Asmara

Gaya Pacaran Romantis Tahun 90’an

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Saya selalu iri ketika orangtua saya menceritakan tentang gaya pacaran di jaman mereka mereka, titip salam lewat teman/saudara, kirim-kiriman surat cinta, request lagu lewat radio, bahkan mereka masih menyimpan surat cinta yang pernah dikirim maupun diterima bertahun-tahun lalu. Damn! Romantis bangetlah pokoknya.

Kalau dipikir-pikir, tahun 90’an memang menjadi masa-masa dimana masa pacaran adalah sesuatu yang benar-benar indah. Dimana, waktu itu gaya jodoh-jodohan seperti jaman Siti Nurbaya sudah mulai ditinggalkan sedangkan gaya pacaran gila-gilaan seperti sekarang belum terjadi.

Berikut ini adalah beberapa gaya pacaran ala 90’an yang mungkin sulit bahkan tidak kamu temukan lagi sekarang

Titip Salam Lewat Teman / Saudara

Gambar 1 untuk Gaya Pacaran Romantis Tahun 90'an

 

Titip salam adalah gaya yang paling umum tapi manjur dalam memulai sebuah hubungan atau sekedar ‘bilang suka’ di tahun 90’an. Mendapatkan salam dari seseorang yang tidak pernah kamu sangka-sangka tentu lebih romantis daripada disapa ‘cuma’ lewat sosial media. Kalau kamu sedang naksir seseorang sekarang ini, segera kirim salam lewat sahabat, adik, kakak atau relasi dekatnya.

Kirim Surat Cinta

love-letter

 

Rasa cinta yang kamu tulis dengan tangan sendiri (sejelek apa pun font tanganmu) akan lebih romantis dibanding SMS atau chatting. Emosi dan kreativitasmu akan lebih mengena di hati si dia apabila disampaikan lewat surat. Kamu juga perlu memberikan ‘ciri khas’ agar dia selalu tau bahwa itu adalah suratmu, misalnya dengan parfum, simbol atau bahkan kecupan bibir.

“Tapi, aku gak pernah buat surat cinta”

Silakan baca artikel tentang 10 Langkah Menulis Surat Cinta, atau kalau bosan dengan format surat cinta yang gitu-gitu aja, coba baca 5 Ide Surat Cinta Kreatif.

Wakuncar Itu Wajib

Gambar 4 untuk Gaya Pacaran Romantis Tahun 90'an

 

Di tahun 90’an, Malam Minggu (Sabtu Malam) memang benar-benar waktu yang sakral bagi sepasang kekasih. Waktu Kunjung Pacar (Wakuncar) seperti sudah menjadi sebuah kewajiban. Akan terasa aneh, ganjil bahkan dipertanyakan jika tidak mengunjungi pacar diwaktu ini. Wakuncar ini pun harus bisa dihabiskan sebaik mungkin untuk melepas rindu.

Kirim Lagu dan Pesan Cinta Lewat Radio

Jaman sekarang, kirim Voice Note (VN) ke pasangan setiap hari aja udah dianggap romantis, bayangkan kalau tahun 90’an, kamu mengirimkan pesan cinta tersebut lewat Radio. Dimana, pada waktu itu, Radio adalah media hiburan paling populer nomor 2 setelah TV. Bukan cuma dia yang bakal mendengarnya, tapi orang lain pun bisa mengetahui seberapa romantisnya kamu.

Mendapatkan kiriman lagu atau pesan cinta dari seseorang yang dikasihi saat kita sedang penat-penatnya beraktivitas akan menjadi semangat baru yang membuat segar kembali.

Motor Bobrok = Calon Menantu Pekerja Keras

naik sepeda

 

Sekarang, tidak banyak lagi laki-laki yang bersedia menjemput pacarnya dengan motor bobrok, kebanyakan pasti memakai motor sport atau mobil. Kenapa? Ya, karena budaya konsumerisme yang semakin tinggi. Apalagi, budaya tersebut dipertontonkan terang-terangan lewat TV.

Jaman 90’an, motor bobrok tidak menjadi sumber penilaian kualitas laki-laki. Malahan, motor bobrok itu menunjukan bahwa kamu adalah pekerja keras dan masih berjuang untuk meraih mimpi. Kamu berjuang untuk bisa membeli motor, walau hanya motor bobrok.

Memo Cinta di Buku Pinjaman

Kamu ceritanya adalah anak yang malas mencatat atau sering ketinggalan pelajaran karena aktif sebagai siswa, kamu pun meminjam buku catatan milik dia untuk menyalin catatan. Saat mengembalikan, kamu mengembalikannya dengan senyuman dan ucapan terimakasih yang sangat tulus.

Saat pulang ke rumah, dia ingin belajar dan membuka buku yang baru kamu kembalikan dan terkejut melihat pesan cintamu. Romantis gak?

Rindu Harus Dipelihara

Tau kenapa ‘umur’ pacaran jaman sekarang lebih singkat dari 90’an, karena kamu bisa bertemu dan berkomunikasi dengan pacarmu selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jadi, dimana rasa rindunya? Dimana rasa berdebar-debar ketika bertemu lagi? Tidak ada! Itulah yang membuat kamu dan dia akan lebih cepat bosan.

Menumbuhkan dan memelihara rasa rindu bukannya akan membuat hubungan renggang, malah akan semakin romantis.

Bilang “Putus” Harus Face to Face

Gambar 7 untuk Gaya Pacaran Romantis Tahun 90'an

 

Kalau mau bilang “Putus” itu harus jantan dan face to face, tidak sekedar lewat SMS atau chatting. Mengakhiri hubungan secara langsung (bertemu) akan memberikan kejelasan tentang hubungan kalian, jadi tidak ada istilah Hubungan Tanpa Status (HTS).

Bilang “Putus” hanya lewat SMS atau chatting juga tidak manusiawi, menunjukan kamu adalah seorang pengecut dan tentunya akan menyakiti hati dia yang pernah kamu cintai.

Ciuman Menunggu Waktu

Ayo ngaku, udah pernah ciuman dengan pacar kamu belum? Berapa kali? Seberapa sering? Ketika ngapain?

Tahun 90’an, ciuman benar-benar sesuatu yang sakral dan menunggu waktu yang tepat. Kapan waktu yang tepat? Saat kedua belah pihak (kamu dan pacarmu) merasa nyaman dalam berhubungan dan tentunya saat hubungan kalian sudah diizinkan oleh orangtua dari kedua belah pihak. Gaya pacaran yang seperti ini justru membuat ciuman jadi sangat berkesan dan sulit dilupakan.

Masalah Cinta Tidak Diumbar

Pasti sering dong melihat orang atau bahkan teman-temanmu yang kalau punya masalah dengan pacarnya pasti diumbar ke sosial media, seakan seluruh dunia harus tau tentang hal itu. Sebaiknya, simpanlah masalah dengan pacarmu secara pribadi, selesaikan secara baik-baik bersama. Itu akan lebih baik dan romantis tentunya.

Lihatlah di era 90’an dimana sosial media tidak ada, masalah percintaan hanya menjadi masalah bagi kedua belah pihak. Jika memang sulit dipecahkan, hanya orang-orang terdekatlah yang mengetahuinya, bukan seluruh dunia.

Write A Comment