img

Review Film Mega Shark vs Mecha Shark

/
/
/
209 Views

Pertarungan antara umat manusia melawan monster super besar dengan menggunakan robot. Terdengar tidak asing? Terasa seperti Pacific Rim? Bagaimana kalau musuh kita kali ini bukanlah para Kaiju, tapi seekor hiu purba berukuran raksasa.

Ya, itulah yang disajikan oleh film Mega Shark versus Mecha Shark. Film yang dibintangi Christopher Judge, Debbie Gibson dan Elisabeth Rohm ini menceritakan bagaimana usaha umat manusia, khususnya angkatan laut Amerika menghentikan seekor hiu purba raksasa yang sedang ingin kawin.

Dalam film ini, terdapat unsur-unsur futuristic seperti Artificial Intelegent bernama Nero yang diciptakan oleh Dr. Jack. Mirip seperti Jarvis pada serial Iron Man, sayangnya, Nero tidaklah secanggih Jarvis. Dia bahkan sempat rusak dalam bagian film ini.

Mega Shark vs Mecha Shark

Sinopsis Film Mega Shark vs. Mecha Shark

Seekor hiu purba raksasa tiba-tiba bangkit dari tidur panjangnya di dalam es. Hal ini kemungkinan terjadi karena aiknya suhu air di bumi. Hiu ini mengancam kehidupan umat manusia, menghancurkan banyak kapal dan membuat samudra tidak aman.

Lalu, angkatan laut melawan dengan robot hiu berukuran sama. Robot ini merupakan rancangan Dr. Jack namun dalam ukuran raksasa, dikendarai oleh istrinya, Dr. Grey bersama Nero.

Sayangnya, mereka selalu gagal mengalahkan si hiu. Bahkan membuat banyak kerusakan seperti kerusakan pipa bawah laut dan menghancurkan kapal perang USA.

Hiu robot ini juga sempat error dan mengancam kota Sidney, Australia. Sementara, si hiu raksasa sedang kebingungan mencari sesamanya, karena jutaan tahun lalu, Australia adalah wilayah kekuasaannya.

Di akhir cerita, si hiu raksasa mati setelah memangsa si hiu robot yang meledak di tengah laut.

Review Mega Shark vs. Mecha Shark

Kalau diharuskan member nilai, maka nilainya adalah 3/5 untuk film ini.

Why?

Pertama, tidak ada sesuatu yang terlalu baru dalam film ini. Hampir semuanya sudah pernah dimiliki oleh film lainnya, kecuali hiu robot yang bisa dikendalikan oleh AI dan seekor hiu purba raksasa yang ingin kawin.

Kedua, soundtrack film ini sama sekali tidak mendukung isi film itu sendiri. Entahlah, menonton film yang soundtracknya kurang bagus, rasanya pasti ada yang kurang.

Ketiga, acting para pemain pendukung yang sangat tidak natural ditambah pengambilan gambar yang terasa tidak memperhatikan detail. Mana mungkin ada kapal berlayar padahal di perairan tersebut terdapat hiu purba raksasa yang sedang berkeliaran bukan?

Yap, that’s my opinion.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

This div height required for enabling the sticky sidebar