masih hidup, lupa ingatan dan justru bergabung dengan kelompok Shaw. Tugas Toretto pun bertambah, selain menangkap Shaw, dia dan keluarganya juga harus ‘mengambil’ Letty kembali.

Film ini juga menjadi kebanggan Indonesia karena Joe Taslim, salah satu aktor Indonesia berhasil menjadi salah satu tokoh dalam franchise besar ini. Berperan sebagai Jah, Joe sempat memakai Bahasa Indonesia dalam salah satu dialognya. Kalau tidak salah “Hantam Mereka!”.

Furious 7 (2015)

All About Fast & Furious 13

Film ketujuh dari franchise ini bisa disebut sebagai yang ditunggu-tunggu, selain menyaksikan kelanjutan dari film keenamnya, film ini merupakan peninggalan terakhir dari aktor asli pemeran O’Conner, Paul Walker.

Produksi film ini sempat berhenti sesaat karena kematian Paul Walker, namun Vin Diesel dan tim produksi bersikeras menyelesaikan film ini sebagai penghormatan untuk Paul Walker.

Dalam film ini menghadirkan Cody dan Caleb Walker, adik dari Paul Walker. Dengan teknologi CGI, tim produksi berusaha sebaik-baiknya menambahkan guratan wajah Paul Walker ke wajah Cody dan Caleb. Lalu, apakah film ini adalah film terakhir dari franchise ini? Tidak!

Dalam salah satu acara, Vin Diesel pernah mengatakan bahwa film kedelapan dari Fast & Furious akan mengambil lokasi syuting di New York dan mungkin saja akan lebih banyak film yang akan diproduksi ke depannya.

Tapi, seperti kata para aktris dan aktornya : “FF isn’t FF without Paul Walker”

So, mungkin saja Toretto dan kawan-kawan hanya akan jadi cameo di film-film berikutnya, seperti halnya di Tokyo Drift atau mungkin saja mereka akan memperkenalkan karakter baru lagi.

Kata Pencarian Terkait