img

The Wind Rises, Pesawat dan Kisah Hidup Pembuatnya

/
/
/
9 Views

Mimpi adalah sesuatu yang sangat indah, tapi mewujudkannya menjadi kenyataan bukanlah hal yang mudah. Setiap orang pasti punya mimpi, tapi tidak semua orang berani dan mau berjuang untuk menjadikannya kenyataan.

Jika mimpimu tidaklah mudah, maka berusahalah semaksimal mungkin untuk bisa menjadikannya nyata.

The Wind Rises, sebuah film yang terinspirasi dari kisah hidup Jiro Horikoshi, seorang desainer dan teknisi pesawat terbang asal Jepang pada masa Perdang Dunia II.

Sinopsis The Wind Rises (2013)

Jiro Horikoshi sudah punya mimpi untuk bisa terbang dengan pesawat buatannya sejak kecil, bahkan dia sering bermimpi terbang dengan pesawat buatannya.

The Wind Rises, Pesawat dan Kisah Hidup Pembuatnya

Sayangnya, karena dia menderita rabun, maka di dunia nyata, dia tidak mungkin menjadi seorang pilot dan menerbangkan pesawat. Untungnya, Caproni, desainer pesawat dari Italia yang juga idola Jiro mengatakan padanya dalam mimpi bahwa, “Mendesain pesawat lebih menyenangkan daripada menerbangkannya.”

Jiro memiliki seorang kawan bernama Honjo yang sudah bersama sejak di perguruan tinggi. Mereka berdua sama-sama mendesain pesawat tapi dengan tujuan berbeda, Honjo memilih mendesain pesawat untuk militer sementara Jiro lebih memilih mendesain pesawat yang benar-benar bagus dan mengalahkan teknologi Jerman, tempat dimana dia pernah menimba ilmu bersama Honjo.

Jiro bergabung dengan sebuah perusahaan pesawat terbang pada 1927 lalu menjadi teknisi pesawat paling inovatif dan disegani di dunia. Kemampuan dan kejeniusannya menghasilkan banyak inovasi yang membuat pesawat buatannya jadi lebih ringan, lebih kuat dan lebih cepat.

The Wind Rises, Pesawat dan Kisah Hidup Pembuatnya

Jiro kemudian jatuh cinta pada Nahoko, seorang gadis yang pernah dia selamatkan saat gempa Kanto 1923. Orangtua keduanya sudah setuju dengan pertunangan mereka.

Tapi Jiro kemudian harus menerima kenyataan bahwa Nahoko menderita TBC yang saat itu belum ditemukan obatnya dan sedang menjadi epidemi di Jepang.

Adik perempuan Jiro, Kayo, yang juga seorang dokter,  mengatakannya padanya bahwa pernikahan mereka akan berakhir dengan buruk. Pada akhirnya, Nahoko kembali ke sanatorium dan meninggalkan surat untuk suami, keluarga serta teman-temannya.

Diakhir film, terlihat para pilot pesawat Mitsubishi A6M Zero memberikan hormat pada Jiro. Zero, merupakan pesawat Jepang yang cukup ditakuti pada Perang Dunia II.

Review The Wind Rises

Bukan Film Biografi Jiro Horikoshi

Sosok Jiro Horikoshi memang benar-benar ada dan memang merupakan desainer dari pesawat Mitsubishi A6M Zero yang ditakuti itu. Namun, The Wind Rises tidaklah 100% berlatar belakang dari kisah hidup Horikoshi.

The Wind Rises diadaptasi dari novel The Wind Has Risen (1936) karya Tatsuo Hori yang dipadukan dengan kisah hidup dari Jiro Horikoshi yang didramatisir.

Jadi, walau beberapa detail mengenai Jiro Horikoshi dan karya pesawatnya memang benar-benar nyata. Beberapa detail lainnya hanyalah untuk keperluan film. Misalnya, Horikoshi tidak memiliki adik perempuan namun seorang kakak laki-laki.

Latar Belakang Kejadian Sejarah

Selain mengambil sedikit inspirasi dari kisah hidup tokoh Jiro Horikoshi, film ini juga mengambil beberapa latar belakang kejadian sejarah besar.

Gempa Bumi dahsyat yang terjadi di Kanto pada 1923 dan epidemi wabah TBC yang terjadi di Jepang pada 1930-1940 secara tidak langsung menjadi penghubung antara Jiro dan tunangannya.

Belum lagi serangan udara yang kerap terjadi di Jepang menjelang akhir Perang Dunia II.

Kesimpulan

Film ini tergolong unik karena memiliki unsur-unsur sejarah dan tokoh nyata di dalamnya. Padahal, sebagian besar karya besar dari Ghibli Studio umumnya berlatar belakang fantasi sebut saja Spirited Away dan My Neighbour Totoro.

Walau demikian, gaya animasinya masih sangat Ghibli banget, musiknya pun sangat indah untuk didengarkan.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

This div height required for enabling the sticky sidebar