Film pertama Kung Fu Panda mengajarkan bahwa siapapun bisa belajar Kung Fu, bahkan panda gemuk yang dibesarkan oleh seekor bebek. Film tersebut mengajarkan bahwa kekuatan terbesar seseorang berasal dari dirinya sendiri, rasa percaya diri sangatlah penting untuk dimiliki.

Kung Fu Panda 2 berpesan tentang ketenangan dan pengendalian diri, ketika seseorang sudah mampu mengendalikan dirinya, maka apapun yang ingin dilakukan bisa dicapai dengan lebih mudah. Pada film ketiganya, Kung Fu Panda kembali memberikan sebuah pesan bahwa seseorang harus bisa mengetahui dan menerima siapa dirinya yang sesungguhnya.

Percaya diri. Ketenangan diri. Mengetahui jati diri.

Setidaknya itulah 3 pesan yang saya pribadi dapat dari menonton ketiga film Kung Fu Panda. Walau dikemas dalam kemasan animasi dan banyaknya unsur komedi, tapi tidak menghilangkan pesan yang bisa dipetik dari Kung Fu Panda itu sendiri.

Gambar 2 untuk Review Kung Fu Panda 3, Tetap Kocak dan Kaya Pesan

Sinopsis Kung Fu Panda (Spoiler Alert)

Sang pendekar naga, Po mendapat tantangan baru. Shifu memutuskan bahwa sudah waktunya dia untuk berhenti mengajar Po dan lima jagoan, kini dia memberikan tugas sebagai master kepada Po. Seperti dugaan, Po gagal sebagai guru di hari pertamanya mengajar.

Sementara itu, di dunia arwah, teman seperjuangan Master Oogway bernama Kai mengalahkan dan mengumpulkan Chi dari setiap master Kung fu yang ada di dunia arwah. Bahkan Kai berhasil mengalahkan Oogway dan mengambil Chi miliknya untuk bisa kembali ke dunia orang hidup.

Gambar 4 untuk Review Kung Fu Panda 3, Tetap Kocak dan Kaya Pesan

Kembali ke lembah, Po bertemu dengan ayah kandungnya, Lee Shan. Kedua panda ini pun sempat ‘bersenang-senang’ di istana Jade sebelum kabar adanya penjahat di lembah. Po bersama lima jagoan pun datang untuk membasmi namun mereka cukup kaget mendapat lawan yang terbuat dari giok (jade). Hingga akhirnya Po menyadari bahwa orang-orang yang mereka lawan adalah para master kung fu yang sudah meninggal. Po dan Monkey menyebut mereka sebagai Jombie (Jade+Zombie).

Po diberitahu satu-satunya cara mengalahkan Kai adalah dengan menguasai Chi dan kaum pandalah yang dulu mengajarkan Oogway bagaimana menguasai Chi. Akhirnya, Po bersama Lee Shan dan ayah bebeknya pergi ke desa tersembunyi para panda untuk belajar menguasai Chi.

Saat Po pergi, Kai datang ke istana Jade untuk menghancurkan semua yang sudah dibangun Oogway. Dia merebut Chi empat jagoan bahkan Shifu dan menjadikan mereka Jombie. Tigress satu-satunya yang selamat dan bergegas untuk memberitahu Po.

Gambar 6 untuk Review Kung Fu Panda 3, Tetap Kocak dan Kaya Pesan

Semua tidak berjalan mulus di desa panda, apalagi Po menyadari bahwa para panda sudah tidak lagi menguasai Chi. Namun, Po tidak menyerah. Saat Tigress tiba dengan kabar kedatangan Kai,  Po mengajar para panda bagaimana menjadi seorang kung fu panda berdasarkan keahlian yang paling mereka bisa.

Pertarungan antara para panda melawan jombie pun terjadi walau terkesan cukup kocak. Pada akhirnya, Po harus mengorbankan dirinya agar bisa mengirim Kai kembali ke dunia arwah. Namun, di dunia arwah, Po belajar tentang siapa dirinya dan menerima itu semua hingga dia mampu mengalahkan Kai.

Setelah Kai terkalahkan, Po bertemu dengan Oogway yang mewariskan tongkat gioknya pada Po. Si panda gembul pun kembali ke dunia orang hidup dan menerima tugas barunya sebagai master di istana Jade.

Kai

 


Kung Fu Panda 3 hampir bisa dibilang sama dengan film pertama dan keduanya. Jika film pertama dan kedua fokus pada cerita Po, Shifu dan kelima jagoan, maka pada film terbaru ini berfokus pada kehidupan pribadi Po dan juga para panda.Film ketiga ini membuka lebih banyak cerita tentang kehidupan Po dan para panda, terutama alasan kenapa dia yang dipilih oleh Oogway sebagai pendekar naga.

Kung Fu Panda 3 kehilangan sedikit twist yang dimiliki dua film sebelumnya. Walau sebenarnya twist tersebut ada, tapi kurang ‘greget’. Selain itu, tidak ada yang terlalu ‘baru’ dalam film ketiga ini kecuali pakaian Shifu dan Tigress. Cie baju baru…

kung-fu-panda-3-dreamworks

Tapi, apa yang benar-benar paling menarik dalam film ini apalagi kalau bukan para panda yang ada di desa panda. Mereka membuka lebih banyak informasi bagaimana sebenarnya kehidupan para panda, seperti kemalasan, kreativitas, cara makan dan lain-lainnya.

Saya pribadi akan sangat senang jika para panda ini pada akhirnya punya film sendiri seperti para Minion dari Despicable Me.

 

Write A Comment