Review Just a Breath Away, Film ‘Kiamat’ di Kota Paris

Dans La Brume adalah film berbahasa Perancis yang sudah dirilis pada April 2018. Di banyak negara, film ini lebih dikenal dengan judul internasionalnya yaitu “Just a Breath Away”. Film ini bercerita tentang perjuangan sebuah keluarga untuk bertahan hidup setelah kabut mematikan menyelimuti kota Paris, Matthieu dan Anna tidak bisa pergi mengungsi begitu saja karena anak perempuan mereka, Sarah, menderita sebuah penyakit genetik langka yang mengharuskannya tinggal di sebuah kapsul khusus. Kedua orangtua ini harus berpacu dengan waktu karena baterai kapsul milik Sarah juga tidak bisa bertahan selamanya.

Film ini dibintangi oleh Romain Duris (berperan sebagai Matthieu), Olga Kurylenko (berperan sebagai Anna) dan Fantine Harduin (berperan sebagai Sarah). Sementara sutradara untuk film ini adalah Daniel Roby yang sebelumnya pernah menyutradarai film Louis Cyr, film berbahasa Perancis di tahun 2013 lalu yang mendapat cukup banyak nominasi dan penghargaan di ajang Jutra Awards (sekarang dikenal sebagai Prix Iris), ajang penghargaan khusus film berbahasa Perancis.

Sinopsis Just a Breath Away

Review Just a Breath Away, Film 'Kiamat' di Kota Paris 1

Matthieu dan Anna adalah sepasang suami-istri yang tinggal di kota Paris bersama anak mereka, Sarah. Matthieu sedang dalam masa mencari pekerjaan baru yang lebih baik sementara Anna bekerja sebagai seorang pengajar. Kebahagiaan mereka seakan terasa kurang karena putri mereka satu-satunya menderita sebuah penyakit genetik langka yang membuatnya tidak bisa bertahan di luar kapsul khusus. Baik Matthieu maupun Anna selalu berusaha memberi yang terbaik untuk putri mereka dan tidak pernah menyerah untuk mencari pengobatan baru yang bisa menyembuhkan kondisi Sarah.

Matthieu baru saja kembali dari Kanada saat sebuah gempa yang cukup besar melanda kota Paris. Listrik padam dan orang-orang di jalanan berlarian menyelamatkan diri. Saat dia memeriksa apa yang sedang terjadi, dia melihat gas keluar dari gorong-gorong bawah tanah dan membuat orang yang menghirupnya berjatuhan. Dia pun berlari untuk menyelamatkan diri, menemui Anna dan ‘mengunci’ Sarah di dalam kapsulnya. Mereka berlari menuju rumah sepasang lansia yang berada di lantai atas kediaman mereka. Untungnya, kabut ini belum menjangkau tempat tersebut.

Disinilah perjuangan Matthieu dan Anna dimulai. Baterai kapsul milik Sarah hanya bisa bertahan selama beberapa jam saja, sementara pertolongan sepertinya tidak akan datang dalam waktu dekat. Mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan cara menolong Sarah dan membawanya ke tempat yang lebih aman.

Review Just a Breath Away

Minim CGI

Review Just a Breath Away, Film 'Kiamat' di Kota Paris 1

Film dengan tema apocalyptic biasanya memanfaatkan Computer Generated Images (CGI) untuk membuat efek bencana terlihat lebih merusak dan masif. Tapi, CGI dari film ini cenderung sangat minim namun sesuai dengan porsinya. Just a Breath Away berhasil menyajikan suasana kota Paris yang tertutup oleh kabut mematikan dari sudut pandang yang tepat. Efek kabut ini juga terlihat semakin meyakinkan saat suasana di dalam ruangan dibuat lebih gelap dibandingkan di jalan, sementara kabut di atas perairan dibuat sedikit lebih tipis. Kabut mematikan tersebut menjadi elemen penting bahkan elemen kunci dalam film ini dan bagian ini dieksekusi dengan sangat baik.

Menyentil Isu Polusi Udara

Just a Breath Away sepertinya mengambil setting di waktu masa depan yang cukup dekat (near future). Hal ini bisa dilihat dari beberapa detail kecil sepanjang jalannya film. Di bagian awal film, Matthieu mengatakan bahwa kualitas udara semakin buruk. Ada pula adegan Anna yang sedang mengajar menggunakan teknologi yang sudah ada saat ini, tapi belum masuk pasar global seperti keyboard hologram. Walau tidak terang-terangan, film ini menyentil isu polusi udara yang semakin tahun semakin parah saja dan menyebabkan banyak masalah. Adegan dimana Matthieu tampak mencari-cari sesuatu di jalanan dan hanya menemukan satu mobil dengan label “ramah lingkungan” seakan menyinggung fakta bahwa masih sedikit orang yang sadar dengan isu polusi udara ini.

Film Hambar

Perjuangan habis-habisan yang dilakukan oleh Matthieu dan Anna demi menyelamatkan Sarah memang menjadi menu utama sepanjang film. Terkadang tokoh Matthieu juga dimanfaatkan untuk menunjukan dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya, Anna tidak mendapat ‘peran’ yang sama dan seakan hanya menjadi pendamping semata sejak awal hingga pertengahan film. Tokoh Sarah pun seakan hanya digunakan untuk membuat cerita dari film ini ‘sedikit’ lebih berwarna dengan keadaannya.

Detail Kecil yang Sulit Disambungkan (Heavy Spoiler Alert)

Review Just a Breath Away, Film 'Kiamat' di Kota Paris 1

Di beberapa adegan, dimunculkan beberapa binatang dan orang yang seakan tidak terpengaruh oleh kabut mematikan ini. Misalnya saat adegan Matthieu memasuki sebuah kamar, dia melihat seekor anak anjing bisa berjalan tanpa masker oksigen, namun dia akhirnya menemukan induk anjing tersebut justru mati. Namun, di adegan lainnya, Matthieu dan Anna dikejar-kejar oleh anjing dewasa yang cukup galak. Menjelang akhir film, Matthieu mengalami kecelakaan karena seorang anak kecil yang berlarian di jalan tanpa masker oksigen sebelum dia ditolong oleh Sarah yang keluar dari kapsul khususnya dan bisa bernafas dengan normal di dalam kabut ini.

Just a Breath Away seakan berusaha memberitahu bahwa ada beberapa orang yang tidak terpengaruh oleh kabut mematikan ini, tapi apakah hanya mereka yang punya penyakit genetik seperti Sarah? Atau mereka yang masih kecil? Atau sangat acak? Mengingat Matthieu belum pernah menghirup kabut tersebut untuk mengetahui apa yang akan terjadi padanya.