Electro Swing, Perpaduan yang Terasa “Salah”

Swing adalah salah satu genre musik yang sangat populer di Amerika Serikat sekitar tahun 1930-1940. Sebagian orang menganggap bahwa jazz, swing dan blues merupakan satu rasa musik yang sama, walaupun ada sekelompok orang yang menganggap bahwa ketiganya merupakan genre musik yang berbeda. Swing mengalami kemunduran pada saat perang dunia kedua dimana saat itu banyak musisi yang ikut berperang dan karena jumlah anggota band yang biasanya sangat banyak, melakukan tur musik menjadi sangat mahal untuk genre musik ini.

Swing mungkin bukan lagi musik mainstream yang genrenya disukai oleh banyak orang. Tapi, bukan berarti genre ini mati begitu saja. Sekitar tahun 1990-an, muncul musisi-musisi yang menggabungkan cita rasa swing dengan teknik hip-hop maupun house hingga muncullah yang disebut sebagai swing house pada awal tahun 1990.

Hari ini, lebih dari dua dekade kemudian, swing masih belum mati. Bahkan memunculkan apa yang disebut sebagai sebuah electro swing. Sebuah perpaduan yang terasa sangat salah antara cita rasa klasik dengan nuansa modern. Seperti tagline yang dimiliki oleh electro-swing.com, “retro melodies & future beats”.

Yap, tageline tersebutlah yang sepertinya paling cocok untuk menggambarkan apa yang disebut sebagai Electro Swing. Genre musik ini menggabungkan melodi-melodi klasik namun dalam tempo seperti musik-musik elektronik modern, menghasilkan musik yang terasa kurang cocok di lantai dansa namun secara bersamaan tidak enak untuk didengar di klub malam.

Musik Electro Swing sepertinya memerlukan sebuah tempat tersendiri untuk bisa dinikmati, sebuah klub malam pada umumnya namun dengan pencahayaan yang redup, orang-orang yang berpakaian retro dan tentu saja alunan electro swing yang dimainkan oleh DJ.

Tahun 2010 menjadi tahun yang berarti bagi genre musik ini, dimana sebuah pesta peluncuran CD kompilasi berjudul “White Mink : Black Cotton” dilakukan di kota London dan dianggap sebagai salah satu tonggak sejarah bagi genre ini. Bahkan beberapa media lokal disana meliput dan mengabarkan mengenai acara ini.

Genre musik ini mendapat beberapa kritik negatif, mulai dari yang mengatakannya sebagai genre musik yang hanya akan trend selama beberapa waktu tahun 2010 lalu, tapi nyatanya hingga saat ini masih ada yang menikmati genre musik ini. Hingga ada yang menyebutnya sebagai salah satu genre musik terburuk yang pernah ada.

Jika bicara soal genre musik, memang tidak pernah ada yang benar ataupun salah karena semuanya tergantung pada selera. Sama seperti halnya musik rock, metal dan alternative yang tidak pernah mati karena masih ada yang menikmati. Electro Swing menjadi jawaban bagi mereka yang menyukai untuk menikmati musik dan bersosialisasi di klub malam namun menyukai hal-hal klasik.

 

Kelebihan Investasi Online Di Trimegah
41 Istilah Penerbangan Ini Wajib Kamu Ketahui Sebelum Naik Pesawat
Rumah Dijual di Depok Harga Di Bawah 100 Juta
Rumah Dijual Di Bandung Harga Murah Tanpa Perantara
Tips Sukses Merintis Bisnis Barber Shop di Kota Besar
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Bahayanya Kencing di Kolam Renang
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan
Review Nine Lives, Film untuk Keluarga Pecinta Kucing
Electro Swing, Perpaduan yang Terasa “Salah”
Tangan Midas Sutradara Anime Makoto Shinkai
Review Doctor Strange, Serasa Salah Minum Obat
Bedanya Suka, Cinta & Nafsu
Keseringan Chatting Bikin Hubungan Renggang?
Penulis Buku Harian Adalah Tipe Kekasih yang Baik
Kado Natal Unik Untuk Gamer Terkasih
Mengalahkan Facebook, Instagram jadi Sarang Cyber-Bully Nomor 1
Qualcomm dan Vivo Memamerkan Fingerprint Dibawah Layar
KSKAS Malware Menyerang Android via Download APK Otomatis
Hellblade, Game “Indie AAA” dan Penyakit Kejiwaan