Pernahkah kamu melihat seseorang yang sedang berolahraga di siang bolong dengan menggunakan jaket parasut tertutup berwarna hitam dan terlihat sangat berkeringat? Orang tersebut kemungkinan sedang dalam proses untuk menurunkan berat badannya secepat mungkin. Tapi,  apakah dia kehilangan lebih banyak lemak atau hanya lebih banyak air dengan cara tersebut?

Apa itu keringat?

Apakah Banyak Berkeringat Bisa Membakar Lemak? 1

Manusia berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh. Badan kita akan selalu berusaha menjaga suhu tubuh berada di 37 derajat Celcius, karena pada suhu inilah segala enzim yang ada di dalam tubuh bekerja secara maksimal. Saat tubuh melebihi suhu ini, maka kelenjar keringat pun akan bekerja. Tubuh manusia akan mulai ‘membuang’ air bersama garam, gula dan sedikit hasil metabolisme.

Seberapa banyak keringat yang dihasilkan oleh seseorang tergantung pada faktor genetik. Suhu dan kelembaban juga mempengaruhi, tapi juga jenis kelamin, umur dan kesehatan seseorang. Kita umumnya lebih banyak berkeringat saat cuaca panas dan kelembaban tinggi, tapi bukan berarti kita membakar lebih banyak kalori atau lemak. Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung lebih banyak berkeringat karena tubuhnya memiliki lebih banyak massa tubuh untuk didinginkan.

Perbedaan Keringat dan Lemak

Lemak merupakan salah satu ‘bahan bakar’ yang bisa diubah menjadi energi oleh tubuh. Lemak memang cenderung sulit dimetabolisme, namun masih sangat memungkinkan. Semakin banyak energi yang diperlukan oleh tubuh, maka semakin banyak lemak yang mungkin akan dibakar. Bagian tubuh yang mengubah lemak menjadi energi berbeda dengan bagian yang membuat kita berkeringat.

Berolahraga saat cuaca panas atau kelembaban tinggi bukan berarti berolahraga lebih ‘keras’ untuk membakar lemak. Kita hanya meningkatkan suhu tubuh hingga batas yang membuat tubuh menghasilkan lebih banyak keringat. Banyak orang masih beranggapan bahwa lebih banyak berkeringat berarti bekerja/berolahraga lebih keras. Duduk terdiam di sebuah kursi taman saat siang bolong juga membuat kita banyak berkeringat, tapi aktivitas itu tidak memerlukan banyak energi dan tidak membakar lemak sama sekali. Sebaliknya, berolahraga di dalam ruangan ber-AC, walau tidak mengeluarkan banyak keringat namun tetap memerlukan banyak energi.

Kok Berat Badan Berkurang?

Beberapa orang mungkin mengalami penurunan berat badan saat selesai berolahraga dan mengeluarkan banyak keringat. Orang tersebut mungkin hanya kehilangan beberapa gram lemak dalam tubuhnya, namun kehilangan cukup banyak cairan. Hal inilah yang membuat latihan semacam ini lebih cocok untuk orang yang ingin menurunkan berat badan dalam jangka pendek, misalnya agar bisa berkompetisi dalam kejuaraan dalam waktu dekat.

Namun, bagi orang yang ingin menjadi sehat atau benar-benar ingin menurunkan berat dalam dalam jangka panjang, latihan semacam ini justru kurang efektif. Saat berolahraga, seseorang harus tetap terhidrasi agar performanya tetap maksimal. Membiarkan tubuh tidak terhidrasi selama berolahraga justru membuat hasil dari olahraga itu tidak maksimal bahkan mungkin bisa mengurangi massa otot.

Kesimpulannya, lebih banyak berkeringat saat berolahraga bukan berarti kehilangan lebih banyak lemak. Kita berkeringat karena tubuh perlu menurunkan suhu tubuhnya. Semakin keras kita berolahraga/beraktivitas, semakin tinggi pula suhu tubuh kita dan semakin banyak pula keringat yang tubuh kita hasilkan.

Leave a Reply