Inside Out, Kisah Lima Emosi Manusia

Beberapa waktu belakangan ini, banyak film-film hits yang mendapatkan sekuel. Sepertinya hal tersebut telah menjadi tren di dunia perfilman Amerika. Tapi, film yang satu ini muncul dengan sebuah ide segar baru dan saya sendiri berharap, film ini nantinya dibuatkan sekuelnya.

Film yang akan saya ulas kali ini merupakan karya terbaru dari Disney-Pixar, yaitu Inside Out, yang bisa dibilang agak telat masuk ke Indonesia. Film ini sudah dirilis di Amerika pada 19 Juni 2015 lalu, tapi baru masuk ke Indonesia sekitar bulan Agustus.

Inside Out, Kisah Lima Emosi Manusia 1

Sinopsis Inside Out (spoiler alert)

Inside Out menceritakan kisah lima emosi yang dimiliki setiap manusia yaitu Joy (rasa bahagia), Sadness (rasa sedih), Fear (rasa takut), Disgust (rasa jijik) dan Anger (amarah). Dalam film ini, kelima emosi yang menjadi tokoh utama berada di kepala seorang gadis bernama Riley Andersen.

Emosi yang paling dominan di kepala Riley adalah Joy, dia begitu menyayangi Riley sehingga dia ingin gadis tersebut bisa selalu bahagia setiap harinya. Di sisi lain, hal tersebut membuat Sadness tidak pernah mendapat tempat.

Inside Out Baby Riley

Riley tumbuh menjadi seorang gadis yang ceria, sejak lahir, dia telah membawa kebahagian kepada kedua orangtuanya. Dia memiliki sahabat, menyukai olahraga hoki, senang melakukan hal-hal konyol dan begitu jujur kepada kedua orangtuanya.

Suatu ketika, saat Riley berusia 11 tahun, keluarga mereka harus pindah dari Minnesota ke San Fransisco. Awalnya semua berjalan cukup lancar, walau ada beberapa hal yang begitu berbeda. Untungnya, Joy masih mampu mengendalikan keadaan, hingga hari pertama Riley di kota barunya berjalan cukup lancar.

Inside Out Joy and Sadness

Petaka mulai terjadi ketika Joy dan Sadness tidak sengaja keluar dari pusat kendali emosi / markas mereka. Tingkah Riley pun jadi aneh karena emosinya hanya dikendalikan oleh rasa takut, rasa jijik dan amarah.

Inti cerita ini adalah usaha dari Joy dan Sadness untuk kembali ke markas mereka sambil membawa inti-memori yang dimiliki oleh Riley. Dalam perjalannya, mereka bertemu Bing Bong, teman khayalan Riley semasa kecil dulu. Dia begitu banyak membantu hingga akhir.

Inside Out Bing Bong

Selama perjalanan kembali ke markas itu pula, Joy menyadari bahwa Riley tidak selalu membutuhkan rasa bahagia setiap saat. Kadang-kadang merasa sedih dan menangis juga merupakan bagian dari emosi yang harus diluapkan oleh seseorang untuk bisa merasa lebih baik.

Pada akhirnya, Joy dan Sadness mampu kembali ke markas tepat waktu sebelum Riley melakukan sesuatu yang buruk. Mereka juga mulai memproduksi ingatan-ingatan yang merupakan campuran dari dua atau lebih emosi, bukan memori beremosi tunggal seperti selama ini.

Pendapat Tentang Inside Out

Inside Out Wallpaper

Secara ide cerita, saya benar-benar memuji Inside Out karena ide segarnya dalam membuat karakter-karakter lucu berdasarkan emosi manusia. Bukan hanya memunculkan karakter berdasarkan emosi, film ini juga memvisualisasikan secara sederhana namun mengena tentang elemen-elemen dalam pikiran manusia seperti memori jangka panjang, memori yang terlupakan, alam bawah sadar dan sebagainya.

Dari segi plot cerita, saya bisa membandingkannya dengan Big Hero 6. Film Inside Out benar-benar mempermainkan emosi penontonnya, rasanya seperti naik rollercoaster. Sebentar lucu dan seru, tapi tidak lama berselang, jadi agak haru lagi. Dibutuhkan naskah cerita yang benar-benar bagus untuk membuat yang semacam ini.

Inside Out Brain Freeze

Untuk masalah grafis, saya tidak usah komentar lagi karena film ini digarap oleh Disney-Pixar yang tidak perlu lagi dipertanyakan kualitasnya. Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton anak-anak, selain cukup aman, film ini memberikan nilai-nilai positif seperti kerjasama, berpikiran positif dan lainnya.

Saya sendiri berharap film ini akan ada sekuelnya, yaitu kisah setelah para emosi di kepala Riley menekan tombol baru bertuliskan “Purbertas”. 😀

Kata Pencarian Terkait

Leave a Reply