Pilih Memakai Parfum atau Pewangi Pakaian yang Tahan Lama?

Secara alami, tubuh manusia menghasilkan bau badan yang merupakan hasil buangan dari proses metabolisme yang biasanya keluar bersama dengan keringat. Untuk beberapa orang, bau badan ini biasanya terasa mengganggu dan menyebabkan turunnya rasa percaya diri. Jadi, tidak heran jika banyak orang pada akhirnya memilih memakai deodoran atau parfum untuk menghilangkan atau lebih tepatnya menyamarkan bau badan mereka. Beberapa orang lainnya memilih untuk memakai pewangi pakaian yang tahan lama pada saat mencuci dan menyetrika pakaiannya sehingga mereka tidak perlu selalu menggunakan parfrum. Kedua jenis pewangi ini sama-sama berbahan dasar bahan kimia, tapi manakah yang lebih ‘sehat’?

Bahan Dasar Penyusun Parfum

Pilih Memakai Parfum atau Pewangi Pakaian yang Tahan Lama? 1

Awalnya, sebagian besar parfum dibuat dengan menggunakan bahan dasar alami seperti ekstrak bunga dan buah yang secara alami memiliki aroma yang unik dan wangi. Contoh-contohnya seperti bunga mawar dan buah jeruk. Bahan tambahan yang diperlukan biasanya adalah minyak pengikat yang tidak beraroma dan tidak berbau seperti minyak almond atau minyak jojoba. Nah, seiring perkembangan jaman, permintaan parfum semakin meningkat dan tidak mungkin lagi diproduksi dengan cara tradisional karena selain memerlukan waktu yang lumayan lama, produksi parfum secara tradisional juga memerlukan bahan baku yang cukup banyak.

Kini, pembuatan parfum juga memanfaatkan beberapa bahan kimia agar wangi parfum bisa lebih tahan lama dan diproduksi dalam jumlah banyak tanpa biaya yang membengkak. Sayangnya, tidak semua bahan kimia yang digunakan tersebut terbukti aman untuk tubuh manusia.

Bahaya Bahan Baku Parfum

Parfum mahal dari brand-brand besar umumnya hanya menggunakan bahan-bahan terbaik dan hanya terdiri dari ekstrak wewangian (bibit pewangi), alkohol yang sudah dihilangkan aromanya, air murni dan beberapa bahan kimia untuk mengikat aroma. Namun, sebagian besar orang umumnya tidak menggunakan parfum dari brand-brand besar dan lebih sering menggunakan parfum yang diproduksi secara rumahan. Secara wangi, memang sulit membedakan antara parfum dari brand mahal dengan parfum yang diproduksi secara rumahan, namun umumnya, kualitas bahan yang digunakan lebih sering agak berbeda. Beberapa gangguan kesehatan yang diketathui terjadi akibat parfum yang mengandung bahan berbahaya:

  • Alergi : Reaksi alergi yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari alergi pada kulit yang membuat kulit terasa panas, merah atau gatal hingga reaksi alergi seperti mata dan hidung yang berair.
  • Gangguan sistem saraf: Beberapa orang bisa saja mengalami gangguan pada sistem saraf yang mengakibatkan pusing dan menurunnya daya konsentrasi.
  • Sesak nafas: Beberapa laporan mengatakan bahwa parfum bisa meningkatkan risiko sesak nafas bagi orang yang sudah memiliki penyakit asma. Namun, bagi yang tidak memiliki penyakit asma pun, risiko sesak nafas ini juga bisa terjadi.

Gangguan kesehatan diatas merupakan yang paling umum dan sering dilaporkan saat menggunakan parfum yang mengandung bahan kimia berbahaya. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara penggunaan parfum dengan meningkatnya risiko terhadap kanker hingga obesitas. Beberapa wewangian yang terkadung pada parfum juga meningkatkan risiko kita diserang oleh binatang buas yang menjadi lebih agresif. Karena itu, tidak disarankan untuk memakai parfum jika ingin berkunjung ke tempat seperti kebun binatang, taman safari atau penangkaran.

Apakah Pewangi Pakaian Tahan yang Lama Lebih Baik?

Pilih Memakai Parfum atau Pewangi Pakaian yang Tahan Lama? 3

Jawabannya : Tergantung situasi dan kondisi Anda.

Parfum umumnya memiliki pilihan wewangian yang lebih banyak dibandingkan dengan pewangi pakaian, jadi jika memiliki wangi favorit kesukaan yang cukup spesifik, pilihan satu-satunya untuk saat ini adalah menggunakan parfum. Kecuali, Anda mau menghasilkan waktu, uang dan tenaga lebih untuk meracik sendiri pewangi pakaian dengan wangi yang diinginkan.

Untuk orang dengan kulit sensitif, apalagi terhadap parfum. Menggunakan pewangi pakaian pada pakaian sebagai pengganti parfum adalah pilihan yang tepat. Tapi, perlu digarisbawahi bahwa jika kulit Anda cukup sensitif terhadap parfum, maka ada kemungkinan juga akan sensitif terhadap pewangi pakaian tertentu. Maka, pilihlah dengan bijak.