Kunci Sukses Diet, Kurangi Garam

Menurunkan berat badan atau di Indonesia ngetren disebut diet ternyata bukan hanya membatasi asupan makanan manis dan berkalori tinggi saja, tapi juga membatasi makanan bercitarasa asin dan garam.
Lalu, apakah garam membuat gemuk? Tidak! Garam memang tidak baik untuk jantung, tapi bukan berarti mengkonsumsi banyak garam dapat langsung membuat gemuk.
Kunci Sukses Diet, Kurangi Garam 1
Sebuah studi di University of North Carolina menunjukan bahwa makanan kemasan bercitarasa asin atau kerap dilabeli dengan “rasa original” di Indonesia sebagian besar juga mengandung gula dan banyak lemak.
Kombinasi antara gula, garam dan lemak inilah yang membuat berat badan bertambah. Berbagai makanan cepat saji dan makanan ringan seperti keripik kentang mengandung banyak sodium dan juga gula sederhana serta lemak, baik lemak jenuh ataupun lemak trans.
Kunci Sukses Diet, Kurangi Garam 3
Garam atau makanan asin adalah penyebab meningkatnya BERAT AIR dalam tubuh. Saat mengkonsumsi makanan asin, kita cenderung mudah haus dan banyak minum. Garam dapat menahan air dalam tubuh sehingga meningkatkan berat badan. Tapi, ingat, itu air bukan lemak.
Bagaimana solusinya? Tetaplah mengkonsumsi garam (makanan asin) setiap hari dalam batas normal sekitar 2.400 mg per hari. Kenapa? Karena garam juga sangat bermanfaat untuk memelihara sistem syaraf manusia.