Air mata merupakan salah satu ‘senjata’ para wanita yang terkadang justru membuat para laki-laki antara merasa bersalah atau justru tidak tau apa yang harus dilakukan. Umumnya, laki-laki akan mengalami keduanya ketika ada wanita yang sedang menangis di dekatnya, pertama, dia akan langsung merasa bersalah karena menganggap telah membuat sang wanita menangis, namun di sisi lain, dia tidak tau apa yang harus dilakukan dan apa yang jangan diucapkan pada wanita yang sedang menangis tersebut.

Menanggapi wanita yang sedang menangis itu sama seperti melakukan sebuah uji coba reaksi kimia, jika yang kita ucapkan salah, bukannya berhenti menangis, air mata tersebut bisa berubah jadi amarah bahkan semakin deras. Nah, karena itulah kalian harus tau dulu, apa yang JANGAN DIKATAKAN ketika ada cewek yang menangis.

Gambar 2 untuk 6 Hal yang Jangan Diucapkan Pada Perempuan yang Sedang Menangis

“Sudah, lupakan saja”

Walau terkesan biasa saja, bagi perempuan yang sedang menangis, kata-kata ini bisa terasa sangat kejam. Setiap orang tidak perlu diberitahu kapan dia harus melupakan kesedihannya karena tiap orang itu berbeda, ada yang dalam waktu singkat sudah bisa menghapus air matanya namun ada yang perlu waktu berminggu-minggu. Mengatakan “lupakan saja” seakan menganggap remeh masalah yang sedang dihadapi oleh perempuan tersebut.

“Masalahnya tak seburuk itu” atau “Itu bisa saja lebih buruk dari ini”

Perempuan yang sedang menangis biasanya karena memang ada “hal yang sangat buruk” yang sedang dialaminya. Masalah ini mungkin saja terasa “sepele” bagi orang lain, namun setiap orang punya daya tahan yang berbeda dalam menghadapi sebuah masalah. Sama seperti sebelumnya, mengatakan “tidak seburuk itu” sama saja meremehkan masalah yang sedang dialami oleh perempuan tersebut.

“Aku mengerti perasaanmu”

Walau terkesan sangat innocent dan memberikan simpati, beberapa orang justru bisa menganggap bahwa kalimat ini hanyalah empati palsu belaka. Kita tidak bisa menebak bagaimana seseorang akan bereaksi pada kalimat ini, ada yang akan menganggapnya sebagai suatu ungkapan empati yang tulus, tapi mungkin saja ada yang menganggapnya sebagai sebuah empati semu belaka. Lebih baik, dibandingkan mengucapkan kalimat ini, gunakan saja bahasa tubuh seperti menepuk bahunya atau merangkul, itu akan lebih baik.

“Kamu lagi datang bulan, ya?”

Bukan rahasia jika perempuan yang sedang datang bulan kadang-kadang mengalami perubahan emosi yang drastis secara tiba-tiba. Namun, menanyakan hal ini justru terkesan menyamaratakan sekaligus merendahkan dia sebagai seorang perempuan. Mengucapkan kalimat ini mengesankan bahwa perempuan jadi lebih cengeng dan mudah menangis karena memang sudah kodratnya, padahal mungkin ada alasan atau masalah besar yang sedang dialami saat itu.

“Tolong jangan nangis” atau “Jangan nangis dong”

Ini bukan ide yang baik, biarkanlah seorang cewek itu menangis untuk meluapkan perasaanya. Meminta berhenti justru membuat dia makin berlinang air mata. Tunggulah hingga dia berhenti dan dengarkan curhatnya. Mintalah dia berhenti HANYA saat dirinya sangat tidak stabil atau tangisannya menganggu orang lain bahkan bisa mencelakai dirinya sendiri.

“Kamu lebay” atau “Reaksi kamu terlalu berlebihan”

Ini bukan pilihan kalimat yang tepat untuk diucapkan pada perempuan bahkan pada siapapun yang sedang menangis karena suatu masalah atau kejadian dalam kehidupannya. Harap bedakan tangisan karena misalnya menonton film sedih dengan tangisan perempuan karena suatu masalah dalam hidupnya, jika dia menangis meraung-raung hanya karena menonton sebuah film sedih, kamu mungkin masih boleh mengucapkan kalimat diatas dengan nada bercanda, namun jika dia menangis bukan karena satu alasan tersebut, sangat tidak pantas mengucapkan respon diatas.


Jadi, bagaimana jika ada seorang perempuan (terutama yang kamu kenal) menangis di sebelahmu? Apa yang harus kamu lakukan sebagai seorang laki-laki?

Gambar 4 untuk 6 Hal yang Jangan Diucapkan Pada Perempuan yang Sedang Menangis

  1. Biarkan dia menangis dan meluapkan perasaannya, sambil sesekali menepuk pundaknya. Namun jika tangisannya sudah tidak terkontrol hingga menganggu orang di sekitar bahkan mungkin akan mencelakai dirinya, hentikan dia dengan lembut.
  2.  Saat dia sudah mulai tenang, tanyakan dua hal. “apa yang membuatmu menangis?” dan “apa yang bisa aku lakukan agar membuat perasaanmu lebih baik?”. Pertanyaan pertama mungkin akan membuat dia menangis kembali, tapi itu penting untuk ditanyakan agar kamu bisa menjadi pendengar yang baik.
  3. Tepuklah bahunya atau rangkul dia (khusus untuk perempuan yang kamu kenal) dan katakan kalimat seperti “kamu adalah perempuan yang kuat.

Write A Comment