Sejarah FedEx, Perusahaan yang Berawal dari Essay Bernilai C

Siapa tidak kenal dengan salah satu perusahaan pengiriman barang terbesar di dunia, FedEx? Perusahaan dengan logo berwarna ungu dan oranye ini menawarkan jasa pengiriman baik melalui darat, udara bahkan laut. Pada tahun 2018  FedEx mempekerjakan hampir 500 ribu karyawan untuk melayani para pelanggannya. Berdiri pada 1971 sebagai Federal Express Corporation, kini FedEx memiliki sekitar 650 armada pesawat untuk melayani pengirim di seluruh dunia.

FedEx tidak akan sesukses ini jika pendirinya, Fred Smith, memilih untuk menyerah pada idenya yang mendapat nilai “C” di bangku kuliah. Tahun 1965, saat masih berkuliah di Yale University, Smith menulis sebuah essay mengenai proses pengiriman barang ke seluruh Amerika Serikat. Saat menuliskan essay tersebut, dia mendapati bahwa saat itu hampir semua perusahaan pengiriman barang bergantung pada truk dan pesawat penumpang untuk mengirimkan barang ke seluruh negara bagian.

Sejarah FedEx, Perusahaan yang Berawal dari Essay Bernilai C 1

Di akhir essay-nya, Smith menyimpulkan bahwa mengirimkan barang-barang berukuran kecil dan penting dengan pesawat akan menjadi model bisnis yang lebih baik. Ide ini tentu terasa ‘radikal’ di masa itu, maka dia pun hanya mendapat nilai “C” untuk essay tersebut. Setelah lulus dari kuliah di tahun 1966, Fred Smith bergabung dengan Marinir Amerika Serikat. Selama berada di militer inilah, Smith banyak belajar mengenai pengiriman barang dengan memperhatikan bagaimana militer mengatur dan mengirimkan logistik mereka. Selama menjadi marinir, Smith juga mempelajari bagaimana memperlakukan orang lain dan bagaimana menjadi pemimpin, dua soft skill yang sangat berguna saat dia mendirikan Federal Express beberapa tahun kemudian.

Tahun 1969, setelah tiga tahun bergabung dengan militer bahkan sempat ikut terlibat dalam Perang Vietnam, Fred Smith diberhentikan secara hormat bahkan mendapat penghargaan untuk pengabdiannya. Di tahun 1970, Fred Smith ‘mulai’ berbisnis dengan membeli perusahaan pemeliharaan pesawat bernama Ark Aviation Sales, setahun berselang, perusahaan ini diubah menjadi perusahaan untuk jual-beli pesawat bekas. Di tahun 1971, dengan uang yang didapatkan dari warisan orangtuanya ditambah dengan pinjaman dari bank, Fred Smith mendirikan Federal Express Corporation.

Dalam dua tahun, Federal Express sudah melayani pengiriman paket dan dokumen di 25 kota di Amerika Serikat dengan armada 14 pesawat. Tujuan Fred Smith adalah sebuah sistem pengiriman darat dan udara yang terintegrasi, konsep yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh perusahaan pengiriman. Sistem ini mengirimkan paket dan dokumen ke satu tempat terdahulu untuk disortir sebelum dikirim ke tujuannya masing-masing.

Sejarah FedEx, Perusahaan yang Berawal dari Essay Bernilai C 1

Sayangnya, perjalanannya FedEx tidak selalu mulus. Di satu titik, FedEx memiliki hutang untuk membayar bahan bakar senilai $24000, sementara FedEx hanya memiliki $5000 di berangkas mereka. Disinilah, ‘keajaiban’ terjadi, Fred Smith pergi ke Las Vegas membawa $5000 tersebut untuk berjudi. Di malam itu, Fred Smith bermain blackjack dan berhasil mengubah $5000 menjadi $27000 dalam semalam. Dia kembali membawa uang tersebut dan membuat FedEx bisa berjalan untuk setidaknya satu minggu lagi.

Setelah kejadian itu, FedEx berhasil mendapatkan keuntungan kembali dan bisnis mereka benar-benar booming. Kini, FedEx beroperasi di lebih dari 200 negara di seluruh dunia dan mendapat pemasukan hingga $45 milyar per tahun (menurut data tahun 2014).  Majalah Fortune bahkan memasukan Fred Smith dalam urutan ke-26 dalam Daftar 50 Pemimpin Terbaik Dunia 2014.

Jadi, kesimpulan dari cerita FedEx adalah:

Jangan pernah menyerah dengan idemu, walaupun jika ide tersebut ‘mendapat nilai C’ atau tidak dipercaya oleh orang lain. Tapi, kamu juga harus mengimbangi ide tersebut dengan softskill agar bisa mengubah ide tersebut menjadi bisnis yang menguntungkan. Satu lagi inspirasi dari Fred Smith adalah terkadang seorang pengusaha itu harus nekat, seperti Smith yang pergi untuk berjudi dengan membawa seluruh uang yang tersisa dari perusahaannya.