Istilah “zero calorie”/”no calorie” pada soft drink pertama kali muncul di Amerika Serikat sekitar tahun 1950an dan hal tersebut merupakan salah satu inovasi paling menguntungkan bagi bisnis minuman bersoda. Pada awalnya, diet soda memiliki target pasar untuk perempuan saja, tapi seiring berjalannya waktu target pasarnya menjangkau semua gender dan segala usia.

Apa sih sebenarnya diet soda?

Seperti kita sudah ketahui bersama, hampir semua minuman bersoda mengandung gula dalam kadar yang sangat tinggi. Sementara konsumsi gula harian seseorang yang dianjurkan hanyalah 150 kalori untuk laki-laki dan 100 kalori untuk wanita.

Dokter dan praktisi kesehatan pasti selalu mengingatkan untuk membatasi minuman bersoda, bahkan pakar kebugaran biasanya melarang muridnya mengkonsumsi soda. Nah, “diet soda” muncul sebagai jawaban bagi orang-orang yang tetap ingin minum soda namun ingin tetap “sehat”. Tapi, pemanis buatan dalam diet soda seperti siklamat, sakarin, aspartam dan sukralosa mungkin membuat orang mulai berpikir ulang sebelum mengkonsumsinya.

Gambar 2 untuk Benarkah Diet Soda Lebih Sehat?

Bahaya Diet Soda

Dalam diet soda, semua unsur gula digantikan oleh pemanis buatan. Sayangnya “gula palsu” ini berpotensi membuat tubuh manusia dan membuatnya menginginkan lebih banyak gula. Tubuh manusia didesain alam untuk memecah gula yang diterimanya, namun ketika justru mendapat “gula palsu” maka tubuh akan menjadi bingung untuk meresponnya.

Mengkonsumsi diet soda secara terus menerus akan meningkatkan risiko tubuh seseorang menjadi tidak reponsif ketika menerima gula sungguhan. Pada akhirnya, hal ini akan menyebabkan tubuh tidak melepaskan hormon-hormon yang diperlukan untuk mengatur gula darah dan tekanan darah.

Hasil Riset Diet Soda

Sebuah penelitian di Eropa menemukan bahwa orang yang rutin/sering mengkonsumsi diet soda berpotensi besar mengatasi diabetes tipe 2. Studi lainnya menemukan bahwa diet soda sama berbahayanya dengan regular soda jika dikonsumsi harian.

Penelitian-penelitian tersebut menyimpulkan bahwa diet soda akan memicu tubuh menginginkan lebih banyak gula, menyebabkan kenaikan berat badan dan yang paling mengerikan adalah menyebabkan kecanduan.

Tidak Ada Nutrisi dalam Diet Soda

Gula dalam jumlah wajar akan sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Sayangnya, banyak orang mengkonsumsi diet soda karena dianggap lebih “aman” dibanding soda biasa. Padahal, diet soda tidak memiliki kandungan nutrisi apapun, bahkan tidak mengandung gula seperti halnya soda biasa.

Selain itu, diet soda mengandung kafein dan kafein memiliki sifat diuretik, yang akan memicu seseorang untuk buang air kecil lebih sering dan berpotensi menyebabkan dehidrasi yang pada akhirnya bisa memicu pusing, sakit kepala bahkan masalah hati.

Jadi, mulai sekarang, kalau bisa jangan kali mengkonsumsi minuman bersoda, baik soda biasa maupun diet soda. Ya, kalau tidak bisa berhenti, cukup kurangi saja dahulu.

 

Write A Comment