StartupPedia, Panduan Lengkap Calon Pendiri Startup

Sejak beberapa bulan lalu, dunia Startup teknologi sangat menarik perhatian saya. Hal ini berpengaruh pada buku-buku yang saya beli setiap bulannya. Kalau biasanya saya membeli novel sci-fi atau buku yang sampulnya menarik, belakangan saya suka berkeliling di rak-rak buku manajemen dan pengembangan diri di toko buku.

Khusus untuk buku yang akan saya bahas kali ini, kebetulan dibeli secara online di kutukutubuku.com. Jujur saja, buku ini menarik perhatian saya karena judul dan sampulnya (saya adalah tipe yang memilih buku karena sampulnya).


 

Belakangan, ketika melihat dan googling penulisnya, Anis Uzzaman dan mengetahui dia adalah CEO dari Fenox VC, saya bisa menebak bahwa buku ini akan menarik. Kok bisa? Buku-buku mengenai startup teknologi biasanya ditulis atau bercerita tentang pendiri-pendiri startup yang sudah berhasil exit (dalam artian baik). Tapi, penulis StartupPedia adalah seorang venture capitalist, orang yang memberikan pendanaan pada startup.

Secara garis besar, StartupPedia berisikan elemen-elemen dasar membangun startup mulai dari membentuk sebuah tim hingga membuat startup berhasil exit. Exit adalah istilah yang digunakan ketika sebuah startup sudah berhasil diakuisisi atau bergabung dengan perusahaan lain atau berhasil melakukan penawaran saham perdana (IPO). Tapi, Exit juga istilah yang digunakan ketika sebuah startup telah gagal atau tutup.

Enam elemen dasar yang “diajarkan” dalam StartupPedia adalah :

  1. Membangun sebuah tim
  2. Menciptakan sebuah produk
  3. Melindungi keuntungan melalui paten
  4. Pemasaran
  5. Strategi pendaan untuk sukses
  6. Strategi exit sebagai tujuan akhir

Saya sendiri senang menyebut buku ini sebagai panduan, karena memang di dalamnya terdapat hal-hal yang cukup teknis. Salah satu yang paling jarang saya temui dari buku sejenis adalah mengenai paten. Di Indonesia atau bahkan mungkin di Asia Tenggara, masalah paten belum begitu menjadi perhatian utama calon pendiri startup. Padahal hal tersebut saya pikir sangat penting (terutama setelah membaca buku ini).

Bagian menarik lainnya dari buku ini adalah “Coffee Break”, semacam note yang berisikan cerita menarik seputar topik dalam bab tersebut. Saya mendapat banyak inspirasi dan pengetahuan baru saat membaca bagian ini.

Bagi kalian yang punya cita-cita mendirikan startup dalam waktu dekat, atau ingin lebih mengenal lagi tentang startup, wajib banget baca buku ini. Kemungkinan saat ini sudah tersedia di semua toko buku besar di Indonesia. Dan Ayo bawa “Silicon Valley” ke Indonesia!