img

Daftar Gubernur Bali dari Masa ke Masa

/
/
/
28 Views

Pulau Bali awalnya termasuk dalam gugusan pulau sunda kecil bersama provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Namun, pada tahun 1958, Bali ditetapkan sebagai provinsi dan memiliki gubernur sebagai pemimpin daerah tingkat I. Menjadi pemimpin di daerah seperti Bali bukanlah sesuatu yang mudah karena Bali memiliki segala permasalahan unik yang belum tentu ditemukan di daerah lain.

Bali adalah sebuah provinsi yang terdiri dari satu pulau ‘utama’ yaitu pulau Bali dan beberapa pulau lainnya seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Menjangan. Terdiri dari delapan kabupaten dan satu kota madya, Bali merupakan salah satu destinasi utama bagi para wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Pulau Bali dikenal dengan beberapa sebutan seperti “Pulau Dewata” dan “Pulau Seribu Pura” karena mayoritas penduduknya beragama Hindu. Tapi, Bali tidaklah selalu damai, pulau ini pernah diteror oleh bom sebanyak dua kali yang menyisakan kesedihan tidak hanya pada masyarat Bali dan Indonesia bahkan mungkin masyarakat dunia.

Dengan segala keunikan dan keindahan alam yang dimilikinya, berikut ini adalah daftar para pemimpin yang pernah dipercaya memimpin provinsi Bali.

Gambar 1 untuk Daftar Gubernur Bali dari Masa ke Masa

1. Anak Agung Bagus Sutedja (Masa Jabatan 1950-1958)

Anak Agung Bagus Sutedja merupakan putra dari raja terakhir kerajaan Jembrana yaitu Anak Agung Bagus Negara. Ia bisa disebut sebagai gubernur pertama di Bali karena diangkat berdasarkan keputusan dari Dewan Pemerintahan Daerah Sementara (DPRDS). Lembaga ini menggantikan wewenang Paruman Agung, yaitu semacam lembaga legislatif yang terdiri dari wakil-wakil delapan kerajaan yang ada di Bali kala itu. Walaupun sebenarnya Bali baru ditetapkan sebagai sebuah provinsi pada 1958.

 2. I Gusti Bagus Oka (Masa Jabatan 1958-1959)

Saat Bali ditetapkan sebagai sebuah provinsi, I Gusti Bagus Oka ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Kepala Daerah Bali antara tahun 1958 hingga 1959 dimana salah satu tugasnya yaitu mempersiapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilangsungkan pada Desember 1959.

3. Anak Agung Bagus Sutedja (Masa Jabatan 1959-1965) Periode kedua

Pada Pilkada 1959, Anak Agung Bagus Sutedja kembali terpilih untuk menjadi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali. Namun, masa jabatannya kali ini tidak berakhir dengan baik. Setelah kejadian G30S di tahun 1965, Anak Agung Bagus Sutedja dilaporkan menghilang secara misterius di Jakarta pada 29 Juli 1966, diperkirakan dia menjadi korban penculikan politik yang terjadi kala itu.

4. I Gusti Putu Martha (Masa Jabatan 1965-1967)

I Gusti Putu Martha (1913-1992), adalah Gubernur Bali ke-4. Gusti Putu Martha menjadi Gubernur Bali antara tahun 1965-1967. Ia menjadi Gubernur Bali menggantikan Anak Agung Bagus Sutedja.

5. Soekarmen (Masa Jabatan 1967-1978)

Brigjen (Purn) Soekarmen atau lebih dikenal sebagai Soekarmen merupakan Gubernur Bali yang menjabat selama dua perioder yaitu antara tahun 1967 hingga 1971 dan tahun 1971 hingga 1978. Dia terpilih sebagai gubernur pada 1 November 1967. Sebelum menjabat sebagai gubernur provinsi Bali, Soekarmen merupakan Komandan Korem 163/Wirasatya yang bermarkas di Denpasar. Salah satu keunikan dari Soekarmen adalah dia merupakan gubernur Bali pertama yang beragama muslim atau non-Hindu dan memimpin provinsi Bali dimana penduduknya mayoritas beragam Hindu.

6. Ida Bagus Mantra (Masa Jabatan 1978-1988)

Prof. Dr. Ida Bagus Mantra merupakan salah satu gubernur Bali dengan prestasi yang cukup luar biasa. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bali, dia merupakan salah satu tokoh dibalik berdirinya Fakultas Sastra Udayana, cabang dari Universitas Airlangga. Fakultas inilah yang menjadi cikal bakal dari Universitas Udayana, salah satu perguruan tinggi terbesar di Bali bahkan Bali-Nusa Tenggara. Tidak heran jika pada akhirnya dia ditunjuk sebagai rektor pertama dari Universitas Udayana. Selain Universitas Udayana, Ida Bagus Mantra juga berperan penting dibalik berdirinya Universitas Hindu Indonesia Denpasar dengan menggagas Maha Widya Bhawana Institut Hindu Dharma pada tahun 1963.

