Pilih IPA atau IPS?

Siswa SMA selalu dihantui momok bersama jika sudah tiba waktunya untuk memilih jurusan. Mereka selalu dihadapkan pada banyak pendapat miring mengenai jurusan yang ada, pada akhirnya akan bingung sendiri memilih jurusan yang tepat bagi mereka.

Banyak opini yang menyebutkan bahwa jurusan IPA (selanjutnya disebut Anak IPA) cenderung adalah anak yang cerdas, pintar serta berperilaku baik. Sebaliknya, banyak anggapan bahwa jurusan IPS (selanjutnya disebut Anak IPS) cencerung merupakan anak-anak yang kurang cerdas, kurang kreatif dan bandel.

Pertama mari kita luruskan mindset bahwa semua jurusan itu BAIK. Tidak ada jurusan yang nantinya akan menyesatkan kita setelah lulus sekolah dan saat kuliah nanti, semua ilmu itu akan bermanfaat.

Adanya perbedaan jurusan ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan passion murid-murid di Indonesia. Tidak semua murid menyukai ilmu alam dan tidak semuanya menyukai ilmu sosial, maka dibuatlah perbedaan jurusan ini.

Pilih IPA atau IPS? 1

Pemilihan jurusan ini seharusnya bersifat jangka panjang, atau bisa dibilang tidak hanya menentukan apa yang akan dipelajari di kelas 11 tapi juga menentukan jurusan untuk bangku kuliah nanti. Maka, pemilihan jurusan sesuai passion sangat diperlukan agar tidak ada penyesalan naninya.

Jangan terperdaya dengan opini publik yang menjelek-jelekan salah satu jurusan dan menganggap jurusan lain adalah yang terbaik. Cobalah mencari referensi yang baik, yang dapat memecahkan masalahmu. Jangan sampai terhasut memasuki jurusan yang bukan keahlianmu.

Kebanyakan siswa yang belum memilih jurusan pasti masih bingung memilih jurusan yang tepat. Untuk memberikan sedikit gambaran, berikut ini penjelasannya.


Anak IPA

Anak IPA mempelajari pelajaran eksak seperti matematika, fisika, biologi dan kimia. Jurusan IPA cenderung mempelajari hal yang berbau hitungan, analisis, ilmiah dan sedikit hafalan. Pelajaran tersebut sebenarnya sudah dipelajari sebelumnya, tapi tingkat kesulitannya menjadi lebih tinggi. Sehingga pasti dibutuhkan semangat yang lebih giat untuk belajar.

Kalau ingin masuk jurusan ini, setidaknya memiliki nilai diatas KKM untuk semua pelajaran tersebut. Jika merasa diri kurang dalam pelajaran tersebut, tapi sangat ingin masuk IPA, maka belajar adalah satu-satunya cara.

Jangan malu bertanya jika merasa kesulitan dalam suatu pelajaran, atau bisa juga dibantu dengan mengambil kelas privat atau bimbel di luar sekolah.Anggapan anak IPA berperilaku lebih baik dari anak IPS, tidak sepenuhnya benar, karena setiap orang punya perilakunya masing-masing, tinggal kita mau ke arah yang benar atau ke yang salah.


Anak IPS

Berbeda dengan Anak IPA, Anak IPS mempelajari hal yang bersifat sosial dan lebih membuni karena akan dihadapkan dengan pelajaran sosiologi, geografi, sejarah dan ekonomi. Anak IPA juga mempelajari sejarah, tapi dengan porsi lebih sedikit dibanding IPS. Anak IPS pun akan mempelajari matematika, tapi tidak sebanyak porsi Anak IPA.

Banyak yang mengataan kalau pelajaran IPS lebih mudah dari pelajaran IPA, sebenarnya anggapan itu salah. Kalau pelajaran IPA cenderung menghitung, maka IPS akan lebih banyak dituntut untuk menghafal, walau pada pelajaran ekonomi seperti pajak, kita juga diharuskan menghitung.

Tidak semua anak IPS itu berandal, anggapan ini tersebar di sekolah yang mutunya tidak terlalu bagus. Sementara di sekolah dengan mutu yang baik, anak IPA dan anak IPS itu sama saja karena diajarkan berperilaku baik. Jadi, tidak usah takut masuk jurusan IPS dan bertemu anak bandel dan jahil, asal dapat mengendalikan diri saja untuk menghindar dari pengaruh negatif yang didapat di IPA atau IPS.


Jadi apapun jurusannya sama saja, harus dikerjakan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. Karena apapun yang dikerjakan setengah hati, hasilnya akan sia-sia. Jurusan bukan untuk dipamerkan, tapi penentu mas depan. Jangan terhasut dan terpengaruh oleh teman atau pendapat orang lain. Ketahui apa yang kamu suka dan kamu inginkan.