img

Sejarah Garuda Pancasila

/
/
/
105 Views

Tahun 2019 ini, Republik Indonesia akan genap berusia 74 tahun. Pencapaian usia ini tidak terlepas dari perjalanan panjang negeri jamrud khatulistiwa. Sempat terjajah selama tiga setengah abad, mengalami perombakan pemerintahan dan guncangan ekonomi hebat, tidak membuat gentar para pendiri Bangsa Indonesia. Begitu pula halnya ketika perumusan lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Berikut akan kami ulas sejarah singkat dari lambang negara kita.

Tahun 1945, Panitia Indonesia Raya yang diketuai Ki Hajar Dewantara ditugaskan untuk menyelidiki arti lambang-lambang dalam peradaban bangsa Indonesia untuk mempersiapkan bahan kajian tentang lambang negara Indonesia. Lambang yang diambil oleh Ki Hajar Dewantara adalah Garuda yang merupakan kendaraan Dewa Wisnu dalam agama Hindu dan muncul di candi-candi di pulau Jawa.

Gambar 1 untuk Sejarah Garuda Pancasila

Sayangnya, karena suasana politik yang tidak kondusif, maka panitia tersebut tidak bisa menyelesaikan tugasnya. Akhirnya, tahun 1950, Presiden Soekarno mengangkat Sultan Hamid II sebagai Menteri Negara dengan tugas utama merancang lambang negara.

Sultan Hamid II membentuk panitia Lambang Negara yang diketuai M. Yamin dan beranggotakan Ki Hajar Dewantara, M.A. Pellaupessy, Moh. Natsir, dan R.M Ng. Poerbatjaraka. Hasilnya, ada dua rancangan gambar yang diajukan ke Pemerintah dan Parlemen untuk dibahas.

Karya M. Yamin yang diberi nama Aditya-Chandra

Gambar 3 untuk Sejarah Garuda Pancasila
 
 
 

Karya M. Yamin ini ditolak karena dianggap terdapat unsur Jepang di dalamnya (sinar matahari terbit).

Karya Sultan Hamid II diberi nama Garuda

Gambar 5 untuk Sejarah Garuda Pancasila
 

Akhirnya karya Sultan Hamid II dengan figur utama Garuda (masukan dari Ki Hajar Dewantara) dan perisai yang melambangkan Pancasila (terinspirasi oleh Soekarno) diterima. Namun, karya ini dikritisi oleh Moh. Natsir karena menggunakan figur Garuda yang baginya adalah makhluk mitologi.

Atas kritik tersebut, akhirnya figur Garuda diubah, tapi namanya tidak. Diubah menjadi Burung elang rajawali atau dalam bahasa inggris ‘eagle hawk’. Burung pemangsa yang berasal dari famili Acciptridae, keduanya sama-sama elang (eagle) tapi yang lebih kecil disebut rajawali (hawk).

Rancangan baru ini kemudian diajukan pada 10 Februari 1950 dan diresmikan keesokan harinya oleh Soekarno dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat. Lambang tersebut kembali dikritisi oleh Soekarno untuk diperbaiki ; diantaranya kepala yang bondol karena mirip dengan lambang negara AS, bentuk cakar dan lain-lain.

Gambar 7 untuk Sejarah Garuda Pancasila

Sultan Hamid II kembali melakukan perbaikan, yang dominan adalah perbaikan di bagian kepala yang menimbulkan beberapa teori terkait inspirasi yang digunakan. Ada yang mengatakan berasal dari figur Garuda yang diambil kembali setelah ditinggalkan, ada pula yang mengatakan berasal dari burung Elang Jawa yang memiliki jambul. Dan ada pula yang beranggapan bagian kepala diambil dari burung lambang kerajaan Sintang, Kalimantan Barat (Sultan Hamid berasal dari Kalimantan Barat).

Pada akhirnya, pada 17 Oktober 1951 diresmikanlah bentuk lambang negara Republik Indonesia seperti yang kita kenal saat ini dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara. Dalam peraturan tersebut dikatakan lambang negara Republik Indonesia terdiri atas, Burung Garuda yang menoleh ke kanan, Perisai (berisi lambang Pancasila) di dadanya, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada pita yang dicengkram Burung Garuda.

Gambar 9 untuk Sejarah Garuda Pancasila

Figur lambang negara Indonesia adalah burung elang sedangkan namanya adalah Burung Garuda.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

This div height required for enabling the sticky sidebar