When The Game Stands Tall, Semua Ini Bukan Tentang Kamu

Ini adalah review film kedua di blog ini yang membahas tentang film bertemakan olahraga. Sebelumnya, ada A Million Dollar Arm yang bercerita tentang petualangan JB Bernstein membawa 2 pemuda India ke ranah baseball Amerika Serikat. Kini, ceritanya berbeda tapi masih membahas salah satu olahraga paling disukai di AS yaitu American Football.

Terinspirasi dari kisah nyata pelatih football SMA terbaik sepanjang masa, Bob Ladouceur yang mengantarkan De La Salle (DLS) High School mencapai rekor 151 kemenangan beruntun selama 11 tahun (1992 – 2003). Rekor tersebut bahkan belum bisa dipecahkan di level profesional, tapi Bob berhasil membawah DLS mencetak rekor tersebut.

when the game stands tall

 

Berikut ini sinopsis dari When The Game Stands Tall :

Cerita dimulai dengan pertandingan untuk meraih kemenangan ke 151 DLS, lawan mereka adalah Pittsburg High School. Para senior yang sudah bermain untuk DLS selama 4 tahun, dengan mudah ‘menghancurkan’ Pittsburg, tapi tidak dengan para juniornya. Mereka masih sering terbawa emosi, besar kepala dan individualistis.

Seminggu kemudian, para pelatih bertemu disebuah pertemuan. Pelatih tim lain mengatakan jika DLS melakukan kecurangan dengan merekrut semua talenta terbaik yang ada. Tapi, Bob mengatakan jika itu bukan salahnya. Eidson, asisten pelatih DLS pun mengatakan bahwa timnya akan melawan Long Beach Poly, tim terbaik di California dan nomor 2 secara nasional.

Setelah itu, ada bagian dimana Bob mengunjungi salah satu anak didiknya yang ibunya menderita kanker. Kemudian, hal buruk terjadi, Bob mengalami serangan jantung dan harus dirawat di rumah sakit dan terancam tidak bisa melatih untuk sementara waktu.

Ada adegan lain dimana T.K. dan Cam, dua lulusan dari DLS dan pemain football didikan Bob harus bertengkar karena Cam menolak untuk pergi ke Oregon. Padahal, dia ditawari berbagai kemudahan jika mau bergabung. T.K. yang ditawari hal yang sama menolak bergabung jika Cam tidak ikut dengannya. Maka, T.K mendatangi Cam dan ‘membujuknya’ agar bergabung karena keduanya adalah sahabat sejak kecil dan berjanji akan selalu bersama.

When The Game Stands Tall, Semua Ini Bukan Tentang Kamu 2

 

Film berlanjut ke Agustus 2004

Bob akhirnya diperbolehkan untuk melatih kembali selama dia menjaga stress-nya tidak memuncak. Sementara itu, T.K. baru saja pulang latihan bersama kawan-kawannya dan besok hari adalah hari dimana dia akan berangkat ke Oregon. Disanalah, sepupunya menelpon agar T.K menjemputnya di sebuah pesta. Ketika T.K menunggu sepupunya masuk ke mobil, dia ditembak oleh penembak yang kemudian melarikan diri, dan T.K akhirnya meninggal.

Saat pertandingan pertamanya musim itu, DLS menderita kekalahan pertama mereka semenjak 151 kemenangan yang sangat luar biasa. Tim yang diisi kebanyakan oleh para junior ini belum bisa bermain sebagai sebuah tim. Mereka masih penuh dengan rasa individualistis yang tinggi.

Di pertandingan keduanya, hal yang sama terjadi. Pelatih pun mengingatkan bahwa, karena tim ini adalah DLS, bukan berarti tim ini akan selalu menang. Kemenangan adalah sesuatu yang harus diraih, bukan karena tradisi. Maka, pelatih memberikan instruksi untuk berkumpul keesokan paginya di ruang ganti.

Bob membawa para pemainnya ke sebuah pusat rehabilitasi, disana hampir semua pemain mendapatkan ‘pelajaran’ mereka. Masing-masing individu menjadi lebih sadar jika apa yang penting adalah siapa yang berada di sampingmu, bukan kamu, bukan kemenangan, bukan pertandingannya.

Hari besar pun tiba, DLS melawan Long Beach Poly. Cuaca sangat panas dan para pemain DLS yang tidak terbiasa merasakan kelelahan. Apalagi, berat masing-masing pemain Long Beach jauh diatas DLS. Permainan berlangsung keras dan panas, tapi akhirnya DLS berhasil memenangkan pertandingan.

Bob akhirnya mendapat tawaran sangat besar dari Stanford. Gaji, rumah, mobil dan lainnya. Lalu, hari besar lainnya tiba, dimana DLS menghadapi pertandingan final, berpeluang mendapatkan gelar ke 13-nya dan salah satu pemainnya, Ryan, punya kesempatan memecahkan rekor negara bagian.

DLS menang dengan mudah karena latihan mereka, di menit terakhir, Bob memberikan kesempatan pada QuarterBack (QB), pengatur tim untuk melakukan strategi. QB tentu ingin membantu Ryan, yang hanya perlu 1 touchdown lagi untuk memecahkan rekor. Tapi, tidak, Ryan menolaknya dan mengatakan bahwa pertandingan malam itu, bukan hanya tentang dia. Semua orang dalam pertandingan itu pun memberikan penghormatan pada Bob di akhir pertandingan.

Di akhir film diceritakan bahwa Bob tidak menerima tawaran Stanford dan memilih melatih DLS sampai akhirnya pensiun pada 2013 lalu.


 

When The Game Stands Tall, Semua Ini Bukan Tentang Kamu 4

Secara keseluruhan, film ini mungkin biasa saja. Tidak ada yang terlalu menonjol, musik, kualitas gambar dan lainnya bisa dikatakan lumayan. Inti dari film ini pun sudah terasa biasa, yaitu hubungan antar manusia tapi dalam hal ini dikaitkan dengan American football.

Yang membuatnya sedikit unik adalah, film ini tidak selalu tentang Bob Ladouceur atau 151 kemenangan beruntun DLS, film ini juga menceritakan beberapa karakter pendukung, terutama para pemain, menunjukan bagaimana mereka bisa tumbuh dewasa dan berubah menjadi orang yang lebih baik lewat football dan DLS.

Film ini juga banyak menghadirkan pertandingan football yang walau sepertinya hanya dibuat untuk kepentingan film ini, tapi lumayan seru untuk ditonton.

Secara kritik, film ini mendapat banyak tanggapan negatif. Bagaimana tidak, film ini berusaha menggabungkan unsur permainan American football dengan sebuah kisah inspirasional. Ya, bagi saya pribadi, film ini lumayan mampu menghadirkan hal tersebut.

Kata Pencarian Terkait

Leave a Reply