Setelah menjadi rektor, dia ditunjuk sebagai Direktur Jendral Kebudayaan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Selama menjabat sebagai dirjen, dia menjadi salah satu tokoh dibalik berdirinya Parisada Hindu Dharma Bali yang menjadi awal dari terbentuknya Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Di masa-masa ini pula, dia menggagas pembangunan Taman Budaya Denpasar (Art Centre)

Selama dua periode masa jabatannya sebagai gubernur Bali antara tahun 1978 hingga 1988, dia merancang diselenggarakannya Pesta Kesenian Bali (PKB) sebuah ajang yang mempertunjukan budaya dan pementasan dari seluruh kabupaten di Bali, belakangan PKB juga tempat pementasan budaya bukan hanya untuk budaya lokal di Bali tapi juga budaya dari seluruh Indonesia bahkan dari beberapa penjuru dunia. Ida Bagus Mantra juga memberikan landasan yudiris bagi keberadaan Desat Adat dan Lembaga Pemberdayaan Desa (LPD).

Setelah selesai masa jabatan sebagai gubernur Bali, dia masih dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk India dan Guru Besar Sejarah di Fakultas Sastra Udayana. Di tahun 1993, Ida Bagus Mantra juga merupakan anggota dari Dewan Pertimbangan Agung yang bertugas memberikan masukan atau pertimbangan langsung pada presiden.

7. Ida Bagus Oka (Masa Jabatan 1988-1998)

Prof. Dr. Ida Bagus Oka merupakan Gubernur Bali yang dipercaya memimpin pada tahun 1988 hingga 1998 untuk menggantikan Ida Bagus Mantra. Setelah selesai menjabat sebagai Gubernur Bali, dia dipercaya sebagai Menteri Negara Kependudukan/ Kepala BKKBN saat masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie selama kurang lebih satu tahun hingga Pemilu 1999. Sayangnya, dia terjerat kasus korupsi di tahun 2001 yang merugikan negara sebesar 2,3 milyar Rupiah dan dihukum penjara selama satu tahun.

8. Dewa Made Beratha (Masa Jabatan 1998-2008)

Drs. Dewa Made Beratha merupakan Gubernur Bali yang menjabat hingga dua periode sejak tahun 1998 hingga 2008.  Gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini dilantik untuk menggantikan Ida Bagus Oka. Di tahun 2003, dia bersama IGN Kesuma Kelakan meraih 31 dari 55 suara anggota dewan dalam sidang DPRD Bali untuk terpilih kembali menjadi gubernur di periode kedua.

9. I Made Mangku Pastika (2008-2018)

Komjen Pol (purn) I Made Mangku Pastika merupakan tokoh kepolisian yang punya prestasi cukup mentereng. Namun, di masa kecilnya mengalami kesulitan karena harus mengungsi karena letusan Gunung Agung. Beberapa posisi strategis yang pernah dipegang oleh Made Mangku Pastika sebelum menjadi Gubernur Bali adalah Ajudan Menteri Pertahanan / Panglima ABRI, Sekretariat Interpol Mabes Polri, Kapolda Irian Jaya, Ketua Tim Investigasi Bom Bali, Kapolda Bali, Kepala Pelaksana Harian BNN.

Beberapa prestasi yang dimiliki seperti mengungkap pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia di daerah tanggerang saat menjabat di BNN dan mengungkap pelaku serta dalang teror bom Bali. Made Mangku Pastika menjabat sebagai gubernur Bali selama dua periode antara tahun 2008 hingga 2018.

10. I Wayan Koster

Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. adalah gubernur Bali saat ini dan mulai menjabat pada September 2018 setelah memenangkan Pilkada Serentak 2018 dengan total suara lebih dari 57%. Sebelum menjadi Gubernur Bali, dia pernah menjadi peneliti di Balitbang dan juga dosen di beberapa universitas. Sebelum benar-benar terjun ke politik, dia pernah menjadi Staf Ahli Kelompok Fraksi PDIP. Setahun berselang pada 2004, Wayan Koster mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif pada Pilkada 2004 dan menjadi anggota DPR RI Fraksi PDIP sejak 2004 hingga tahun 2018 dan merupakan anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda dan kebudayaan.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

This div height required for enabling the sticky sidebar