Sampah plastik bukan lagi sekedar masalah kecil saat ini. Keberadaannya di tempat yang tidak seharusnya, semestinya menjadi perhatian kita bersama. Baru-baru ini, Pemerintah juga menunjukkan keprihatinannya terhadap isu lingkungan satu ini.

Diantaranya seperti dengan mengeluarkan Peraturan Presiden No.83 Tahun 2018 Tentang Penanganan Sampah Laut, Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah rumah tangga.

Karena pentingnya isu sampah plastik ini, tidak jarang guru menugaskan siswanya untuk membuat sebuah pidato dengan tema ini.  Berikut ini adalah contoh pidato Bahasa Indonesia tentang sampah plastik berjudul “Pentingnya Pendidikan Berwawasan Lingkungan

Contoh Pidato tentang Sampah Plastik untuk SMP dan SMA

Yang saya hormati, Bapak Guru yang mengajar [nama mata pelajar] serta teman-teman sekalian yang saya cintai. Saya berdiri disini akan menyampaikan sebuah pidato yang bertema pendidikan dan lingkungan dengan judul “Pentingnya Pendidikan Berwawasan Lingkungan”. Namun, sebelumnya ijinkan saya mengucapkan [salam]

Sebelum saya menyampaikan pidato, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat kuasa-Nya-lah kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadan sehat tanpa kurang suatu apapun.

Bapak Guru dan teman-teman yang saya cintai, kita semua mengetahui kalau masalah lingkungan yang paling banyak adalah sampah, sampah adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh semua negara, baik negara maju, berkembang ataupun negara miskin. Bahkan ada yang mengatakan, “selama manusia ada, maka sampah di dunia ini tak akan pernah ada habisnya.”

Jenis sampah yang paling menjadi masalah di jaman sekarang ini adalah sampah plastik, hal ini karena sampah plastik jumlahnya sangat banyak dan sangat sering digunakan di kehidupan sehari-hari. Mulai dari kantong plastik, sedotan plastik hingga peralatan rumah tangga dari plastik. Perlu diketahui, Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dan sebagian besar dari sampah-sampah plastik ini telah mencemari laut kita dan mengancam kehidupan biota laut.

Permasalahan lainnya dari jenis sampah plastik ini adalah sulitnya plastik untuk bisa berurai secara alami. Beberapa plastik memerlukan puluhan tahun, namun ada beberapa jenis plastik yang memerlukan waktu hingga ribuan tahun untuk bisa terurai secara alami.

Di dunia internasional, ada sebuah program untuk menanggulangi sampah plastik yang disebut dengan 4R, yaitu Replace, Reduce, Recycle dan Reuse. Replace artinya mengganti benda berbahan plastik dengan benda yang berbahan lain seperti logam, kaca atau kertas. Reduce artinya mengurangi penggunaan benda berbahan plastik sehingga bisa mengurangi limbahnya. Recycle artinya mendaurulang sampah plastik menjadi benda yang lebih berguna. Reuse artinya menggunakan kembali benda-benda hasil daur ulang sampah plastik atau lebih memilih produk plastik yang tidak sekali pakai, misalnya daripada membeli air mineral dalam botol plastik, kita menggunakan tempat minum sendiri walau masih sama-sama berbahan plastik.

Semua program itu tidak akan ada gunanya, jika tidak ada kepedulian dari masing-masing individu untuk menjaga lingkungannya dari sampah plastik. Individu yang peduli pada lingkungannya akan menciptakan generasi yang baik dan memberikan warisan untuk generasi berikutnya.

Generasi yang peduli lingkungan tidak muncul begitu saja, mereka muncul dari pendidikan yang mereka dapatkan di sekolah, di keluarga dan di masyarakat. Karena itulah sangat penting pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan yang diberikan oleh orangtua, guru dan masyarakat. Menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan non-organik, memungut sampah-sampah kecil yang berserakan di tanah atau dengan mengurangi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga lingkungan hidup bukanlah tanggungjawab pemerintah atau beberapa orang saja, lingkungan hidup kita adalah tanggungjawab kita bersama dalam menjaga dan merawatnya.

Sekianlah isi pidato saya kali ini, jika ada kesalahan kata yang tidak disengaja, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya. Saya tutup dengan [salam]


Itulah contoh pidato tentang sampah plastik. Semoga dapat bermanfaat positif bagi pembaca.