Bagaimana Rasanya Mendukung “Tim Papan Bawah”?

Dalam sebuah kejuaraan yang berformat liga, biasanya kita menemui istilah “Tim Papan Atas” yang merujuk pada tim-tim yang berada di peringkat 4 teratas atau tim-tim yang memiliki peluang besar untuk meraih juara di akhir liga. Posisi ini biasanya diisi oleh tim-tim besar dengan para pemain terbaik. Sementara, di sisi lain, ada pula istilah “Tim Papan Bawah” yang merujuk pada tim-tim dengan posisi terbawah di klasemen dan punya peluang besar untuk terdegradasi dari liga.

Saat mendekati akhir liga, banyak orang akan tiba-tiba menjadi pendukung tim papan atas, terutama yang memiliki kans juara paling besar. Pendukung semacam ini kerap disebut sebagai “Fans Karbitan” dan hal itu sudah sangat lumrah pada sebuah kejuaraan. Sebaliknya, terhadap pendukung dengan loyalitas tinggi yang selama liga berlangsung terus mendukung “Tim Papan Bawah” apapun yang terjadi dan apapun hasilnya.

Lalu, bagaimana sih rasanya mendukung tim papan bawah?

Selalu Berharap Bisa Naik Peringkat

Pendukung mana pun pasti menginginkan klub kesayangannya untuk bisa memenangkan pertandingan, mendapatkan poin dan memperbaiki posisinya di tabel klasemen. Namun, ada perbedaan mendasar antara pendukung tim papan atas dan tim papan bawah.

Jika pendukung tim papan atas ingin timnya menang agar bisa mengejar kans juara atau minimal berada di posisi 4 besar, maka tidak begitu dengan pendukung tim papan bawah. Mereka hanya berharap timnya agar terhidar dari zona degradasi dan bisa berlaga lagi di liga musim mendatang. Mereka dasar bahwa timnya tidak mungkin untuk mendapat juara liga, maka mengisi posisi “Papan Tengah” atau setidaknya ada di zona aman saja sudah cukup.

Mengalahkan Tim Papan Atas = Juara!

Diisi oleh pemain dengan kualitas ala kadarnya, lalu harus berhadapan dengan tim besar yang diisi oleh pemain dengan kualitas terbaik. Secara statistik dan diatas kertas, sepertinya sangat sulit untuk bisa memenangkan pertandingan-pertandingan melawan tim besar. Namun, dalam sebuah pertandingan, tidak ada yang tidak mungkin.

Ketika klub kesayangan berhasil mengalahkan tim yang lebih besar, tim papan atas, apalagi sampai mempersulit langkah tim tersebut dalam meraih kans juara, rasanya hampir sama dengan mendapat gelar juara liga. Kemenangan semacam itu biasanya dirayakan dengan lebih meriah karena membawa kebanggaan tersendiri walau kenyataannya, tim masih berada di papan bawah.

Kekalahan itu Biasa

Sebuah tim bisa berada di papan bawah karena tidak bisa meraih poin, dan tidak bisa meraih poin itu disebabkan oleh kekalahan di banyak pertandingan. Saking seringnya kalah, pendukung tim papan bawah tidak pernah membersar-besarkan setiap kekalahan yang dialami oleh tim kesayangannya. Namun, harapan untuk mendapat hasil positif di pertandingan sebelumnya selalu dilakukan.

Siklus harapan para pendukung ini selalu berulang setiap tahunnya jika tim tidak jadi terdegradasi dan manajemen klub tidak mau berbenah. Pendukung selalu berharap liga musim berikutnya lebih baik bagi tim mereka.

Berharap Timnya Bangkrut Aja

Adalah hal yang manusiawi jika para pendukung tim papan bawah pernah berharap agar tim kesayangannya bangkrut saja karena seringnya menerima kekalahan. Tapi, bangkrut disini bukanlah bangkrut yang benar-benar bubar, tapi bangkrut untuk mendapat manajemen atau pemilik baru yang lebih baik sehingga timnya bisa berbenah dan memperbaiki keadaan yang ada saat ini.