Memiliki kreator yang sama dengan film yang sangat sukses ternyata bukan sebuah jaminan bahwa sebuah film juga akan ikut-ikutan sukses. Begitulah kira-kira yang dialami oleh The Good Dinosaur, walau memiliki kreator yang sama dengan Inside Out, tapi film ini disebut-sebut sebagai salah satu film terburuk dari Disney Pixar terutama dari segi pendapatan.

Orang-orang sangat menyukai Inside Out, tentu mereka berharap banyak pada The Good Dinosaur dan mungkin hal itulah yang membuat banyak orang kecewa dengan film ini. Tapi, film dinosaurus ini tidak sepenuhnya buruk karena banyak hal-hal yang tetap menarik di dalamnya.

Gambar 2 untuk Review The Good Dinosaur, Menghibur tapi Bukan untuk Anak Kecil

Sinopsis The Good Dinosaur (Spoiler Alert)

65 juta tahun yang lalu, sebuah meteor seharusnya menabrak bumi, memusnahkan para dinosaurus dan memulai jaman es. Tapi, bagaimana jika hal itu tidak terjadi karena meteornya meleset? Itulah yang dijadikan dasar cerita dalam The Good Dinosaur.

Selama berjuta-juta tahun setelahnya, para dinosaurus berkembang hingga memiliki kecerdasaran yang cukup untuk membangun sarang mirip rumah dan berkebun. Di sebuah perkebunan, sepasang apatosaurus bernama Henry dan Ida memiliki tiga orang anak yaitu Libby, Buck dan Arlo.

Libby adalah yang paling cerdas, Buck merupakan yang paling kuat sementara Arlo merupakan yang paling penakut. Henry berusaha membantu Arlo mengatasi rasa takutnya agar dia bisa bertahan namun hal itu justru membuat Henry harus berhadapan dengan banjir bandang dan meninggalkan keluarganya untuk selamanya.

Gambar 4 untuk Review The Good Dinosaur, Menghibur tapi Bukan untuk Anak Kecil

Singkat cerita, Arlo menyalahkan seorang anak manusia atas terbunuhnya sang ayah dan dia pun mengejar anak manusia tersebut hingga terbawa arus sungai jauh dari rumahnya. Arlo berusaha untuk kembali, dan dalam perjalanannya dia justru berteman dengan anak manusia tersebut bahkan memberinya nama Spot.

Perjalanan keduanya dipenuhi petualangan menyenangkan dan menakutkan, mulai dari bertemu para pterodactyl hingga bertemu t-rex yang sangat ramah. Mendekati akhir cerita, Arlo berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk menyelamatkan Spot yang sedang dalam masalah. Pada akhirnya, Spot bertemu kembali dengan keluarganya dan Arlo kembali ke keluarganya.


Opini

Menurut saya pribadi, salah satu alasan kenapa film ini tidak begitu sukses karena banyaknya elemen familiar dalam film ini. Secara keseluruhan, The Good Dinosaur seperti sebuah film yang merupakan gabungan dari The Lion King, The Jungle Book, How to Train Your Dragon dan Land Before Time.

Karakter Arlo mengingatkan pada karakter Little Foot di Land Before Time. Perjalanan Arlo menemukan jati diri mirip dengan Simba di The Lion King. Spot mengingatkan kita pada Mogli dari The Jungle Book dan terakhir, bagaimana awal pertemanan antara Arlo dan Spot mirip dengan Hiccup dan Toothless di How to Train Your Dragon.

Gambar 6 untuk Review The Good Dinosaur, Menghibur tapi Bukan untuk Anak Kecil

Pros

Dasar ceritanya merupakan sesuatu yang menarik, menggunakan pendekatan “Bagaimana jika”. Bagaimana jika tidak ada meteor yang memusnahkan para dinosaurus 65 juta tahun lalu? Ini merupakan hal yang biasa bagi Disney Pixar dalam film-film mereka.

Apa yang paling indah dari keseluruhan film ini? Penggambaran latar, gerakan air, dan gerakan awan saat badai. Animasi karakternya mungkin sudah biasa banget untuk kelas Disney Pixar, tapi beberapa bagian yang saya sebutkan sebelumnya memang sangat indah dalam film ini.

Cons

Film ini kurang cocok buat anak-anak. Banyak adegan yang membuat saya berpikir bahwa film ini tidak 100% ramah anak. Ada adegan dimana Arlo dan Spot “ngefly” setelah makan buah. Perilaku Spot yang begitu liar dan lainnya.

Ending dari film ini membuat saya pribadi ingin berkata “segini aja?” karena endingnya begitu menggantung tanpa ada sesuatu yang terlalu wah. Jadi Arlo hilang dari rumah karena terseret arus sungai dan berhasil kembali, lalu dia mendapatkan penghargaannya begitu saja? Oh… oke.

Write A Comment