img

Winterflame, Semua Kejadian Ada Awalnya

/
/
/
56 Views

Sudah cukup lama kayaknya saya tidak membahas tentang buku.  Kali ini,  buku yang akan saya bahas cukup istimewa.  Kenapa istimewa? Karena baru-baru ini, pendanaan untuk mewujudkan versi game dari kisah di buku ini sudah mencapai target di Kickstarters.

Winterflame sendiri merupakan bagian dari Vandaria Saga, untungnya kalian tidak harus membaca buku – buku sebelumnya untuk mengerti cerita yang terdapat di Winterflame. Sebelum mengulas bukunya, saya ingin bercerita sedikit tentang Vandaria, karena ini sangat menarik.

vandaria saga

Vandaria adalah sebuah dunia fantasi yang dibuat oleh Ami Raditya, bemula di majalah game Ultima pada tahun 2000-an, dunia fantasi ini menjadi latar untuk buku-buku dalam Vandaria Saga, menjadi latar untuk trading card game (TCG) pertama Indonesia, Vandaria Wars serta game seperti Lords of Vandaria dan Winterflame : The Other Side yang rilis tahun depan.

Di Vandaria, ada 2 ras utama yaitu manusia dan frameless , dunia fantasi ini sudah punya sejarah yang panjang serta sering mengalami runtuhnya peradaban dan munculnya peradaban baru. Sihir adalah sesuatu yang biasa di dunia ini, dahulu, para naga juga pernah menguasai Vandaria sebelum manusia dan frameless.

Oke, cukup seputar Vandaria, sekarang kita bahas buku Winterflame.


(!)Spoiler Alert

winterflame cover

Winterflame ditulis oleh Fachrul Razi atau dikenal dengan nama penulisnya, Fachrul R.U.N

Sebelum Winterflame, dia juga pernah menulis 2 buku lainnya yang merupakan bagian dari Vandaria Saga juga yaitu Hailstorm dan Redfang.

Winterflame adalah nama dari sebuah senjata legendaris di Vandaria, terbuat dari tulang naga dengan bentuk yang sangat ganjil. Disana, senjata legendaris ini disebut sebagai “tombak” padahal bentuknya lebih menyerupai tongkat gembala daripada sebuah tongkat. Karena kekuatannya yang sangat besar, senjata ini disegel agar tidak menyebabkan kehancuran.

Beratus tahun kemudian, disebuah kota pelaburan bernama Porzar, 3 sekawan yang merupakan gerombolan pencuri sedang melakukan aksi pencurian. Mereka adalah Rhys, Sasha dan Algisarra (Sarra). Tujuan mereka adalah sebuah gudang milik para preman yang dipimpin oleh Lonji.

Sayangnya, aksi pencurian mereka tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Bahkan, saat melakukan aksinya, Rhys menemukan sesuatu yang pada akhirnya membuat dia dan sahabatnya berurusan dengan Lonji hingga dijual sebagai budak ke Alarus.

rhys 1

Alarus adalah sebuah tempat terkutuk, semuanya terlihat ganjil. Disana, para manusia dipekerjakan sebagai budak penggalian. Bukan mencari emas, tapi justru mencari Winterflame. Disana, Rhys, Sasha dan Sarra bertemu dengan teman baru, pasangan Dex dan Kiv, Dex sudah kehilangan salah satu matanya sementara Kiv kehilangan mulutnya, sementara udak-budak lain disana menderita penyakit kulit yang mengerikan.

Singkat cerita, banyak kejadian yang menimpa Rhys dan kawan-kawannya di Alarus hingga kabar bahwa Winterflame sudah ditemukan dan dipegang oleh Raskolnikov, mentor Rhys dulu. Winterflame & Raskolnikov membawa bencana ke seluruh penjuru negeri hingga membuat para manusia dan frameless akhirnya memutuskan bertemu dan bekerjasama untuk menghentikannya.

Saat itu, Rhys, Sasha dan Sarra sedang berada di perkampungan suku Hyomon, suku Sarra yang dia kira sudah punah karena diserang para frameless. Dex dan Kiv ternyata bagian dari suku ini dan merupakan mata-mata yang dikirim keluar, Dex berhasil kembali bersama Rhys dan yang lain tapi Kiv masih berada di Alarus. Disana, mereka bertemu dengan Corra, frameless yang merupakan kepala suku Hyomon dan dikenal dengan julukan “Dewa Es”.

algisarra quote

Sebuah rencana disusun untuk menjebak dan membunuh Raskolnikov saat upacara penobatannya sebagai raja di kota Krev. Sang Dewa Naga pun datang membawa Winterflame, diikuti oleh para pengikutnya yang berjubah hitam. Rencana awal adalah meracuninya dengan viody yang telah diberi racun sangat kuat, jika tidak berhasil, maka Corra akan melawannya dalam duel satu lawan satu.

Raskolnikov pun berhasil dikalahkan oleh Rhys, namun kejadian tidak terduga terjadi, para frameless dari kerajaan Pandora menyerang, membuat Rhys harus menggenggam senjata legendaris yang mungkin saja akan menguasainya dan membuatnya gila. Tapi, untungnya hal itu tidak terjadi.

Diakhir cerita, Rhys dinobatkan sebagai penguasa baru untuk menyatukan ras manusia melawan penjajahan para frameless. Dia yang dulunya adalah putra mahkota Orthoveda, Pangeran Vassily, yang menikam ayahnya sendiri lalu disebut-sebut sebagai pemicu perang saudara antar umat manusia, kini berganti nama menjadi Rhys Ortheis, penguasa baru Orthoveda yang menggenggam Winterflame dan memiliki Laksamana Corra di sisinya.

Ada sebuah kejadian menarik disini, dimana Sasha bercerita bahwa informan yang memberitahunya untuk mencuri gudang milik Lonji untuk pertama kali bernama Hakhelot, nama  ini selalu muncul dibalik kejadian-kejadian besar di Vandaria, walau sosoknya tidak pernah diketahui.


rhys quote

Saya sendiri baru mengenal Vandaria dari berita soal kemunculan game Winterflame : The Other Side. Karena alasan itu pula, saya menyempatkan diri membeli buku Winterflame untuk sekedar menambah referensi dan wawasan seputar Vandaria.

Bagi saya pribadi, Winterflame bisa disebut sebagai “basis” jika ingin mengikuti Vandaria Saga, apalagi buku ini terbit setelah kabar adanya restrukturisasi internal dari Vandaria. Jika dilihat-lihat, buku ini memang yang paling “stand-alone” dibanding yang lainnya.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

This div height required for enabling the sticky sidebar